JANGAN JADI PENGUSAHA, ENAKAN JADI KARYAWAN

//JANGAN JADI PENGUSAHA, ENAKAN JADI KARYAWAN

JANGAN JADI PENGUSAHA, ENAKAN JADI KARYAWAN

Business Owner adalah seseorang atau badan yang memiliki badan usaha dalam upaya untuk mendapatkan keuntungan dari keberhasilan operasional perusahaannya. Dari pengertiannya tersebut dideskripsikan bahwa Business Owner merupakan penentu kesuksesan bisnisnya dan tugasnya sangat bervariasi tergantung pada jenis struktur dan industrinya.

Menjadi Business Owner bukanlah pekerjaan mudah, karena jika tidak memiliki kemampuan yang baik maka perusahaan atau bisnisnya tidak akan bisa berjalan. Business Owner harus memahami sepenuhnya tentang produk, pesaing sampai dengan tuntutan konsumen. Namun masih banyak orang yang menginginkan menjadi Business Owner, mereka bertanya bagaimana cara menjadi seorang pengusaha yang hebat? Atau bagaimana cara memiliki bisnis? Hal itu diungkapkan orang-orang yang sudah pernah menjadi karyawan lalu merasa bahwa lebih enak jadi pengusaha. 

Padahal kalau mereka tahu betapa besar tanggung jawab dan tugas seorang Business Owner maka mereka lebih baik menjadi karyawan. Kenapa? Karena menjadi seorang karyawan itu sangat-sangat enak, misalnya kalau mau pulang setelah jam kerja habis bisa langsung pulang atau saat masuk juga bisa sesuai dengan keinginan.

BACA JUGA :10 CARA MEMBUAT KARYAWAN BARU BETAH DI PERUSAHAAN ANDA

Saat karyawan tidak suka, baik dengan pekerjaannya atau bos, mereka boleh keluar kerja. Saya ingin memberikan anda motivasi untuk tidak jadi pengusaha, karena ada 7 alasan mengapa karyawan jauh lebih enak daripada menjadi seorang pengusaha. Berikut alasannya :

1. Karyawan bisa Berkarir

Sebelumnya kita artikan dahulu yah kata karyawan itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) karyawan merupakan orang yang bekerja pada suatu lembaga “kantor, perusahaan atau sebagainya” dengan mendapat gaji atau upah pegawai, pekerja. Sebuah perusahaan yang baik tentunya bisa menunjang setiap karyawannya dengan memberikan banyak kesempatan untuk meningkatkan karirnya. Karena karyawan memiliki peranan juga dalam mengembangkan perusahaan dan perusahaan harus bisa memfasilitasinya.

Dengan adanya pengembangan karir, maka perusahaan akan mendapatkan talenta yang potensial serta berbakat. Karyawan yang diberi kesempatan untuk meningkatkan karirnya itu merupakan bentuk apresiasi perusahaan. Serendah apapun jabatan anda maka berkesempatan untuk bisa memiliki jenjang karir, sementara seorang Business Owner tidak seperti itu. Mau bisnis anda kecil maupun besar kalau anda Business Owner maka tidak bisa lagi naik pangkat, karena anda adalah orang yang paling tinggi diperusahaan.

2. Saat Awal Bulan

Alasan yang kedua adalah saat awal bulan, biasanya karyawan pada awal bulan bisa bersenang-senang dan berfoya-foya karena habis gajian. Diawal bulan anda bisa mengeluarkan uang untuk jalan-jalan atau anda bisa belanja dan anda juga bisa melakukan apapun. Untuk Business Owner atau pengusaha di awal bulan tidak bisa seperti itu, mereka memikirkan bagaimana caranya supaya akhir bulan nanti bisa menggaji karyawannya lagi. Business Owner juga memikirkan bagaimana caranya supaya pada saat diakhir bulan atau dipertengahan bulan bisa bertahan dengan cashflownya. Berat bukan menjadi seorang Business Owner, karena diawal bulan duitnya baru habis untuk bayar gaji karyawan.

3. Diakhir Bulan banyak sekali Business Owner yang Berhutang

Pada akhir bulan banyak sekali Business Owner yang berhutang untuk bisa membiayai biaya pegawainya, biaya-biaya operasional, pembelian bahan baku karena semua terjadi rata-rata diakhir bulan. Hal itu tidak terjadi dengan karyawan, diakhir bulan karyawan tidak perlu memikirkan biaya perusahaan, tidak perlu memikirkan inventory dan juga tidak perlu memikirkan biaya gaji. Justru karyawan sedang menikmati gaji dengan utuh. 

Jadi bisa disimpulkan kalau karyawan bisa mendapatkan gaji rutin tiap bulan sebagai harapan memenuhi kebutuhannya, kalau Business Owner tidak memiliki gaji yang tetap atau bahkan tidak memiliki gaji sama sekali.

TONTON VIDEO INI : KARYAWAN SETIA ADA RUMUSNYA! Ikuti Rumus ini

4. Setiap Weekend tidak sedikit Business Owner yang Memikirkan Pekerjaan

Weekend atau akhir pekan biasanya digunakan oleh sebagian orang untuk berlibur atau istirahat dari rutinitas kerja. Namun itu jarang atau bahkan tidak bisa dinikmati oleh sebagian Business Owner. Setiap kali weekend, tidak sedikit Business Owner yang memikirkan pekerjaan. Sementara untuk anda yang sebagai karyawan disaat weekend bisa menikmati libur dengan keluarga atau bisa menjalani hal lainnya. Jarang atau bahkan hanya sedikit yang mau terima telepon untuk membahas pekerjaan.

Contohnya kalau sudah lewat jam 5 atau lewat jam kerja mereka tidak mau terima telepon atau kalau saat anda weekend, anda tidak mau terima telepon dan tidak mau diganggu. Hal itu tidak berlaku bagi Business owner, karena justru disaat weekend harus memikirkan bagaimana caranya supaya hari senin bisa lancar pekerjaannya. Dan setiap weekend kadang-kadang musti belajar, meeting, mencari networking dan bernegosiasi sampai-sampai saat weekend juga kadang diprotes oleh keluarga karena nggak ada waktu untuk anak.

5. Karyawan tidak Dituntut untuk Mencari Ide Jangka Panjang

Setiap pengusaha yang menginginkan kesuksesan biasanya dituntut untuk bisa membuat rencana jangka panjang dalam 10 tahun, 20 tahun bahkan 100 tahun kedepan. Mencari ide jangka panjang itu tentu tidak mudah, namun memang tetap harus dipikirkan. Berbeda dengan karyawan yang hanya menjalankan rencana yang sudah dibuat oleh Business Owner. Memang tidak dipungkiri ada beberapa karyawan yang membantu memberi ide dalam membuat rencana tapi biasanya hanya 1 bulan, 2 bulan 3 bulan saja bahkan kadang-kadang hanya untuk hari ini saja.

Jadi jelas yah bahwa bebannya Business Owner sangat besar karena mencari ide jangka panjang itu harus mikir sampai 5-10 tahun kedepan sehingga untuk mencari ide karyawan bebannya sangat ringan business owner bebannya sangat besar jadi lebih enak jadi karyawan dari pada jadi business owner.

6. Karyawan bisa Menghindari Masalah dari Konsumen

Secara umum konsumen merupakan orang yang membeli dan memakai suatu produk atau jasa. Biasanya konsumen membeli suatu produk atau jasa itu berdasarkan kebutuhan dan bisa juga atas promosi yang ada di media. Konsumen mempunyai hak untuk melakukan negosiasi atas produk atau jasa yang ditawarkan, tapi tidak semua negosiasi itu berjalan mulus. Apalagi negosiasi dengan karyawan toko misalnya, seorang karyawan tidak bisa memutuskan negosiasi tersebut.

Contohnya pada saat konsumen bertemu dengan karyawan untuk bisa memberikan discount, maka karyawan tersebut akan bertanya kepada Business Owner apakah bisa atau tidak? Atau berapa besar discount nya. Atau misalnya karyawan bertemu dengan konsumen lalu bermasalah, ia akan bilang mohon maaf saya cuma karyawan. Tetapi kalau anda adalah Business Owner saat bertemu konsumen lalu kemudian ada masalah, kan tidak mungkin bilang mohon maaf pak saya cuma Business Owner.

Justru karena anda Business Owner maka harus bertanggung jawab lebih besar dari pada karyawan. Kalau Business Owner kadang tidak enak kalau ada konsumen minta discount dan harus bisa ambil keputusan langsung tetapi karyawan tidak harus melakukan itu.

DENGARKAN AUDIO BOOK INI : MENTALITAS SEORANG LEADER

7. Saat Bertemu dengan Problem

Apapun jenis masalahnya, karyawan bisa resign atau keluar kerja tetapi Business Owner tidak bisa resign. Misalnya terjadi masalah bahwa ada 1 customer yang menuntut anda dan minta ganti rugi kesalahannya. Ketika kesalahan itu terjadi karyawan bisa bilang “pak mohon maaf karena saya bikin kesalahan, saya mengundurkan diri“.

Tanpa harus bertanggung jawab karyawan bisa mengundurkan diri, tetapi Business Owner tidak bisa. Business Owner yang akan menanggung semua beban dan tanggung jawab. Meskipun begitu, Business Owner lebih mulia dibandingkan dengan karyawan. Kenapa lebih mulia? Karena pengusaha bisa menyelesaikan masalah lebih besar dan menghidupi banyak orang. Selain itu Business Owner harus bisa memastikan perusahaan berjalan dengan baik dan keluarga anda bisa sejahtera.

Tuhan lebih banyak menolong orang yang bertanggung jawab karena melahirkan kemudahan. Semakin bertanggung jawab maka Tuhan akan berikan kemudahan, tetapi jika semakin lari dari tanggung jawab maka semakin banyak kesulitan yang akan kita hadapi.

Nah dari penjelasan diatas apakah anda masih ingin menjadi Business Owner yang tidak bisa lari dari tanggung jawab, selalu memikirkan yang terbaik untuk perusahaan dan karyawannya, tidak memiliki income pasti dan masih banyak lagi. Atau anda tetap ingin menjadi karyawan yang memiliki tanggung jawab juga walau tidak sebesar Business Owner, menerima gaji rutin, dan bisa resign kapanpun. 

Pilihan ada ditangan anda, kalau anda siap menjadi Business Owner maka lakukanlah yang terbaik dan memiliki tanggung jawab yang besar namun jika anda tetap ingin menjadi karyawan maka berikan dedikasi yang terbaik juga untuk perusahaan. Semoga bermanfaat.

Tom MC Ifle

Salam Pencerahan!!!

By |2020-01-03T09:54:07+07:00January 3rd, 2020|Team Building|0 Comments