Blog

Home /Blog / Baba Rafi yang tak kenal lelah berinovasi





Baba Rafi yang tak kenal lelah berinovasi

Siapa yang tak kenal dengan Kebab Turki Baba Rafi? Meski kini outletnya tidak sebanyak saat pertama kali dibuka sekitar tahun 2003 hingga 2005-an, ternyata kesuksesan Baba Rafi tidak punah loh. Dengan strategi marketing yang handal, Handy Setiono, pemilik dari Baba Rafi justru mampu mempertahankan bisnis kebabnya ini hingga ke level yang lebih tinggi.

Handy menceritakan bahwa awal mula ia mendirikan Baba Rafi yaitu saat ia berkunjung ke Qatar untuk mengunjungi orang tuanya. Di sana ia mencicipi kebab yang disebut sebagai burger khas Timur Tengah. Ternyata Handy jatuh cinta pada cita rasa kebab dan berpikir untuk mengembangkannya sebagai bisnis kuliner di Surabaya sepulangnya dari Qatar.

Related Artikel : Belajar Bisnis dari Sri Ningsih

Tanpa berpikir panjang lebar, ia segera merealisasikan idenya dan memulai bisnis Baba Rafi dari sebuah gerobak di Surabaya. Tanpa disangka, bisnisnya laku keras. Pada tahun 2005, ia mulai mengembangkan Baba Rafi dengan sistem franchise, tak perlu waktu lama, 336 outlet telah tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2007.

Namun ia tak berpuas diri, setelah memindahkan head office dari Surabaya ke Jakarta pada 2008, serta melakukan rebranding logo, Handy mulai berpikir untuk go international. Tahun 2009, untuk pertama kalinya ia membuka outlet di Malaysia, dan disusul ke beberapa negara lainnya. Sampai saat ini telah tersebar 1.200 outlet Baba Rafi di Indonesia dan 9 negara tetangga.

babarafi

Mungkin kita bertanya-tanya kok Baba Rafi bisa sebesar itu, dan outletnya pun ternyata masih sebanyak itu, padahal secara kasat mata sepertinya outletnya tidak sebanyak waktu pertama kali muncul pada tahun 2003-an. Seleksi alam. Usaha franchise tidak akan berhasil hanya karena nama Baba Rafi. Jika kita sudah membeli franchise, kita tidak hanya bisa mengandalkan nama besar brand tersebut. Jika ada orang yang masih bertahan dengan outlet Baba Rafi, berarti ada yang salah jika ada outlet lain yang kemudian tutup.

Pemilihan tempat yang tepat, promosi yang berimbang, pelayan yang menyenangkan, dan layanan purna jual bisa menjadi beberapa hal yang membedakan kenapa outlet di satu tempat bisa berhasil dan outlet lainnya justru tutup.

Related Artikel : Belajar Bisnis dari Sri Ningsih

Namun lebih dari sekadar itu, Handy Setiono sendiri mulai merambah dunia digital. Menyadari bahwa dunia bisnis online cukup menggiurkan, ia juga melebarkan sayapnya dengan www.babarafi.com. Dengan adanya website tersebut, Handy mempermudah orang yang ingin join franchise ataupun yang ingin membeli menu catering. Dari website tersebut juga kita bisa diarahkan menuju toko online Baba Rafi yang beralamatkan di www.babarafi-online.com. Di website tersebut, kita bisa menjual frozen kebab dan jenis frozen food lainnya.

Perlu diingat, bahwa bisnis kebab bukanlah bisnis pertama Handy, sebelum sukses dengan Baba Rafi, ia pernah jatuh bangun dengan beberapa jenis bisnis sebelumnya. Belajar dari kisah Handy Setiono dan Baba Rafi, kita bisa menarik benang merah bahwasanya mimpi harus diimbangi dengan kerja keras dan inovasi tanpa henti untuk membangun bisnis hingga besar dan berkembang.

Startup-Artikel

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia