Blog

Home /Blog / COACHING FOR PERFORMANCE





COACHING FOR PERFORMANCE

Di era persaingan yang semakin tajam, sangat diperlukan individu-individu yang excellent bagi sebuah perusahaan. Supaya kedepanya perusahaan bisa bertahan dan mampu bersaing melalui persaingan yang sangat ketat tersebut.

Namun, pada faktanya ada sebagian besar “MANAGER” kesulitan mendongkrak potensi pekerjanya. Hal tersebut membawa dampak sangat besar bagi masa depan perusahaan. Sehingga mau tidak mau harus segera melakukan sebuah perubahan pola atau cara kelola anda.

Coaching for Performance untuk tembus target

Sebuah kutipan sangat menginspirasi dari seorang pelatih olahraga, Tim Gallwey mengatakan bahwa:

“…Coaching is unlocking a person’s potential to maximize their own performance. It’s helping them to learn rather than teaching them.”

Ini artinya anda dituntut untuk tidak melulu menekan karyawan. Karena ketika anda melakukan hal tersebut anda justru hanya akan membuat seorang karyawan tidak pernah maksimal dalam menyelesaikan pekerjaanya. Boro-boro karyawan bisa mencintai pekerjaanya, mereka hanya bekerja untuk uang bukan untuk perusahaan anda. Tentu hal tersebut sangat tidak ingin anda alami, bukan!

Bagi anda yang sudah berada di dunia Coaching tentu sangat paham dengan metode GROW. Benar, istilah itu telah dipopulerkan oleh Sir John Whitmore, seorang penulis buku “Coaching for Performance: GROWing Human Potential and Purpose”. Sebuah buku yang telah menjadi panduan penting bagi seorang Coach handal.

GROW adalah istilah singkat dari Goal, Realistic, Option, dan huruf W-nya bisa Will, Wrap Up, Way Forward. GROW ini merupakan sebuah model yang sangat penting untuk membuat perjalanan perusahaan anda bisa terwujud.

Pertama, anda mulai dengan peta yang membantu binaan Anda memutuskan di mana mereka akan mencapai goal. Kedua, tunjukan dimana Reality mereka saat ini.  Ketiga, Setelah itu anda harus mengekplorasi berbagai cara atau pilihan untuk membuat perjalanan. Keempat, pada langkah terakhir ini, anda harus membangun Will, yakni dengan memastikan binaan anda berkomitmen untuk membuat perjalanan.

 Pentingnya Performance Coaching Terhadap Perusahaan

 “Coaching is a profession of love. You can’t coach people unless you love them.”_ Eddie Robinson

Coaching sendiri merupakan salah satu bidang profesi yang perkembangnya tumbuh secara pesat. Karena pada awalnya Coaching hanya berawal dari dunia olah raga sekitar tahun 1960-an, kemudian berkembang dan bergeser ke dunia bisnis pada tahun 1970-1980-an. Di belahan dunia bagian Barat, coaching sudah sangat kental dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut diterapkan dalam perusahaan untuk meningkatkan performansi karyawan.

Nah sedihnya, di Indonesia coaching masih relatif baru. Padahal metode ini sangat memberikan efek domino terhadap performansi perusahaan yang anda jalankan. Karena itu, jangan sampai anda ketinggalan informasi ini.

Sekarang sudahkah anda siap meningkatkan performance coaching anda?

1# Bangun hubungan saling percaya

Langkah awal seorang coach yang baik adalah membangun keterbukaan di antara pemimpin dan karyawan. Melalui keterbukaan, akan mudah bagi karyawan untuk percaya kepada pemimpin, sehingga ia akan mudah pula menerima berbagai feedback dan arahan dari si pemimpin.

Namun sebaliknya, ketika karyawan tertutup kepada pemimpin, karyawan biasanya cenderung takut membahas secara jujur berbagai hal tentang kinerjanya. Oleh karena itu, seorang pemimpin perlu membangun komunikasi dua arah yang positif setiap hari, memberi rasa aman untuk bisa saling terbuka dan membangun sikap hormat satu sama lain. Ketika ini terwujud, maka akan mudah bagi seorang pemimpin untuk memberikan pengaruh positif kepada karyawannya.

Dengan menguasai coaching, maka manager akan mampu membuka tabir-tabir kehidupan yang selama ini bisa menghambat prestasi seseorang.

2# Percakapan yang sehat

Performance coaching sangatlah berbeda dengan proses memberikan training. Proses memfasilitasi karyawan untuk mengeluarkan potensi terbaik dari dalam dirinya demi mencapai target-target pekerjaannya. Performance coaching dimulai dengan percakapan yang tepat.

Dalam membuka coaching conversation dengan karyawan, penting sekali bagi pemimpin untuk menjaga atmosfer pembicaraan dalam nuansa yang santai, aman dan terbuka.

Proses coaching juga tidak boleh bersifat evaluatif, menghakimi, apalagi menjatuhkan si karyawan. “Anda tidak sanggup menyelesaikan target perusahaan, perusahaan merugi karena anda?” jangan lakukan pola komuniasi semacam ini, karena hal ini lebih terkesan bersifat otokritik dan mendikte.

Proses coaching perlu dilakukan dengan mengajukan serangkaian pertanyaan yang tajam dan strategis. Contoh pertanyaan yang baik untuk proses ini adalah: “Apa yang anda inginkan supaya anda bisa bekerja secara maksimal dan memuaskan?

3# Bangun kesadaran

Langkah yang paling penting dalam performance coaching adalah seorang coach harus bisa mengajak karyawanya untuk bisa ikut sadar atas permasalahan yang ada. Karyawan juga harus benar-benar menyadari bahwa ada ketidaksesuaian antara standar prestasi yang diharapkan oleh perusahaan dengan kenyataan, yaitu prestasi kerjanya saat ini.

Sehingga dari hal tersebut berhubungan dengan identifikasi permasalahan anda perlu menanyakan kepada karyawan terkait tiga hal, yakni: contoh-contoh disertai dengan data yang jelas tentang capaian kinerja yang ada sekarang, penjelasan tentang standar prestasi kerja yang diharapkan oleh perusahaan dan tanggapan/pendapat karyawan tentang perbedaan/ketidaksesuaian diantara kedua hal tersebut.

4# Fokus pada solusi

Selanjutnya, anda adalah coach yang juga harus memiliki cara supaya karyawan anda bisa mengidentifikasi solusi alternatif mereka masing-masing. Jangan ketika anda sudah mengetahui permasalahan mereka, anda justru mengecam atau mendikte karyawan anda sendiri. Kecuali karyawan tidak mau memberikan solusi atau ide apapun.

Sebagai seorang coach, penting juga bagi anda untuk memberikan alternatif tertentu dari dirinya sendiri. Cuman yang harus anda ingat adalah tugas anda memaksimalkan jumlah pilihan solusi bagi karyawan bukan untuk memilih alternatif langkah berikutnya. Hal tersebut supaya ia dapat mempertimbangkan dan mendiskusikan kelebihan dan kekurangannya.

Mungkin anda dapat mengajukan beberapa pertanyaan seperti berikut ini:

  1. Selama anda bekerja, apa yang membuat kinerja anda terhambat untuk bisa mencapai standar kinerja ini?
  2. Adakah cara untuk menyelesaikan hambatan tersebut? Berapa pilihan yang bisa anda lakukan?
  3. Apakah anda bisa menangani hambatan tersebut? Apa sebenarnya yang perlu anda perlajari untuk menyelesaikan persoalan itu, supaya nanti anda bisa berprestasi dalam bekerja?

Pada tahap ini, pemimpin berfungsi untuk merefleksikan berbagai ide atau pernyataan si karyawan dan menuntun karyawan menemukan cara yang terbaik bagi dirinya sendiri untuk meningkatkan kualitas kinerjanya dan mencapai prestasi kerja. Perlu Anda sadari, seringkali yang bisa memberikan cara-cara terbaik itu justru adalah si karyawan itu sendiri, karena ialah yang paling tahu tentang pekerjaannya.

5# Berikan feedback positif terhadap Karyawan

Seorang coach yang efektif juga memahami nilai pentingnya umpan balik kinerja yang terus-menerus untuk karyawan mereka, baik itu positif maupun korektif.  Namun, usahakan anda selalu menyisipkan hal positif dalam kinerja karyawan. Karena umpan balik yang positif akan memperkuat kinerja. Hal ini tentu juga anda sadari bukan, ketika seandainya atasan anda memberikan feedback korektif terus menerus justru akan membuat pikiran anda menjadi down bahkan frustasi. Betul tidak?

Secara alamih, karyawan malah akan bekerja ekstra ketika mereka merasa diakui dan dihargai. Ketika umpan balik korektif ditangani dengan buruk, itu akan menjadi sumber konflik yang signifikan. Namun jika ditangani dengan baik, karyawan akan mengalami efek positif dan kinerjanya diperkuat.

Inilah lima langkah praktis performance coaching untuk mendongkrak kinerja karyawan, apabila anda memakai tips ini secara terus menerus dalam pola coaching anda, maka karyawan anda akan bekerja dengan semangat tinggi, karena mereka tahu bahwa anda sudah terlebih dahulu peduli dengan diri mereka melalui waktu dan usaha karyawan anda untuk menggali potensi terbaik mereka.

 

Salam pencerahan,

Tom MC Ifle