MANAGEMENT WINNER VS LOSER

//MANAGEMENT WINNER VS LOSER

MANAGEMENT WINNER VS LOSER

Pada artikel kali ini kita akan membahas ada 3 gaya manajemen atau management style yang bisa Anda adopsi, untuk membuat bisnis Anda menjadi lebih maju, lebih sukses dan lebih maksimal. 3 Tipe manajemen ini menyebabkan 46% bisnis yang dimulai gagal akibat miss manajemen, bahkan 90%  perusahaan tutup, 96% tutup setelah 10 tahun. 46% penyebabnya adalah mismanagement untuk itu memang penting banget buat kita mengetahui apa sih sebenarnya yang bisa Anda lakukan agar tidak menjalankan mismanagement.

mismanagement

Ada  3 gaya manajemen diluar sana mungkin ada banyak lagi yang lain, 3 gaya manajemen ini banyak diadopsi perusahaan. Gaya manajemen yang pertama kita sebutnya adalah manajemen by Crisis. Manajemen   by Crisis itu tidak sama dengan Crisis manajemen, Manajemen by crisis adalah: saya baru mengelola jika ada krisis, saya baru turun tangan jika ada crisis, saya baru serius jika ada crisis maka disebut manajemen by crisis.

Apakah  style management  ini baik? kalau ditanya seperti itu, banyak sekali business owner bahkan hampir 50% para manager, leader, business owner, mengadopsi gaya management ini, akhirnya seperti apa? mereka menjadi pemadam kebakaran, mereka melakukan aktifitas yang tidak memberikan nilai tambah untuk pelanggan, mereka membuat hidup penuh dengan stress, dan membuat business ini penuh dengan deadline. Ya deadline ini dan deadline itu, dan schedullenya itu sangat-sangat agresif. Pembaca kalau anda melakukan management by crisis ini, akan membuat bisnis anda selalu mempunyai  crisis baru, anda mengolah dengan baik, kalau tidak ada crisis anda akan anteng-anteng saja itu disebut management by crisis.

Kalau  crisis manajemen adalah hal-hal apa yang mungkin terjadi yang bisa kita kelola? kita memikirkan dua langkah, tiga langkah kedepan itu namanya Crisis manajemen, jadi apakah bagus menurut pembaca untuk membuat manajemen by crisis?  Menurut saya  kalau Anda tidak berhati-hati, manajemen by crisis akan membuat Anda stress, membuat team Anda stress, membuat strategi bisnis Anda tidak berjalan, karena awalnya Anda ingin membuat bisnis Anda berjalan dengan baik, tetapi ternyata kalau tidak ada crisis, mereka tidak mau bekerja kalau belum ada hal urgent, tidak dijalankan kalau belum akhir tahun, belum mengejar target, jadi awal tahun sampai akhir tahun pekerjaan pengejaran target itu baru dikejar 2 atau 3 bulan terakhir. Ketika  Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus semuanya relaks dan santai, slow, jika sudah last minute baru kejar-kejaran, hal itu sangat-sangat berbahaya.

Itu namanya manajemen by crisis. Kita thau kita punya waktu 1 bulan, akhir bulan Anda akan dihitung insentifnya lalu team Anda tanggal 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, sampai dengan 20, diam-diam aja santai-santai aja, sampai akhirnya last minute baru sibuk mengejar piutang, jadi kalau dilihat grafik tanggal 1 sampai tanggal 20 grafiknya flat(datar), baru tanggal 25 keatas tiba-tiba naik itu namanya manajemen by crisis. Nah,  pembaca manajemen by crisis tidak efektif untuk jangka panjang, itu baik untuk jangka menengah, untuk jangka pendek juga oke. Jangka  panjang tidak efektif, karena kita mendidik orang atau karyawan untuk bekerja last minute.

crisis

Nah gaya manajemen yang kedua namanya management by exception. Management  by exception itu tepat untuk accounting, jadi ada sistem accounting dimana kalau saya akan membaca laporan keuangan kecuali kalau over budged, kecuali diluar kebiasaan, baru saya periksa, nah itu namanya management by exception.

Umumnya audit melakukan seperti ini, tetapi kalau Anda menjalankan management by exception tanpa planning, anda tidak tahu mana yang menjadi exception, mana yang tidak menjadi exception? Secara sederhana itu artinya pengecualian, misalnya contohnya begini  tahun ini target saya 100 milyar, berarti kalau saya setiap bulan mencapai avarage 35 – 40 Juta per bulan, saya oke, artinya, saya tidak akan periksa, saya tidak akan control ,saya tidak akan melakukan tindakan apa-apa, kecuali kalau dia dibawah budged, saya baru akan cek. gitu ya management by exception,  menggunakan management by exception tanpa memastikan team anda menguasai ilmu penjualan, ilmu marketing, ilmu yang sangat mereka kuasai untuk di delegasikan, anda akan mengalami kesulitan Kalau tidak punya ilmunya.

Kalau team anda punya ilmunya, anda hemat, kenapa hemat? Karena anda tidak perlu terus menerus ngecek, anda anggap oke managementnya. Kalau ada apa-apa kamu akan saya periksa. Management by exception efektif untuk budgedting,  tapi tidak efektif untuk  total management.

management-by-exception

Yang saat ini cukup baik dan efektif yang bisa anda lakukan namanya management by objektif. Itu  adalah gaya management  yang ketiga yaitu management by objektive. Peter F Drucker selalu mengatakan manajemen by result. Management  by result adalah kita ingin,  tim kita paham objektif apa yang harus mereka capai, paham result apa yang mereka capai, tiap pagi saya briefing di bawah dengan tim sales saya. Apa yang mereka cek apa result yang mereka harus capai sore nanti? apa result yang sudah dicapai kemarin? kita berbicara tentang manajemen by result, kecuali kalau resultnya baik kalau resultnya baik saya baik-baik aja kalau resultnya tidak baik? saya akan coaching.

management-by-objectives

Management  by objective membuat karyawan lebih sadar akan target-target mereka, tahu apa yang mereka harus capai, dan mereka akan menggunakan pengalaman mereka, kemampuan mereka, untuk mengejar result dihari itu,  management by objective akan lebih efektif untuk daily result, weekly result, bahkan monthly result, thank so much.

 

Saya Tom MC Ifle,

 

Salam Pencerahan

By |2019-03-04T15:08:47+00:00March 1st, 2019|Cash Flow|0 Comments