MBTI adalah Jenis Psikotes untuk mengetahui Kepribadian

Satu lagi alat tes psikologi yang sering digunakan dalam merekrut karyawan baru, yang dinamakan MBTI. Tes ini dikenalkan oleh Katherine Briggs dan Isabel Briggs. MBTI adalah singkatan dari Myres Briggs Type Indicator. Metode ini berisi pertanyaan tentang perasaan atau tindakan seseorang dalam menghadapi situasi tertentu.

MBTI sangat populer digunakan oleh perusahaan dalam merekrut karyawannya. Perbedaan mendasar yang dimiliki MBTI dibandingkan psikotes lainnya adalah dalam hal penggunaan. MBTI lebih mudah digunakan dibanding psikotes yang lainnya, karena dengan MBTI seseorang bisa mengevaluasi dirinya sendiri, dan dapat melihat jawaban dominan yang akan menggambarkan kepribadiannya.

MBTI tidak hanya digunakan dalam merekrut karyawan, tetapi juga bisa digunakan dalam berbagai bidang. Misalnya bidang pendidikan, MBTI mampu menunjukkan perkembangan berbagai metode belajar mengajar di kelas. Metode ini juga dapat membantu dalam menciptakan motivasi belajar.

Metode seperti ini biasanya juga digunakan dalam proses konseling. MBTI mampu membantu individu untuk mengetahui kekuatan yang ada dalam dirinya. Sehingga mereka mampu mengembangkan diri dan memecahkan setiap masalah yang terjadi. Hidup mereka pun menjadi lebih terarah.

Tidak hanya digunakan saat perekrutan, saat pengembangan karir pun MBTI ini juga sering digunakan. Metode ini akan membantu individu dalam memilih bidang pekerjaan yang cocok. Metode ini juga akan mengarahkan karir yang sesuai dengan kepribadian orang tersebut.

Empat dimensi yang digunakan dalam MBTI adalah extraverted-introvert, sensing-intuisi, thinking-feeling, dan judging-perceiving. Extraverted-invtrovert membahas mengenai cara memusatkan perhatian. Sensing-intuisi membahas mengenai cara menerima informasi dari luar. Thinking-feeling membahas mengenai cara menarik kesimpulan. Judging-perceiving membahas mengenai pola hidup.

Extraverted (E), adalah kecenderungan untuk fokus terhadap dunia luar. Sifat ini cenderung suka berinteraksi, antusias, dan tegas. Ciri-ciri orang extraverted adalah suka berteman, cerewet, suka berkelompok, ekspresif, dan mempunyai banyak teman. Kelemahan dari sifat ini adalah mudah dialihkan perhatiannya.

Introvert (I), adalah kecenderungan seseorang untuk fokus pada dirinya sendiri. Sifat orang seperti ini cenderung tenang dan suka berhati-hati. Ciri-ciri orang introvert adalah lebih suka menyendiri, tenang, lebih sedikit teman, kurang bersosialisasi, dan selalu berpikir dulu sebelum bertindak.

Sensing (S), menunjukkan cara orang dalam memproses data. Orang-orang dengan sifat ini hanya fokus pada keadaan saat ini. Ciri-ciri orang sensing yaitu, realistis, hidup di masa kini, mengamati keadaan sekeliling, memperhatikan segala sesuatu secara detail, dan lebih mengutamakan panca indera.

Intuisi (I), berarti cara orang memproses data dengan fokus pada keadaan di masa depan. Ciri-ciri orang yang bersifat intuisi antara lain, fokus pada masa depan, selalu melihat pada kemungkinan, inovatif, berpikir secara mendalam, idealis, dan teoritis dalam mengambil keputusan.

Thingking (T), membahas tentang cara dalam mengambil keputusan. Orang-orang yang bersifat thingking akan lebih menggunakan fikiran dibanding hatinya dalam mengambil setiap keputusan. Ciri-ciri orang thingking adalah logis, obyektif, rasional, kritis, dan tegas dalam menghadapi orang lain.

Feeling (F), orang dengan tipe ini cenderung menggunakan perasaannya dalam mengambil setiap keputusan. Ciri-ciri lain orang tipe feeling adalah tidak suka dengan adanya konflik, sering merasa kasihan, pengambilan keputusan sering berdasarkan emosi, memiliki empati yang tinggi, dan bersikap lembut.

Judging (J), orang dengan tipe ini senang mencari kesimpulan. Mereka menyukai sesuatu yang berurutan. Ciri-ciri orang dengan tipe ini adalah bisa memutuskan sesuatu, terkendali, teratur, terjadwal, bertanggung jawab, cepat dalam menangani tugas, dan senang membuat rencana-rencana yang terstruktur.

Perceiving (P), orang dengan tipe ini menyukai hal-hal yang berakhir dengan pilihan yang bebas. Mereka lebih mudah beradaptasi. Ciri-ciri lain dari sifat ini adalah santai, fleksibel, suka menunda-nunda, bersikap spontan, suka menunda-nunda pekerjaan, dan tidak menyukai rutinitas.

Keuntungan dalam menggunakan MBTI adalah mampu menguatkan keyakinan akan kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Sehingga kita mampu menentukan pekerjaan yang cocok, sesuai dengan kepribadian kita. Banyak perusahaan yang menggunakan MBTI dalam prose rekrutmen karyawan, hal ini dapat membantu kita untuk mengantisipasi diri agar tidak mendaftar pada lowongan kerja yang tidak sesuai dengan kepribadian kita.

Jika Anda ingin mengetahui Business tools apa saja yang akan Anda gunakan untuk meningkatkan profit, sales, efisiensi, dan ekspansi dan lain-lain, Anda dapat klik link ini : http://topcoachindonesia.com/business-coaching/business-tools/

Salam Pencerahan,
Tom Mc Ifle
Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *