5 NIAT MEMBANGUN BISNIS

Membangun Bisnis
Niat secara sederhana diartikan untuk menilai benarnya suatu perbuatan. Ketika niat Anda benar, maka perbuatan itu benar dan jika niat Anda buruk, maka perbuatan itu buruk. Inilah bagian dari amal usaha guna memulai segala macam aktifitas, termasuk dalam bisnis.
Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa harus niat? Harusnya yang penting uang dong, bukan niat. Benar, uang itu penting. Tapi, niat jauh lebih penting. Dengan niat, Anda bisa sampai pada tujuan yang tepat. Tanpa niat, Anda akan tersesat.
Bukankah Membangun Bisnis berangkat dari niat? Ingin sukses, hidup sejahtera, membahagiakan orang tua, bisa menyekolahkan anak-anak, dst. Begitulan niat, ini adalah perbuatan hati, keinginan seseorang mencapai suatu hal. Karena itu, tatalah niat Anda dengan baik dan benar.
Ambil contoh ketika sebuah perusahaan berniat mendapatkan benefit yang banyak, tapi dengan cara yang tidak benar. Seperti: tidak membayar hutang Bank, tidak memprioritaskan pelayanan, bahkan melakukan tindakan korupsi, suap dll. Apa yang terjadi kemudian? Tentu akan merugikan banyak orang, banyak yang dikecewakan, bahkan bisa membuat Anda terjerumus dalam penjara. Inilah yang terjadi jika niatnya sudah buruk.
Saya memiliki 5 (lima) Niat yang mungkin bisa Anda terapkan dalam menjalankan bisnis Anda.
1# Niatkan Bisnis Menjadi Saluran Berkat
Membangun Bisnis1
Niatkanlah Bisnis yang Anda jalankan demi mendapatkan keberkatan. Berkat bagi semua orang, karyawan, customer bahkan perusahaan-perusahaan lain. Anda tentu tidak mau kan, rezeki Bisnis Anda berkurang atau bahkan gulung tikar.
Tanda-tanda Bisnis yang tidak berkah, biasanya justru membuat Anda gelisah, merasa tidak cukup dan merugikan banyak pihak. Bisa pula karena niatnya salah, karena ingin memperkaya diri sendiri, akhirnya Anda melakukannya cara yang tidak benar.
Seperti; berjudi, berjudi ini bukan hanya bermain kartu dan bertaruh uang. Dalam bisnis, Anda mungkin melakukan bisnis spekulasi, beli stock barang yang belum tentu laku, buka cabang tapi tanpa riset. Semua itu dilakukan karena niatnya hanya untuk diri sendiri, bukan banyak orang. Coba Anda perbaiki niat Anda, supaya bisnis Anda bisa membawa berkat. Saya yakin niat ini bisa membantu bisnis yang Anda jalankan.
Contoh, PayTren milik Ustadz Yusuf Mansur. Bisnisnya sederhana, hanya jual Pulsa, Token listrik, Tiket dan pembayaran tagihan-tagihan bulanan melalui gadget. Tapi karena diniatkan bisa memberikan berkat bagi semua orang, memudahkan banyak orang. Akhirnya PayTren bisa berkembang cukup cepat bahkan hanya dalam kurung waktu 3 tahun sudah memiliki ratusan bahkan ribuan anggota. Karena itu niatkanlah bisnis Anda supaya menjadi saluran berkat bagi semua orang.
2# Niatkan Memberi Manfaat Bukan Mengambil Hak Orang Lain
Membangun Bisnis3
Apakah Membangun Bisnis hanya fokus pada keuntungan? Tidak. Itu semua adalah alasan materi. Apabila alasan Anda hanya materi, tentu besar kemungkinan tujuan Anda hanya menikmati hidup sesukanya, berfoya-foya, meraih popularitas, dan untuk kepentingan Anda sendiri. Bahkan bagi Anda mengambil hak orang lain adalah perkara yang biasa. Bisakah kemudian Anda sukses dengan niat seperti itu? tentu tidak.
Coba bayangkan, jika perusahaan Anda hanya fokus pada omset. Apa yang terjadi? Tentu untuk meraih omset yang banyak, Anda akan mengabaikan berbagai macam hal. Salah satunya adalah memperkaya hutang, tidak berniat melunasi hutang Bank, tidak peduli terhadap gaji karyawan dan bisa pula mengambil hak customer Anda sendiri.
Ingatlah, apapun yang Anda ambil, Anda harus membayarkan kembali. apapun yang Anda lakukan, Anda harus bertanggung jawab. Apa yang Anda tabur, pasti Anda tuai. Jika Anda merugikan orang lain pasti juga ada yang meminta ganti rugi.
Bisa Anda liat di beberapa jenis usaha yang ternyata merugikan banyak pihak. Salah satu contoh adalah Usaha bakso tapi ternyata memakai formalin, menjual ayam tapi sudah busuk. Apakah ini memberikan manfaat bagi orang lain? Tidak, justru merugikan banyak orang. Hak untuk menikmati bakso yang Anda makan, ayam yang Anda beli tidak terpenuhi. Ini terjadi karena orang hanya fokus pada omsetnya, tidak pada niatnya.
3# Tuntaskan Pekerjaan
Menuntaskan Pekerjaan
Seorang pebisnis harus mempunyai konsistensi dalam bekerja. Konsistensi ini merupakan niatan supaya Anda tidak teledor dan hanya ingin menikmati hasil tanpa kerja keras. Padahal banyak hal yang Anda tinggal, seperti pekerjaan masih menumpuk, komplain customer yang diabaikan atau bisa juga saat Anda berhalangan menyelesaikan pekerjaan, tapi tidak Anda bayar.
Kalau Anda terus meninggalkan pekerjaan dan mengabaikannya, apakah Anda bisa mewujudkan bisnis yang berkat dan bermanfaat bagi orang banyak? Tidak mungkin. Sehingga niatkanlah tugas atau pekerjaan yang Anda tangani hari ini, harus tuntas. Karena dengan niat menuntaskan semua pekerjaan, maka Anda bisa merencanakan tugas berikutnya.
Menuntaskan pekerjaan merupakan kesuksesan kecil yang bisa Anda rasakan. Setelah pekerjaan Anda selesai, Anda bisa menikmati jerih payah Anda sendiri dan merasakan kenikmatan yang Luar Biasa.
4# Melayani Bukan Untuk Dilayani
Membangun Bisnis4
Bangunlah niatan melayani bukan dilayani. Apabila Anda adalah seorang pebisnis, maka layanilah pelanggan Anda, layanilah tamu Anda. Jangan merasa sudah sukses dan kaya, sehingga orang lain harus hormat dan memberikan pelayanan terbaik untuk Anda.
Apakah itu baik? Tidak. Merendahkan Diri, bukan berarti Anda adalah orang rendahan, merendahkan hati membuat Anda disukai banyak orang bahkan selalu mendapatkan tempat terhormat bagi masyarakat.
Contohnya adalah Bill Gates, walaupun dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia karena menciptakan terobosan sebuah perangkat lunak yang sangat bermanfaat bagi semua orang yakni Microsoft. Tetapi, Bill Gates tetap dikenal sebagai orang yang rendah hati dan tetap ingin menggunakan kekayaannya untuk kepentingan orang banyak. Inilah niatan yang harusnya dibangun oleh seorang pebisnis. Yakni, tidak pernah segan untuk merendahkan hatinya bagi siapapun.
Bekerjalah dengan penuh cinta, maka semua cita-cita dan impian pasti akan menjadi kenyataan.
5# Selalu Bersyukur
bersyukur1
Selalu bersyukur atas hasil yang Anda peroleh. Ingat, bersyukur bukan berarti pasrah ya. Bukan berarti pula menerima hasil apa adanya. Jika Anda salah mengartikan niat, maka Anda gagal sukses.
Bersyukur itu artinya melakukan segala macam upaya, jerih payah dengan seluruh panca indra, dengan seluruh energi Anda, dengan seluruh waktu yang Anda punya. Dengan seluruh pikiran yang Anda miliki. Setelah itu yang harus Anda lakukan adalah apapun hasilnya. Syukurilah! Karena Anda sudah melakukan yang terbaik.
Ingatlah, bahwa dunia bisnis merupakan interaksi antara berbagai tipe manusia. Itu artinya, sangat berpotensi menjerumuskan Anda ke dalam hal-hal yang salah dan tidak benar. Baik karena didesak oleh kebutuhan perut, diajak bersekongkol dengan orang lain secara tidak sah atau karena ketatnya persaingan yang membuat Anda melakukan hal-hal yang tidak jujur. Karena itu ke lima niat diatas harus dipegang erat-erat bagi pebisnis. Sehingga nantinya, Anda memiliki bisnis yang bermanfaat bagi semua orang.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *