JANGAN BIARKAN BISNIS TERKENA 3 PENYAKIT KRONIS

Bisnis-yang-Sehat
Pernahkah Anda mengalami demam? Setiap orang di dunia ini pasti pernah mengalami kondisi tersebut. Saat Anda mengalaminya, biasanya kondisi tubuh menjadi lesu, tidak nafsu makan dan tidak berdaya, walhasil tubuh tidak bisa melakukan aktifitas yang maksimal. Sedangkan pada kasus lain, demam ini bisa jadi adalah sebuah gejala penyakit yang berbahaya. Nah, masalahnya adalah kondisi demam ini tidak terjadi pada manusia saja tetapi pada bisnis Anda.
Apa ciri-ciri bisnis sedang mengalami demam?
Perlu kita ketahui bahwa BISNIS DEMAM karena disebabkan oleh tiga penyakit kronis. Penyakit kronis yang pertama adalah kehabisan uang, kemudian karyawannya bermasalah dan penyakit kronis yang ketiga adalah Business Owner sudah bekerja keras tetapi tidak ada hasil.
Dalam artikel ini, saya akan memberikan tips tentang bagaimana cara membuat bisnis Anda lebih sehat, lebih segar dan tentu lebih menghasilkan. Pada saat Anda menjalankan bisnis, biasanya Business Owner selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan masalah ini harus dihadapi dengan tepat.
Masalah ini mungkin bisa ditandai dengan bisnis yang sering kali membutuhkan kucuran dana atau suntikan-suntikan, baik dari kantong sendiri maupun dari investor. Tetapi suntikan dana dari investor atau bank tidak bisa membantu bisnis Anda untuk bisa mendatangkan uang atau mendapatkan pinjaman suntikan modal.
Bagaimana mengatasi bisnis yang sedang demam?
Melalui kasus bisnis yang sedang sakit tersebut maka Anda mau tidak mau harus mempunyai strategi agar bisnis Anda bisa RECOVER, dalam artinya bisa sehat. Ingat, bisnis yang sehat akan membuat profit Anda sehat juga. Nah, dalam hal ini ada beberapa poin penting yang bisa kita bahas dan cukup menarik karena bisa langsung dipraktikkan segera mungkin oleh Business Owner. Mari kita mulai dengan tips yang pertama, yakni:
Dalam artikel ini, saya akan memberikan tips tentang bagaimana cara membuat bisnis Anda lebih sehat, lebih segar dan tentu lebih menghasilkan. Pada saat Anda menjalankan bisnis, biasanya Business Owner selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan masalah ini harus dihadapi dengan tepat.
1. Memperhatikan Kesehatan Uang
Setiap kali kesehatan bisnis terganggu, biasanya yang terkena dampak terlebih dahulu adalah uang Anda. Kenapa uang? Karena pada saat marketing Anda tidak efektif, karyawan bermasalah dan cara kerja tidak maksimal. Akhirnya problem tersebut memberikan dampak pada customer, apabila customer sudah terkena dampak dari problem maka customer tidak akan mau lagi kembali kepada Anda.
Mungkin mereka merasa, “ah saya tidak mau lagi melakukan transaksi.” Atau bahkan pada saat customer sudah membeli dan transaksi tetapi dia tidak mau melakukan pembayaran. Apa yang terjadi? Uang Anda akan terkena dampaknya. Jadi, solusinya adalah jika Anda ingin bisnis sehat maka Anda harus menciptakan yang namanya anggaran.
Apa itu anggaran? Ia merupakan sebuah perencanaan sederhana yang Anda buat. Tidak perlu sesuatu yang sifatnya rumit dan cukup sederhana saja. Nah, anggaran ini sifatnya adalah untuk mendisiplinkan diri dalam alokasi penggunaan uang. Misal, alokasi dalam hal pengeluaran biaya marketing, operasional atau biaya-biaya lain yang berkaitan dengan insidental, sesuatu yang sifatnya tertentu saja, baik renovasi atau mungkin Anda ingin membuat beberapa hadiah untuk customer, itu semua sifatnya insidental.
Bisnis-Anggaran
Tetapi ada faktor-faktor lain yang bisa membuat Anda harus mengeluarkan uang. Misal contohnya adalah melakukan marketing dan promosi. Namun, masalahnya adalah ketika Anda tidak menganggarkan hal tersebut maka Anda tidak akan pernah tahu berapa yang boleh dan tidak boleh Anda keluarkan.
Jadi, langkah pertama adalah membuat anggaran. Buatlah anggaran yang sederhana-sederhana saja. Misal, marketing saya boleh keluar uang berapa? Promosi saya boleh keluar uang berapa? Hadiah untuk customer saya boleh keluar uang berapa? Biaya operasional saya boleh keluar berapa? Dari hal tersebut Anda bisa mengalokasikan biaya minimum untuk menjalankan bisnis Anda.
2. Menemukan Pasar 80:20
Tips yang ini sangat penting, Anda harus bisa menemukan pasar 80:20. Apa itu pasar 80:20? Setiap bisnis memiliki TOP 20% CUSTOMER yang bisa memberikan kontribusi 50-80% profit. Tentu ini adalah sangat penting, karena 50-80% profit atau omzet datang dari hanya 20% customer. Nah, temukan siapa mereka lalu Anda lipat gandakan jumlahnya.
Dengan demikian Anda bisa mengekspansi bisnis dan konsentrasi pada customer yang bagus.
3. Hindari Spekulasi
Ketika Anda demam, memang maunya cepet sembuh. Betul? Nah, fatalnya adalah ketika Anda ingin mengatasi demam kemudian Anda minum segala macam obat agar bisa sembuh. Apa yang terjadi? Anda akan mengalami komplikasi. Nah, dalam bisnis juga sama. Jangan mudah melakukan spekulasi-spekulasi bisnis, karena hal ini bisa mengakibatkan uang Anda berkurang dan bisnis yang Anda jalankan bisa tidak akan ada hasilnya karena bisnis sudah terkena demam. Jadi, apa kebalikan dari spekulasi?
Kebalikan dari spekulasi adalah meningkatkan efektifitas. Kalau Anda mempunyai tim penjualan, maka bagaimana tim Anda bisa meningkatkan efektifitas mereka dalam mendatangkan profit, customer dan closing. Jadi, daripada Anda melakukan spekulasi, tentu lebih baik Anda meningkatkan efektifitas dari apa yang sudah ada.
4. Banyak Melakukan Networking
Networking
Tips yang keempat adalah melakukan networking. Anda diwajibkan untuk melakukan banyak networking. Apa itu networking? Networking adalah bergaul dengan orang-orang baru tetapi yang level dan kelasnya lebih tinggi dari kita. Kenapa? Karena kita bisa belajar banyak dari mereka, mendapatkan customer dan sekaligus bisa mendapatkan referensi-referensi dari mereka.
Nah, rata-rata orang yang bergaul dengan orang yang lebih tinggi levelnya itu mampu membangun dan membangkitkan semangat mereka. Dan tentu hal ini bisa membantu Anda untuk membangun koneksi dan reputasi Anda sebagai orang yang menjalankan bisnis, lebih-lebih jika Anda mampu menampilkan keunggulan bisnis yang Anda jalankan maka hasilnya banyak keuntungan yang akan Anda raih, salah satunya adalah kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri atau kepercayaan customer kepada Anda.
5. Memastikan Tim Mendukung Anda
Tips yang paling terakhir adalah memastikan tim mendukung Anda. Ingat teman-teman bahwa dalam bisnis, support system sangat-sangat membantu dan juga dibutuhkan. Kita sebut tim ini bukan hanya karyawan saja tetapi tim ini terkait empat hal, yaitu: karyawan, customer, supplier dan shareholder.
Jadi, ibarat ketika Anda sakit maka Anda tentu akan membutuhkan sebuah support, betul? Baik support dari keluarga, kakak, adik, pacar atau teman-teman Anda sendiri. Nah, begitupun dengan bisnis, pada saat bisnis mengalami demam maka yang mendukung itu harus karyawan, customer, supplier dan shareholder.
Siapa itu shareholder? Mereka adalah pemegang saham. Anda harus benar-benar memastikan bahwa 4 tim ini bisa memberikan dukungan kepada bisnis Anda. Kenapa? Karena ketika Anda yang menjalankan bisnis dan mengoperasikan bisnis, kemudian banyak dukungan yang Anda dapatkan, otomatis bisnis akan jauh lebih sehat.
Terima kasih untuk teman-teman pengusaha di seluruh Indonesia sudah mengambil manfaat dari artikel singkat ini dan jika Anda menginginkan untuk mengikuti sebuah workshop BUSINESS RECOVERY, silahkan daftarkan diri Anda di http://topcoachindonesia.com/business-recovery/. Workshop tersebut bertujuan untuk menyehatkan bisnis Anda yang sedang sakit, khususnya dalam hal Marketing, Finance dan Sumber Daya Manusia (SDM). Semoga bermanfaat dan selamat membuat bisnis Anda lebih dahsyat.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *