RAHASIA BANGI KOPITIAM PUNYA BANYAK CABANG

//RAHASIA BANGI KOPITIAM PUNYA BANYAK CABANG

RAHASIA BANGI KOPITIAM PUNYA BANYAK CABANG

Hari ini Kita ketemu orang yang luar biasa, beliau adalah master franchise dari Bangi Kopitiam tetapi beliau punya begitu banyak brand diluar sana yang kita bisa share bagi-bagi ilmu untuk teman-teman hari ini, so let’s welcome apa kabar? boleh cerita dong backgroundnya apa? Jadi kalau bisnis dikuliner awalnya kita bawa brand dari Malaysia. Bangi kopitiam dibawa masuk lalu kemudian Kita waralabakan sampai kurang lebih 8 tahun sampai hari ini.

Kita ada Bangi Cafe konsep anak muda kemudian ada satu brand yang Kita ambil dari Taiwan yaitu bubble zee itu minuman bubble drink yang lagi ngetrend sekarang ini. Karena lagi ngetrend banget  dahsyat banget untuk melihat peluang-peluang itu.  Apa motivasinya membawa bangi ke Indonesia? Sebenarnya motivasi awal Kita lihat peluang waktu kita lihat kopitiam itu lagi booming  Nah kebetulan Saya punya kawan baik kawan bisnis . Dia yang punya bangi Kopitiam di Malaysia cerita punya cerita Kita sama-sama bawa masuk coba Kita jalankan.

Baca Juga : PENTINGNYA SISTEMASI DALAM BISNIS

Awalnya motivasinya cuman lebih kepada peluang bisnis nggak terpikir ni untuk di franchise kan setelah ngomong- ngomong ternyata mereka di Malaysia sudah memfranchise kan Merk, jadi SOP mengenai franchise SOP mengenai waralaba semua sudah lengkap komplit jadi awalnya skita iseng tapi ternyata sampai di Jakarta, pertama kali Kita buka 2019 kita sudah mulai waralabakan ternyata booming pak, rame jadi berbarengan dengan boomingnya kopi tiam pada saat itu booming di 2012 . Kita 2011 akhir bisa buka 2 toko lagi kemudian di 2012 kita buka 20 toko Kalau melihat dari  teman-teman yang bisnis kuliner hari ini kan booming banyak sekali pak terus banyak sekali dari mereka yang merasa kesulitan sekali untuk mengembangkan.

Apa sebetulnya yang membuat bangi kopitiam bisa berkembang begitu cepat? , by the way sekarang ada berapa outlet total yang pernah di buka 130 outlet, itu mempekerjakan berapa orang di seluruh outlet, 1 outlet bisa 25 orang berarti kurang lebih 3000 orang walaupun sekarang Kita menyusut pak kita sekitar 60- 70 itu tantangannya dalam kuliner pak, karena perkembangan begitu cepat nggak mau brand Kita lenyap harus inovasi dengan perkembangannya kalau dilihat dari perjalanan mengembangkan bisnis kuliner tantangan terberatnya apa? pertama karena inovasi harus lebih cepat karena perkembangan itu luar biasa.

Saya lihat persaingan saat ini bukan hanya persaingan kalau Kita bersaing antara rumah makan Saya lebih mudah. Ini persaingan culture pak dalam artian begini bagaimana orang tadinya orang dine in sekarang sudah ada Go food orang take away akhirnya tempat yang bagus bagaimana Kita bisa punya fasilitas yang bagus aman dulu harus ada tempat harus sewa tempat sekarang orang punya dapur doang sudah bisa jualan kreatif di sosial media tapi itu kan tantangan buat Kita juga sosial media kan nggak mudah juga.

Dengarkan dan Download : 6 kesalahan fatal Family Bisnis

Saingan Kita sekarang ya luar biasanya bukan orang yang sudah mapan tapi anak-anak muda dulu kalau selama membangun bisnis dari awal sampai sekarang pernah partnership atau pernah berpatner, pasti pernah lah dibagi aja kan kita dengan partner Kita saat ini, penting sebenarnya berpartner itu kan kita berbicara pada kolaborasi ya pak karena menurut Saya alangkah baiknya kalau Kita bisa berpartner lalu partner Kita masing-masing kita maupun partner Kita punya strength making-masing lalu Kan Saya mungkin gini pak Saya tidak mau memikirkan persentase per saham kadang percuma kita berbicara kepada Saya punya saham 100% tapi jalan nggak usahanya? lebih baik saham kamu 30% jalan terus seberapa penting sistemasi didalam membangun sebuah bisnis, kadang gini pak salami membangun sistem didalam perusahaan di combine kan dengan patner itu Amat penting sancta penting jobdesknya didalam satu organisasi itu sendiri pak didalam terjadinya benturan, rulenya kita tau.

Tom MC Ifle,

Salam Pencerahan.

By |2019-08-14T09:42:31+00:00August 14th, 2019|Coaching|0 Comments