PERKEBUNAN TEH YANG MENJADIKAN BISNIS SUKSES

//PERKEBUNAN TEH YANG MENJADIKAN BISNIS SUKSES

PERKEBUNAN TEH YANG MENJADIKAN BISNIS SUKSES

Bisnis teh saat ini sangat marak diminati, hal itu bisa dilihat dari persaingan produksi yang sangat kompetitif. Persaingan bisnis teh terjadi di dalam dan luar negeri. Lalu bagaimana upaya menggenjot bisnis teh ini?

Pelaku bisnis teh dalam negeri melihat bahwa Indonesia masih memiliki prospek pasar teh yang baik dibandingkan luar negeri. Kenapa? Karena Indonesia memiliki daun teh berkualitas tinggi. Tanaman teh dapat tumbuh subur di daerah yang memiliki temperatur dan kelembaban yang konstan, beriklim tropis dan dataran tinggi yang bersuhu dingin.

Indonesia merupakan salah satu negara Asia yang memiliki perkebunan teh yang subur, diantaranya adalah kabupaten Solok Sumatera Barat. Daerah ini merupakan dataran tinggi yang mencapai 980 sampai 1.800 MDPL. Selain teh, ada juga hortikultura seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan juga taman penyegar.

Melihat kondisi alam tersebut banyak pengusaha ingin mengolahnya menjadi bisnis perkebunan teh. Seperti yang dilakukan oleh Ilham Yudha Putra, pengusaha dari Sumatera Barat. Beliau memiliki bisnis perkebunan teh dan anggota komunitas pada pertanian organik. Beliau tidak hanya bergerak dibisnis teh saja tetapi juga hortikultura dan taman penyegarnya. Pak Yudha sendiri memiliki misi yaitu ingin membangun minat para pemuda di bidang pertanian.

BACA JUGA :5 LANGKAH SUKSES BISNIS COFFEE SHOP

Beliau menceritakan saat ke Belanda dan bertemu dengan beberapa anak yang ingin bercita-cita seperti ayahnya, meskipun hanya seorang petani. Dari situ lah ia berpikir dan memiliki misi untuk menumbuhkan minat bagi kaum muda agar mengelola pertanian dan perkebunannya sendiri. mengapa Pak Yudha lebih memilih komoditi teh untuk diolah? Karena selain dari sisi topografinya daerah Solok ternyata beliau juga mengambil filosofi dari teh tersebut yaitu teh merupakan minuman para Kaisar, Raja atau Ratu, sehingga disitulah kebanggaannya.

Bisnis teh yang beliau kelola diperoleh atau dipasok dari petani setempat. Namun perlu diketahui pada saat awal ia dan komunitasnya mengumpulkan petani itu sangat sulit. Pada saat itu petani yang diajak tidak langsung mau walaupun niat kami adalah untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Hal itu dikarenakan tipe masyarakat didaerah Solok itu mau melihat dahulu apakah benar atau tidak dan efeknya nanti akan seperti itu serta konsisten tidak. Namun kami terus meyakinkan para petani. Pada tahun 2007-2008 kami memulai pembinaan terhadap peningkatan ekonomi para petani teh dan petani sayur mayur, mereka diedukasi bagaimana meningkatkan perekonomiannya.

Jadi langkah pertama itu mengajak petani untuk kontrak harga sama industrinya. Contohnya di pertanian biasanya harga selalu tidak stabil naik turun, jadi kita coba arahkan agar perusahaan bisa melakukan kontrak harga dengan qualitynya. Setelah 5 tahun berjalan, tepatnya tahun 2014 mulai ada efeknya. Kami berjuang bersama team, walaupun tidak mudah mempertahankannya. Karena perjuangan selama 5 tahun itu bukan waktu yang singkat, banyak anggota team yang keluar dan coba refresh dahulu lalu kumpul lagi.

TONTON VIDEO INI : BISNIS PERKEBUNAN TEH OMSET MILYARAN

Kami tidak hanya membina tapi juga menjadi tradingnya, sampai menghubungkan dengan para customer. Kenapa kami ambil semuanya? Karena pertanian atau perkebunan itu tidak bisa dipisahkan antara hulu dan hilir. Maksudnya walaupun produk perkebunan kita bagus tapi kalau pemasarannya belum menemukan marketnya yang sesuai maka akan menjadi sia-sia. Jadi untuk bisnis pertanian ini harus dikombinasi antara produk perkebunannya dengan strategi pemasaran bisnisnya.

Jenis Teh dan Proses Pembuatannya

Sebelum kita bahas strategi pemasarannya, kita bahas produk perkebunannya dahulu yah. Sama hal nya dengan kopi, teh juga memiliki 2 jenis yaitu Sinensis dan Assamica. Namun saat ini ada variant baru yaitu assamica gambung, merupakan persilangan antara assamica dengan sinensis. Sebenarnya jenis teh yang saat ini ada seperti teh hitam, white tea atau green tea itu yang membedakan adalah prosesnya, sementara pohon tehnya sama. Contohnya pada proses pembuatan Teh Hitam atau lebih dikenal Black Tea, prosesnya menggunakan oksidasi.

Prosesnya setelah dipanen lalu dilayukan kemudian digulung. Kalau teh hitam difermentasi dahulu namanya enzim oksimatis, nah jadi setelah teroksidasi dia menghitam daunnya. Setelah rusak baru dikeringkan di oven. kalau Teh Hijau atau Green Tea setelah dilayukan, lalu digulung dan langsung di keringkan. Dan yang spesial dari produksi kami yaitu White Tea, salah satu teh yang dilirik oleh dunia. White tea atau teh putih ini memiliki manfaat anti oksidan 10 kali lebih besar dari pada jeruk.

Produksi White Tea ini kami beri nama Lugu’s Tea. Lugu’s Tea ini produk “Hot Item” kami, karena ini teh organik yang memiliki khasiat yang luar biasa. White Tea ini persilangan antara assamika dan sinensis, diambil dari pucuknya yang belum mekar masih kuncup lalu dikeringkan. Jika prosesnya benar maka pada saat diseduh akan mengeluarkan aroma atau sweetnees dan keemasan warnanya. Khasiat white tea yang paling utama adalah dapat menurunkan kholesterol, dan itu sudah dibuktikan dalam jurnal internasional penelitian bahwa teh ini mengandung tanin dan katetin.

DENGARKAN AUDIO BOOK INI : BAGAIMANA CARA MENDOMINASI PASAR?

Lugu’s Tea merupakan teh organik, kenapa disebut demikian? Karena budidayanya kami bilang berkelanjutan. Seperti arti kata organik sendiri yaitu budidaya yang berkelanjutan, ramah lingkungan dalam artian tidak menggunakan pestisida tapi tetap pakai pupuk yang tidak mengandung kimia sintetis. Dan saat ini kami sudah mendeklarasikan bahwa teh kami ini jenis teh organik karena sudah mendapatkan pengakuan atau sertifikat organik. Proses untuk mendapatkannya sangat sulit sekali, melalui proses yang panjang yaitu 3 tahun diaudit dan dicek lagi kebenaran organiknya.

Banyak orang berpikir kalau makanan atau minuman yang organik itu pasti mahal harganya, sebenarnya yang mahal itu prosesnya dan khasiatnya. Jadi jelas yah kalau teh organik itu sangat bermanfaat untuk kesehatan. Nah tadi sudah diceritakan perihal jenis teh, proses pembuatan teh dan cara membudidayakannya, dan diatas juga diinfokan kalau tidak bisa menemukan pasar yang tepat maka akan menjadi sia-sia.

Strategi Pemasaran Pada Bisnis Teh, Hortikultura dan Taman Penyegar

Setelah ada pembinaan dari Top Coach Indonesia, kami seolah bercermin. Sudah pada posisi atau tangga ke berapa bisnis perkebunan teh ini? Apakah langkah untuk memasarkannya sudah benar atau belum? Jadi melalui pembinaan ini kami bisa menyesuaikan managementnya. Mungkin untuk petani masalah tenaganya dan loyalitasnya itu tidak diragukan lagi, mereka luar biasa. Tetapi kalau di management, mereka menyerah karena mereka tidak bisa di marketing. Jadi yang kita pelajari dari pelatihan atau pembinaan tersebut adalah untuk menciptakan kontrak bagi program hortikultura dan taman penyegar.

BACA JUGA :4 TAHAP MEMBANGUN SISTEM MARKETING DALAM BISNIS ANDA

Misalnya harga cabai dan bawang umumnya mengikuti pasar lalu kita coba buat kontrak per bulan, Awalnya orang tidak mau, tetapi setelah dijelaskan kalau dengan kontrak ini mendapatkan keuntungan dan juga mendapat nilai positifnya akhirnya mereka mau. Kalau bicara tentang peningkatan salesnya setelah dibina cenderung naik, karena di budidaya itu bukan hanya perkebunan saja tapi di lini lain pun seperti hortikultura dan taman penyegar juga saling support.

Kalau penjualan yang lebih “hot itemnya” di hortikultura, beliau mengatakan rata-rata perbulan atau pertahun salesnya misal kebutuhan cabai rawit itu bisa 50 kilo sehari. Namun team kami bisa memenuhi 40% paling maksimal. Bisa dibayangkan cabai rawitnya bisa didapat dari mana lagi, jadi bukannya barang menumpuk tapi malah permintaannya berlebih atau banyak dan itu berkat strategi marketing. Hal itu dikarenakan mengikuti pelatihan bisnis agar bisa berubah.

Dengan adanya perubahan sistem dan goal tadi maka bisa menciptakan kepuasan customernya dan petaninya juga. Saat ini pak Yudha fokus menawarkan ke para customer diluar sana terutama untuk branding Lugu’s Tea. Beliau menyampaikan jika ingin mengkonsumsi teh asli Indonesia, konsumsilah Lugu’s Tea karena akan meningkatkan pendapatan petani Indonesia. 

Jika ada yang berminat untuk menjadi reseller atau mau membeli white tea “Lugu’s Tea” khas solok bisa dicari ke Instagram kami @lugustea dan untuk hortikultura dan taman penyegar ada di instagramnya @bukikgompongsejahtera. Jadi bisnis apapun itu harus ada kombinasi antara produk dan management. Tidak bisa produk dan management berdiri sendiri, harus bersinergi karena akan memberikan kesuksesan baik bagi petani, pembeli dan pemerintahnya.

Tom MC Ifle

Salam Pencerahan!!!

By |2019-12-16T13:44:07+07:00December 16th, 2019|Coaching|0 Comments