6 Trik Elevator Pitch untuk Business Coach

//6 Trik Elevator Pitch untuk Business Coach

6 Trik Elevator Pitch untuk Business Coach

Pernah dengar istilah elevator pitch?
Jika belum dengar atau lupa, elevator pitch merupakan pitch atau presentasi secara singkat.

Durasi elevator pitch sendiri memang tergolong singkat, sesingkat kecepatan elevator saat naik ke satu lantai tertentu. Bila diukur dalam satuan waktu, sebuah elevator pitch dapat disampaikan hanya selama 30 detik hingga 2 menit saja. Ketersingkatan waktu tersebut membuat elevator pitch harus dipersiapkan sebaik mungkin.

Elevator Pitch Business

Banyak sumber yang menyatakan darimana munculnya elevator pitch. Salah satunya yang dianggap terpercaya dan menjadi rujukan adalah kisah antara Ilene Rosenzweig dan Michael Caruso. Keduanya merupakan mantan wartawan di media 90-an.

Description Elevator Pitch(reference:Wikipedia)

Menurut penuturan Rosenzwig (yang dilansir laman Wikipedia berbahasa Inggris), kemunculan elevator pitch berawal dari  Caruso yang berusaha memberikan sejumlah ide kepada editor in chief di media tempat mereka bekerja saat itu.

Pada waktu itu, Caruso harus menyampaikan idenya secara singkat gerakan atau kecepatan elevator kepada sang editor in chief, karena dia harus bergerak untuk melakukan hal lain. Jika ide ini tidak tersampaikan sebelum pintu lift terbuka, habislah riwayatnya.

Ada satu kisah lainnya, yang diduga kuat menjadi salah satu embrio munculnya elevator pitch. Kisah itu datang dari Phiilip Crosby, penulis buku The Art of Getting Your Own Sweet Way (1972).

Buku The Art of Getting Your Own Sweet Way (1972)(reference:Amazone)

Dalam salah satu karyanya, dia pernah berujar, bahwa seseorang harus menyiapkan pidato amat singkat yang memaparkan informasi tentang dirinya, serta kualitas dalam dirinya dalam rentang waktu yang singkat.

Adapun rentang waktu tersebut adalah setara waktu naik lift atau elevator ke satu lantai di atas lantai yang kita pijak.

Menurut quotes dari Seth Godin, elevator pitch punya tujuan khusus, yaitu: “untuk menggambarkan situasi atau solusi, sehingga dapat menarik orang lain dan membuatnya ingin mendengarkannya lagi, bahkan setelah elevator pitch selesai diucapkan.”

Quote Seth Godin(reference:Az Quotes)

Di bawah ini, ada sampel skrip business coach elevator pitch yang saya lansir dari laman Universal Coaching Systems

1. Hai, saya *nama Anda* dari *perusahaan atau business coach tempat Anda berasal*.
2. Saya adalah *coach di bidang apa* untuk *jenis klien apa*.
3. Prestasi yang telah Anda lakukan selama menjadi coach*.
4. Salah satu yang membuat pelatihan saya menonjol/berbeda dibanding yang lain adalah *silakan isi secara jujur*.
5. Sesuatu yang ingin saya cari atau lakukan saat ini adalah *silakan isi sendiri*.
6. Jika Anda punya ide, silakan diskusikan dengan saya setelah ini.

Supaya Anda lebih paham cara menggunakan sampel script di atas, saya beri satu contoh di bawah ini:

1. Hai, saya *Tom MC Ifle* dari *Top Coach Indonesia *.

2. Saya adalah *seorang coach yang ahli di bidang People development* yang secara khusus melatih *para business owner yang ingin memiliki lebih banyak uang dan lebih banyak waktu dengan mensistemasi bisnis*.*Selama beberapa tahun menjadi coach, saya telah melatih sebanyak 2.000 pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia*. Saya juga banyak membimbing UKM Bank Indonesia dan banyak business UKM yang saya bimbing belajar bisnis UKM dari dua sosok ini.

3. Salah satu yang membuat pelatihan saya menonjol/berbeda dibanding yang lain adalah *saya selalu melakukan pelatihan dengan pendekatan personal, sehingga saya tahu apa keresahan dan potensi yang mereka miliki. Dengan begitu, saya bisa melatih mereka tepat sesuai dengan keresahan dan potensi mereka itu.*

4. Sesuatu yang sedang saya cari atau lakukan saat ini adalah *mencari inovasi baru dalam melatih para calon coach baru yang saya latih nanti. Pasalnya, saya merasa cara-cara yang saya lakukan sebelumnya sudah tidak relevan lagi*.

5. Jika Anda mempunyai ide, silakan diskusikan dengan saya setelah ini.

Untuk menjadi seorang enterpreneur top silahkan dengarkan disini

Ada cara lain yang bisa Anda lakukan dalam membuat elevator pitch, selain menggunakan sampel skrip di atas. Cara ini diungkapkan Crystal Marsh—seorang coach—yang saya lansir dari situsnya, Cristal Marsh Coaching. Menurut Marsh, membuat elevator pitch harus dilakukan dalam empat langkah.

Pertama, menceritakan secara singkat latar belakang dan karier Anda sebelum menjadi coach.
Kedua, menjelaskan sedikit apa yang sedang Anda lakukan saat ini (sekarang Anda menjadi coach di bidang apa).
Ketiga, menceritakan pencapaian hebat Anda di masa lalu, utamanya sebelum atau saat berkarier sebagai coach.
Keempat, jelaskan tujuan Anda kepada audiens yang Anda tuju.

Supaya mendapatkan gambaran jelas soal langkah-langkah di atas, saya tampilkan salah satu contoh pengimplementasian langkah-langkah tersebut di bawah ini”

[langkah 1] sebelum menjadi coach, saya bekerja sebagai digital marketer selama 5 tahun lebih.
[langkah 2] saat ini, saya menjadi business coach di bidang yang pernah saya lakoni sebelumnya (digital marketing). Profesi ini sendiri sudah saya jalani kurang lebih 3 tahun.
[langkah 3] salah satu pencapaian saya saat menjadi business coach adalah melatih 200 orang digital marketer dalam suatu program pelatihan digital marketing yang diadakan oleh mantan perusahaan tempat saya bekerja.
[langkah 4] saat ini, saya ingin melatih Anda para pemilik bisnis untuk memperdalam dunia digital marketing. Pasalnya, digital marketing sangatlah penting dalam mempromosikan dan menjual produk perusahaan, terutama di era digitalisasi seperti saat ini.

Untuk belajar cara branding dengan murah Anda dapat download disini

Ada satu hal yang wajib Anda lakukan, setelah selesai melakukan salah satu cara membuat business coach elevator pitch yang sudah saya paparkan sebelumnya. Berlatih adalah hal yang saya maksud. Latihlah diri Anda dalam memaparkan business coach elevator pitch yang telah Anda buat dengan salah satu cara yang telah sampaikan sebelumnya.

Dengan melatih elevator pitch yang Anda buat, Anda akan menjadi business coach yang jauh lebih siap saat hendak mengutarakan elevator pitch tersebut di hadapan audiens Anda nanti. Berlatihlah secara rutin, hingga Anda paham apa yang hendak Anda sampaikan dalam elevator pitch tersebut.

Berlatihlah secara mandiri di depan cermin rumah Anda. Bila perlu, berlatihlah bersama dengan teman, pasangan, atau mentor yang Anda percayai. Bagi saya, ini adalah cara berlatih karena dengan berlatih adalah rahasia berpikir kreatif dalam berbisnis elevator pitch yang sangat direkomendasikan. Sebab, berlatih bersama orang lain yang Anda percayai membuat Anda mendapatkan masukan-masukan penting yang membantu memperbaiki elevator pitch yang telah Anda buat. Dengan begitu, presentasi singkat yang akan Anda sampaikan nanti bisa lebih matang lagi.

Setelah dirasa siap dan cukup matang, maka saatnya Anda melontarkan pitching di hadapan klien atau audiens Anda. Bila Anda sudah berlatih sebelumnya, saya yakin Anda bisa melontakan elevator pitch tersebut dengan baik dan lancar. Targetnya, dapat membuat klien atau audiens Anda tertarik dan ingin berbicara dengan Anda sesudah Anda selesai melontarkan elevator pitch tersebut. Selamat mencoba!

Salam pencerahan,
Tom MC Ifle
Master Business Coaching
Practical Business Coaching
Founder & CEO Top Coach Indonesia
Real Coach

By |2018-12-04T15:55:37+00:00November 23rd, 2018|Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Translate »