MAAF, DALAM BERBISNIS, NIAT SAJA TIDAK CUKUP

Niat Bisnis
Setiap niat yang Anda miliki akan mendorong tindakan tertentu. Memiliki niat yang baik dalam bisnis juga akan membuat kesadaran dalam diri Anda untuk terus berusaha. Niat, memang memiliki peranan yang sangat penting dalam diri Anda untuk melakukan perubahan terhadap kehidupan Anda. Namun, kenyataannya niat saja tidak akan membawa Anda menjadi orang hebat. Perlu banyak tambahan keahlian untuk mewujudkan niat ini.
Ada beberapa pertanyaannya yang diajukan oleh beberapa klien kepada saya, “Coach Tom kalau berbisnis niatnya apa sih?”
Mungkin niat ini berbeda dengan orang lain, ada orang yang berbisnis karena ingin kaya, makmur, banyak kontribusi, mendapatkan extra income dsb. Nah, kalau ditanya niat saya dalam melakukan bisnis adalah ingin membantu sesama. Dalam artian, saya memiliki skill yang bisa dikatakan langka dan jarang dimiliki oleh banyak orang.
Apa skill itu? Skill saya adalah melihat peluang yang tidak bisa dilihat oleh banyak orang. Misal contohnya, kalau saya datang ke suatu perusahaan lalu perusahaan tersebut mengalami banyak masalah dan sulit menentukan prioritas atau hal-hal yang harus dilakukan terlebih dahulu. Maka ketika saya masuk, biasanya saya langsung bisa menemukan beberapa ide untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Saya ambil satu contoh, ada satu perusahaan yang cukup besar dan omset minimumnya bisa sampai mencapai 1 milyar perbulan tetapi mereka mempunyai banyak problem. Baik problem dengan karyawan, vendor, customer, toko-toko, pemerintah dll. Mereka kemudian bertanya, “Coach, bagaimana caranya mengatasi masalah ini?”
Saya melakukan analisa singkat dan kemudian mencoba untuk menemukan strategi yang efektif. Tugas yang saya berikan kepada perusahaan tersebut hanya satu dan memang belum tentu tugas tersebut merupakan solusi permanen tetapi ini adalah sebuah awal yang saya berikan untuk melakukan “morning briefing” setiap hari dan tidak boleh putus.
Kedisiplinan dalam melakukan ini akan menentukan strategi berikutnya, lalu pada saat mereka melakukan morning briefing hasilnya akan sangat-sangat luar biasa. Padahal ini hanya satu strategi, yakni morning briefing.
Untuk detail bagaimana morning briefing dilakukan? Saya akan ajarkan di workshop-workshop yang saya adakan. Tetapi intisarinya mudah, yakni morning briefing harus dijadikan sebagai sebuah ritual yang membuat orang merasakan mereka berada di dalam lingkungan yang nyaman.
So, pertanyaan saya adalah apa Niat Anda dalam membangun Bisnis?
Niat Bisnis1
Terdapat beberapa strategi yang penting dan berkaitan sekali dengan niat ini. Andai kata Anda memiliki niat yang salah tentu strategi bisnisnya juga salah. Nah, misal saja dalam menjalankan bisnis, niat Anda terpaku pada uang maka dalam menjalankan bisnis Anda hanya fokus pada ‘berapa nilai yang saya dapatkan’ bukan berapa banyak nilai yang saya berikan.
Ada satu kasus menarik, teman saya menjalankan bisnis MLM. Kemudian pada saat dia melakukan prospek yang ditonjolkan adalah uangnya, “Kalau kita berbisnis harus mendapatkan uang yang banyak, kalau kita jualan harus dapat untung yang banyak.” Sehingga, yang ada dikepala dia adalah saya harus mempunyai uang, uang dan uang. Setiap kali bertemu prospek yang dikejar adalah harus closing dan sedikit memaksa. Yang jadi masalah adalah kalau fokusnya seperti itu, berapa banyak orang yang senang dengan cara yang seperti ini?
Setiap kali bertemu yang dibahas adalah bisnis MLM dan seberapa besar yang bisa didapatkan dari seseorang. Padahal tujuan orang-orang mungkin bertemu dengan Anda adalah untuk reuni atau sekedar main-main, eh yang dibahas adalah point value. So, kalau niatnya salah akan kembali lagi kepada cara berpikir Anda yang salah. Jadi, apa sih niat yang bisa dimiliki dalam bisnis?
Mengapa Berbisnis?
Niat yang pertama dan harus dimiliki dalam membangun sebuah bisnis adalah mengapa Anda memilih bisnis? mengapa Anda tidak memilih menjadi karyawan? Pastinya orang yang memilih bisnis ada skill atau ambisi tertentu.
Nah, ada orang-orang yang berbisnis dan sukses niatnya bukan hanya sekedar mencari uang tetapi niatnya adalah mengaktualisasikan apa yang mereka miliki. Maunya mencari peluang, menemukan peluang dan karena yang dipikirkan atau dicari adalah peluang maka yang didapatkan adalah peluang.
Ada juga bisnis yang sukses karena pada saat membangun bisnis, mereka niatkan untuk berbagi. Jadi, mereka tidak sekedar berbisnis jual beli tetapi melakukan socialpreneur, mereka membuat sebuah wahana dan sarana untuk membuat orang bisa menggunakan fasilitas tersebut sekaligus mendapatkan keuntungan. Lalu ada juga pengusaha yang niat pertamanya adalah ingin membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak, membantu banyak orang.
Related Artikel : 5 Niat Membangun Bisnis
4 Syarat Membangun Bisnis Selain Niat
Pertanyaan saya sekarang adalah di dalam bisnis ternyata niat mulia saja tidak cukup. Kenapa? Hal yang perlu Anda catat adalah dalam bisnis harus ada empat aspek yang harus benar-benar Anda pikirkan, sehingga bukan hanya niat saja tetapi ada syarat yang ketika empat hal ini dilakukan maka niat Anda dalam berbisnis akan tercapai.
1. Bisnis yang Menguntungkan
Niat Bisnis2
Aspek pertama adalah bisnis akan bisa bertahan hidup jika menguntungkan. Kalau Anda bisa membuat bisnis yang profitable, maka bisnis Anda bisa lebih bertahan untuk survive. Ibarat kita makan dan minum yang cukup untuk bertahan hidup. Nah, itu adalah profit Anda dan ingat, tanpa profit Anda akan selalu kekurangan gizi atau dalam hal ini adalah defisit.
2. Manusia yang Kompeten
Aspek yang kedua adalah aspek manusia. Tidak mungkin sebuah bisnis berkembang tanpa memiliki orang yang berkompeten. Sehingga berniat untuk membangun bisnis dengan jumlah karyawan yang banyak tetapi tidak terlatih itu justru akan membawa dampak buruk bagi bisnis yang Anda bangun.
So, aspek manusia ini bisa menjadi faktor kegagalan yang cukup menyakitkan bagi Anda. Kenapa? Pada saat Anda mempunyai niatan yang baik, ingin membantu orang lain yang kesusahan, merekrut karyawan yang banyak atau mengajak keluarga. Tetapi ketika mereka tidak terlatih dan tidak berkompeten, maka mereka bisa jadi akan menghianati bisnis Anda.
3. Sistem yang Baik
Pada saat Anda membangun bisnis, targetnya harus bisa membuat bisnis Anda bertahan hidup, melatih karyawan lebih efektif dan juga membuat karyawan bekerja dengan sistem. Karena sistem yang baik membuat bisnis Anda long-term.
Kalau hanya mengandalkan pada profit saja, bisa jadi Anda hanya bisa hidup untuk hari ini atau jika memiliki karyawan yang bagus, Anda mungkin bisa bertahan hidup beberapa tahun saja. Tetapi kalau Anda mempunyai sistem, bisnis Anda akan bisa hidup puluhan tahun bahkan ratusan tahun.
So, kalau Anda tahu teknik-teknik yang paling simpel untuk mensistemasi bisnis maka bisnis Anda akan jauh lebih kuat, walaupun dalam kondisi krisis.
4. Manajemen
meraih kepercayaan
Setiap usaha yang Anda jalankan dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik.
Nah, sistem manajemen yang kacau akan membawa dampak buruk terhadap bisnis yang Anda jalankan. Bisa jadi akan ada pengeluaran yang tidak dibutuhkan, bahan-bahan baku yang terbuang percuma, karyawan yang tidak produktif dan mungkin deskripsi pekerjaan yang tidak jelas.
Manajemen di sini maksudnya adalah kumpulan orang-orang professional yang bisa mengendalikan bisnis Anda walaupun Anda tidak di tempat. Ingat, membangun bisnis tidak cukup dengan niat tetapi harus bisa memberikan Anda keuntungan karena dengan untung Anda akan bertahan hidup, kemudian Anda bisa bertahan kalau punya tim yang solid, ada sistem yang bagus dan yang terakhir adalah orang yang bisa menjalankan manajemen.
Jadi pertanyaan klien saya, “Niat Coach Tom untuk berbisnis apa?” Itu menjadi sangat-sangat tidak relevan kalau misalnya saya tidak mempunyai 4 (empat) hal ini.
Semoga Anda bisa mendapatkan manfaat dalam artikel kali ini dan semoga memberikan ide atau pemikiran sehingga Anda bisa mempunyai niat yang baik dan diluar dari niat itu juga ada action serta strategi yang bagus.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *