Trend Perilaku Konsumen di 2019

//Trend Perilaku Konsumen di 2019

Trend Perilaku Konsumen di 2019

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

Setiap pembeli biasanya memiliki pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian terhadap suatu produk.

Perilaku konsumen inilah yang menjadi dasar bagi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian terhadap produk tertentu (barang ataupun jasa).

Saya ingin berbagi tentang apa yang sedang terjadi ditahun 2018 dan bagaimana perilaku konsumen 2019 akan dipengaruhi oleh apa yang terjadi di tahun 2018.

Saya ingin membahas sebuah study meaningful brands, study ini adalah sebuah study dari havas group.  Havas group melakukan interview ke 300.000 orang di seluruh dunia.

Mereka menganalisa 1.500 brand di 15 industri di 33 negara, yang mencengangkan adalah bahwa dalam 1 tahun belakangan jadi perubahan total yang luar biasa, dan menurut Saya sangat-sangat mengerikan, dimana nilai tambah Anda sebagai pengusaha ditentukan oleh pengalaman konsumen, kalau konsumen merasa tidak ada efek terhadap bisnis mereka, terhadap perasaan mereka, akan dengan mudah sekali meninggalkan.

Baca Juga : Memulai Bisnis Tanpa Modal Besar

Studi  ini menunjukkan bahwa manusia, market, customer 74% tidak suka dengan brand yang saat ini ada bahkan, 74% dari brand yang dianalisa ditahun 2018 diakhir 2018 sudah hilang, 74% yang tidak disukai oleh masyarakat lalu tiba-tiba menghilang.

Coaching

Yang kedua 84% customer mengharapkan brand memberikan edukasi dimana mereka banyak sekali brand yang tidak bisa dipahami maksudnya oleh konsumen.

Konsumen ada melihat brand bagus, tapi nggak ngerti ini jualan apa sih? ini tujuannya apa sih? sehingga customer merasa tidak memahami apa yang Anda jual.

Baca Juga : 7 Kegagalan Bisnis Membawa Kesuksesan 

60% content dianggap membingungkan konsumen. 75% brand yang saat ini adalah merasa tidak mempengaruhi kehidupan customer, ketika Anda melihat berita ini ada 4 kondisi yang Anda harus perhatikan:

  • Kondisi Yang pertama bahwa konsumen sangat-sangat mudah untuk meninggalkan anda kenapa mudah? Karena pilihannya banyak. Konsumen  memilih produk yang benar-benar mengena dihati mereka, kalau tidak mengena di hati mereka akan mudah meninggalkan Anda.

 

  • Kondisi yang kedua adalah saat ini sangat mudah untuk membuat produk tiruan, sangat-sangat mudah tapi customer akan selalu mencari produk yang paling berbobot atau berkualitas, kalau berbobot mereka akan membeli, kalau tidak berbobot mereka tidak akan membeli. Penilaian bobot itu terjadi dari 3 hal : Persentasi Produk, Edukasi Produk, Harga Produk.

 

  • Kondisi yang ketiga, saat ini customer berharap bahwa brand mendekat dengan konsumen bukan hanya dari segi offline tapi juga secara online bisa engaged secara online.

 

  • Kondisi yang Keempat adalah sebagai seorang pengusaha, Anda harus benar-benar waspada, ketika banyak customer-customer yang mulai mengharapkan harga turun, Anda harus waspada, kenapa? Ketika harga turun atau ketika konsumen bilang jika harga kamu kok mahal ya? harga kamu kok tinggi ya? itu berarti konsumen melihat nilai tambah Anda lebih kecil, daripada harga yang dibayarkan, bayangkan kalau nilai tambahnya 100.000 harga yang dibayarkan 100.000 ya sama tapi kalau nilai tambah yang didapatkan 50.000 tetapi uang yang dikeluarkan konsumen adalah 100.000 berarti Anda dianggap terlalu mahal.

Kalau Anda perhatikan efek dari perang dagang Antara China – Amerika, efek dari keputusan-keputusan yang terjadi di tahun 2018, efek dari kenaikan harga, efek dari komoditi yang harganya jatuh, ini akan mempengaruhi daya beli.

Efek dari pengaruh daya beli tadi biasanya customer menurunkan daya beli tanpa bisa menurunkan gaya hidup, daya belinya turun tapi gaya hidupnya nggak mau turun.

Kalau gaya hidupnya turun itu lain cerita kalau gaya hidupnya bertahan tapi daya belinya turun maka customer harus dan mau tidak mau mencari produk yang benar-benar bisa memberikan harga yang murah dengan kualitas yang sama atau lebih baik.

Di tahun 2018 akan ada 2 attitude yang Anda lihat di market: Attitude yang pertama Downshifting, downshifting artinya customer akan akan menemukan pola belanja baru untuk mendapatkan pelayanan yang lebih maksimal.

Coaching

Zaman dulu mall booming luar biasa, orang yang dari pasar tradisional pindah ke mall, sekarang mallnya lagi menyusut pengunjungnya, karena customer lebih suka diam di rumah dan belanja dari rumah, mereka ke mall hanya untuk rekreasi hanya untuk menghabiskan waktu hanya untuk mengajak anak-anaknya, jalan-jalan dan membuat anak-anak tidak bosan.

Nonton : 3 Ilmu Yang Bisa Mengatasi Kemiskinan! Tom MC Ifle

sehingga taman main-main anak-anak di mall jadi lebih booming dan itu menjadi habbit, jadi downshifting artinya produk-produk yang tidak disukai oleh konsumen beralih yang tadinya pergi ke mall belanja online, yang nanti belanja online mungkin nanti belanja ketempat lain lagi.

Coaching

Tapi attitude yang kedua efek dari daya beli, muncullah yang namanya Downsizing atau downcosting, downcosting adalah keinginan konsumen untuk mendapatkan kualitas yang sama bahkan lebih tinggi.

Dengan harga yang jauh lebih murah, kalau bisnis Anda sudah terkenal mahal Anda akan terkena imbasnya, kalau bisnis Anda sudah terkenal dengan harganya murah tapi kurang berkualitas, Anda akan kena imbasnya.

Kalau Anda tidak suka marketing Anda akan kena imbasnya, kalau omset di 2018 sudah menurun, Anda sudah kena imbasnya, kalau Anda melihat karyawan Anda mulai keluar masuk itu artinya Anda sudah mulai kena imbasnya.

Anda perlu berhati-hati karena 2018 menentukan kekuatan Anda 2019. Pelajarilah apa yang terjadi di tahun 2018 yang membuat 2019 Anda menjadi luar biasa.

Saya Tom MC Ifle

 

Salam Pencerahan

By |2019-02-06T10:46:45+00:00February 6th, 2019|Marketing|0 Comments