Peer to Peer Lending Merugikan?

//Peer to Peer Lending Merugikan?

Peer to Peer Lending Merugikan?

Beberapa  waktu lalu ada yang bertanya mengenai peer to peer lending, jadi saat ini saya buat artikel tentang peer to peer lending.

Ada hal yang menarik dari data OJK, menurut data OJK bahwa tahun 2016 lalu kebutuhan akan pembiayaan pinjaman itu mencapai 1.600 triliun rupiah. Yang 600 triliun rupiah sudah dibiayai oleh bank, tapi ada 1000 triliun tidak terlayani.

Yang menarik adalah ada sekitar 36% atau sekitar 90 juta penduduk dewasa tidak punya rekening bank. Inilah yang membuat peer to peer lending menarik.

Jadi ada individu atau para investor yang tertarik untuk menempatkan dana mereka untuk dipinjamkan, lalu dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan bunga.

Peer to peer lending di Indonesia ada beberapa kategori pertama adalah pembiayaan dalam bentuk utang berbasis patungan, berbasis peer to peer atau tanpa kartu kredit anda bisa pinjam atau menyicil membeli barang tanpa anda mengunakan kartu kredit.

Untuk pembiayaan utang, contohnya ada website seperti uangteman.com, temanusaha.com, terhubung.com, bostunai.com mekar.id, tanihub.com dan seterusnya.

Contoh Pembiayaan berbasis patungan atau pembiayaan massal bisa anda lihat di wujudkan.com, kitabisa.com, ayopeduli.com, gandengtangan.org, wecare.id dan seterusnya yang sedang hot adalah memang Peer to peer lending. Contohnya koinwork, amartha, dana didik, investree, crowdo, dan modalku.com.

Coaching

Cara kerja Peer to Peer lending pada dasarnya adalah mengantikan peranan bank menjadi peranan personal, yang biasanya pinjam uang di bank kemudian anda ganti atau diberikan orang normal bisa menjadi investor.

Saya ambil contoh ya, kita ambil contoh kalau misalnya anda investor biasanya taruh deposito ke bank, lalu uang di bank akan diberikan kepada orang-orang yang ingin meminjam uang, lalu para peminjam bayar bunga.

Sementara untuk peer to peer investor taruh uang di peer to peer atau marketplace kemudian marketplace ini akan menyampaikan dan menyebarkan informasi kepada peminjam, peminjam mendaftar lalu kemudian para investor mendapatkan bunga return dari dari Peminjam.

Ini adalah mekanismenya kalau anda punya deposito di bank anda hanya mendapatkan bunga katakanlah 3%, 2% bahkan 4% bahkan ada yang sampai 8% tetapi, pinjamannya itu bisa 21% jadi untuk investor 2% sampai 3%, tetapi untuk peminjam bayarnya 21%.

Sementara peer to peer lending bunga pinjaman lebih ringan kira-kira 14% tetapi untuk investor dapat untungnya 11% ini lah yang membuat peer to peer lending sangat-sangat atraktif jadi mekanisme ini sudah cukup populer.

Karena peer to peer lending sudah ada sejak tahun 2005 ada satu perusahaan namanya Jova, terbukti bertahan ketika krismon 2008 mereka benar-benar bisa memenangkan persaingan dengan bank-bank lainnya, disaat bank-bank lainnya mengalami masalah.

Peer to peer lending tetap bermanfaat, ini membuktikan bahwa peer to peer lending memiliki kemampuan bertahan untuk menghadapi krisis.

Contoh peer to peer lending di Indonesia, Ada peer to peer lendingnya yang cukup strong pada saat ini dan sangat populer namanya amartha.

Amartha memiliki kapasitas untuk mendanai atau sudah mendanani sekitar 260 milyar rupiah, kemudian jumlah orang yang mendapatkan dana sekitar 82 ribu lebih. Bahkan kredit macetnya 0%.

Apa yang membuat amartha menjadi sukses? amartha sukses karena menggunakan sistem tanggung renteng atau kalau anda pinjam uang kemudian anda gagal bayar, maka ada kelompok yang harus turut ikut membayar atau membiayai keterlambatan bayar tersebut jadi mekanismenya seperti apa?

Kalau anda ingin menjadi  peminjam di amartha anda harus bikin kelompok yang kedua anda harus wanita, pria nggak bisa harus wanita ada kelompok kerjanya atau kelompok Bisnisnya setelah itu membentuk sebuah komunitas, dimana mereka akan saling menjaga agar tetap bisa mendapatkan kredit dari amartha kelompok ini juga dibina oleh mahasiswa, dibina untuk mendapatkan pendidikan, pengetahuan kemudian dibina juga agar bisa mendapatkan teknik-teknik baru dalam menjalankan bisnis atau dalam melakukan produksi.

Lalu apa yang menarik dari amartha? Amartha mewajibkan orang untuk berada dalam kelompok tersebut lalu kelompok tersebut akan melakukan verifikasi.

katakan saya mau pinjam uang maka saya harus bergabung dalam sebuah kelompok untuk bergabung dalam kelompok tersebut.

Anggota kelompok tersebut wajib memverifikasi atau memberikan izin kenapa saya boleh masuk kenapa si A nggak boleh masuk? kenapa? karena mereka memiliki resiko yang besar, kalau sampai saya gagal bayar.

Dengan demikian para peminjam akan memberikan persetujuan atau tidak, karena mereka akan tahu siapa anda? rumah anda dimana?  suami anda siapa? punya masalah keluarga atau tidak? pernah pinjam uang dan lancar atau tidak dan bisnisnya benar jalan atau tidak? berapa kali anda ganti bisnis? mempunyai masalah dengan tetangga atau tidak? kemudian orangnya mudah dicari atau tidak? Hal-hal ini semua diverifikasi oleh kelompok kerja tadi.

Ini idealismenya karena mereka menggunakan model syariah dan sistemnya sangat transparan sekali, biayanya ringan, bunganya sangat-sangat ringan.

Tetapi bedanya Peer to Peer ini tidak untuk bisnis yang sangat besar ini bisnis yang pinjamannya 500 ribu, 1 juta 3 juta, hanya pinjaman kecil. Jadi tidak ada  bisnis-bisnis yang milliaran mau bangun rumah, itu nggak bisa, semua rata-rata untuk kelompok usaha.

Coaching

Berbeda dengan investree, investree.id adalah Peer to peer lending yang basicnya adalah pembiayaan bisnis dan personal, contohnya ada bisa pinjam untuk renovasi rumah pendidikan, berlibur, pernikahan,  biaya kesehatan kendaraan bermotor, pinjaman personal lainnya, anda bisa menggunakan peer to peer lending ini.

Untuk bisnis ada yang namanya invoice financing kalau anda adalah online bisnis, anda bisa dapat online seller financing, kalau anda pembiayaan usaha syariah juga bisa digunakan atau mengunakan investree, yang menarik investree lebih tinggi biayanya, kenapa? karena kita akan mendapatkan rating.

Kita sebutnya rating, kita lihat ya orang yang daftar di investree bisa mendapatkan dana sampai dengan 10 juta sampai 2 milliaran yang dalam proses funding, kemudian ada ratingnya ada rating A1++ gitu ya ada A1+ ada B1, B2 dan seterusnya rating ini menunjukkan berapa besar resikonya, semakin tinggi resikonya semakin tinggi bunganya, semakin rendah ratingnya semakin rendah bunganya, di investree ada ada istilah risk profile, profile Resiko yang sudah di investigasi lewat kredit scoring kalau anda A1 scorenya bunganya lebih rendah dari C3.

Untuk C3 ini benar-benar high risk, ini untuk pinjaman Bisnis. Lalu ada pinjaman personal, A1 itu bunganya dibawah 1% perbulan sementara C3 2,2% perbulan.

Jadi masing-masing profil ada resikonya, lalu bagaimana cara mereka mengidentifikasi atau menganalisa kelayakan dari sebuah usaha.  Mereka mengunakan sistem yang nama kredit scoring.

Saya kasih contoh yang namanya kredit scoring ada fico. Fico adalah alat untuk melakukan kredit scooring, berdasarkan data-data yang masuk misalnya anda laki-laki atau perempuan?, umur? kemudian bisnisnya apa? bidang usahanya apa? lama pinjamannya? apa pernah pinjam di tempat lain atau tidak? ini semua dihitung dan dijadikan scoring.

Semakin tinggi scorenya maka anda semakin layak dapat pembiayaan, makin rendah scorenya makin tidak layak.

Coaching

Contoh kredit scoring dari Fico. Ini total scorenya sekian berarti bagus, mereka membandingkan dari payment story dari jumlah yang dipinjam kemudian jumlah kreditnya, panjang kredit dan juga seberapa beresiko atau kredit mixnya seperti apa.

Coaching

Ada bisnis yang cukup populer namanya Lending Club, Lending Club di amerika mereka mengunakan peer to peer lending dan sudah ada semacam statistik tentang resiko.

Menurut Lending Club yang terbaik adalah kalau orang pinjam uang untuk vacation, wedding atau green energy, baik untuk yang pinjam uang ataupun yang mendanai, resikonya relatif kecil karena biasanya orang yang vacation, wedding, dan seterusnya itu ada returnnya yang biasa-biasanya resikonya moderate kalau mau beli mobil, berobat, kemudian refinance credit card dan seterusnya.

Dan yang paling worst adalah pindah rumah, edukasi, kemudian DP rumah, renovasi rumah ini termasuk yang relatif yang high risk.

Coaching

Anda sudah belajar tentang konsep Peer to Peer lending. Strategi apa yang bisa digunakan untuk bisa sukses dalam berinvestasi di peer to peer landing, strategi yang saya rekomendasi adalah Strategi Difersifikasi, kenapa difersifikasi karena kalau saya punya uang misalnya 10 juta, kemudian anda paksakan 10 juta masuk ke dalam satu tempat, kalau bisnis itu gagal otomatis anda uang itu akan habis  semua, tapi kalau anda pecah lima ratus ribu anda bisa pecah ke 20 account, ya otomatis returnnya bisa terukur, strategi yang kedua adalah ekosistem, carilah peer to peer landing yang punya ekosistem jangan hanya pinjam uang dan selesai. yang ketiga anda yang harus menguasai bidang usaha.

Kalau anda tidak kuasai bidang usaha yang anda berikan pinjaman otomatis resiko anda bener-bener besar sekali kita bisa sampai sama seperti gambling.

Kenapa saya tertarik dengan peer to peer landing dan kenapa menurut saya peer to peer landing ini cukup menarik karena saya sendiri punya koperasi, koperasi saya ada di pamulang ada dua cabang.

Kita buka koperasi sama-sama dengan kelompok disana dan hasilnya cukup bagus, satu bulan satu tahun keuntungannya cukup bagus meskipun istilahnya returnya lebih baik karena anggotanya lebih banyak ini koperasi kita, namanya koperasi sumber rizki anggotanya banyak, kelompoknya juga banyak kreditnya bisa macam-macam ada ada bridging, kredit multiguna, kepemilikan tanah, investasi kemudian, makanya ada banyak foto-foto dan gambar saya karna untuk edukasi untuk para pengusaha yang ada di koperasi kita dan kita juga mengunakan sistem layanan yang diupayakan maksimal untuk kecepatan.

Coaching

Jadi apa yang membedakan antara koperasi dan BPR? Koperasi sifatnya lebih ke masyarakatan dan lebih saling mengenal dibandingkan kalau kita berbicara soal perbankan yang kedua adalah lebih cepat, kreditnya bisa mendapatkan keputusan kreditnya lebih cepat.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda bisa memberikan ide-ide bagaimana cara kerja peer to peer landing kalau anda  bertanya sampai sejauh mana, masa depan peer to peer landing saya tidak bisa bicara.

Jika kita melihat koperasi, koperasi sebetulnya ada bentuk lain dari peer to peer landing, Hanya di kelola secara lebih profesional, misalnya ada anggota yang lebih menaruh simpanan tetap. lalu kemudian dikelola uangnya lalu diberikan kepada orang yang membutuhkan. Terimakasih

Saya Tom MC Ifle,

 

Salam Pencerahan

By |2019-02-04T17:22:54+00:00February 4th, 2019|Finance|0 Comments
Translate »