Cari Karyawan Susah, Mitos atau Realita

//Cari Karyawan Susah, Mitos atau Realita

Cari Karyawan Susah, Mitos atau Realita

Jaman sekarang ibu-ibu rumah tangga sampai anak umur lima tahun sudah keranjingan FB (Facebook). Internet bukan hanya miliki Generation Milienial. Bapak-bapak, kakek-kakek, dengan bergairah mengisi posting di wall mereka dengan kata-kata mutiara sampai perasaan terhadap mantan pacar.

Ketik sebuah pertanyaan di Facebook, anda akan mendapat sambutan hangat dari para motivator muda, pengusaha, mentor-mentor nasional atau minimal orang-orang yang beritikad membantu orang lain mencapai pencerahan.

Tunggu undangan become a fan dari pembicara sukses serta group-group yang mempermudah mengakses komunitas yang setia menanti senggolan dari sang motivator bisa sampai jam tiga pagi. Untuk mendapat wejangan dan nasehat berharga dari idolanya, ada yang rela menjadi penghuni setia warnet atau rela keluar modal broad band 3.5G HSDPA dengan kecepatan tinggi.

Ketik pengetahuan yang ingin anda pelajari melalui Google atau Yahoo!, sederet panjang pilihan buah-buah tulisan orang-orang sukses bisa anda akses.

Informasi begitu mudah di akses, kiat-kiat sukses memenuhi inbox setiap dua jam, tapi, mengapa hanya segelintir orang yang benar-benar bisa menikmati kesuksesan bisnis dan menikmati tidur dimalam hari tanpa mimpi buruk?

Rupanya masih ada yang percaya mitos. Seperti mitos kuno maupun mitos yang tidak jelas. Kali ini masalahnya adalah ada mitos bisnis yang dipercaya sehingga  bisa mengakibatkan kegagalan dibisnis.

Contoh mitos yang beredar di masyarakat tentang bisnis:

Mitos#1 – Jadi pengusaha harus “gila”

Mitos#2 – Cari karyawan susah

Mitos#3 – Kalau mau sukses harus SELALU positive thinking

Mitos#4 – Krisis adalah peluang

Mitos#5 – Bisnis tidak boleh ditinggal

Ini adalah mitos yang beredar dan membahayakan. Apakah mitos ini benar? Well, namanya juga mitos, kebenarannya pasti diragukan. Mitos yang menurut saya paling menarik Cari Karyawan Susah.

Cari karyawan susah, benarkah?

Laporan terbaru Global Employment Trends for Youth dari International Labour Organization (ILO) menyebutkan jumlah pemuda menganggur sepanjang satu dekade, 1995-2005, meningkat 15% menjadi 85 juta orang.

Konon, peningkatan itu dipacu oleh pertumbuhan populasi penghuni dunia usia 15 tahun-24 tahun yang tidak imbang dengan perluasan lapangan pekerjaan.

Mereka yang termasuk salah satu kelompok masyarakat yang terbilang paling produktif bertumbuh 13% namun serapan tenaga kerja kaum muda hanya meningkat 3,8%.

Peningkatan tertinggi pengangguran orang muda terjadi di Asia Tenggara, sekitar 85%. Di Indonesia, jumlah penganggur terbuka juga terus meluas meski pada 2005 sempat turun tipis menjadi 10,22 juta jiwa.

Tahun ini, jumlah angkatan kerja baru diprediksi mencapai 2,01 juta jiwa, naik ketimbang tahun lalu 1,98 juta jiwa.

Pemuda menganggur di Indonesia juga terus bertambah. Bila pada 2004 baru 10,25 juta, setahun berikutnya mencapai 10,85 juta. Demikian juga jumlah sarjana menganggur, yang tahun berikutnya tercatat 385.418 jiwa. Sumber www.bisnis.com

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Indonesia hingga Februari 2013 mengalami penurunan menjadi 7,17 juta orang dibanding Agustus 2012 yang mencapai 7,24 juta orang. Artinya tetap masih banyak yang membutuhkan pekerjaan dibandingkan yang dibutuhkan oleh pengusaha. http://bisniskeuangan.kompas.com

Mau Cari Karyawan mudah?

Nah, cari karyawan susah bisa ya bisa tidak. Susah kalau tidak tahu caranya. Kalau tahu caranya, pasti sudah tidak susah lagi. Kebanyakan yang susah dicari adalah attitudenya. Sayangnya saat mengiklankan lowongan pekerjaan yang ditonjolkan justru kompetensinya.

Ada empat trik merekrut karyawan agar mendapat yang terbaik:

    • Jangan rekrut skill tapi rekrut attitudenya
    • Skill bisa ditraining, attitude tidak bisa paksakan
    • Jangan train attitdue anda akan kecewa, train skillnya agar attitude bisa membaik jika dasarnya sudah baik
    • Gunakan group interview jangan tehnik interview konvensional.

Richard Branson punya tips, Happy Employee will attract Happy Employee. Jadikan tempat kerja anda menyenangkan agar banyak orang ingin bergabung dengan anda.

Tips dari Richard Branson, saya dapatkan saat berada di National Achievers Congress di Singapore.

    • Prioritas beliau adalah kepentingan staff, baru kepentingan customer. Karena jika staff dipenuhi kebutuhan untuk mendukung kinerja perusahaan maka mereka akan merasa mudah untuk bekerja. Kemudahan bekerja ini tentunya akan dibicarakan kepada calon karyawan lain. Nah, yang menarik adalah prioritas ketiga pergi ke kepentingan pemegang saham kami.
    • Pemegang saham tidak akan terpenuhi jika customer tidak puas, customer tidak puas jika karyawan kita tidak dapat memenuhi kebutuhan customer. So, kepuasan employee harusnya diperhatikan sebagai prioritas.
    • Orang bekerja dengan dengan baik ketika mereka dihargai sebagai individu, bukan hanya angka gaji, ketika mereka memiliki akses untuk bicara dengan leader, senior manajer atau bahkan CEO. Mereka pastinya akan merasa bangga dengan produk kita, perusahaan dan merasa dibutuhkan. Membuat karyawan menceritakan success story tentang betapa hebatnya pelayanan atasan karena support atasan yang luar biasa.
    • Biasakan memuji karyawan bukan mengkritik.
    • Saat rekrut karyawan, sejak awal, carilah karyawan yang mudah tersenyum, bisa tetap tenang dalam situasi tegang sekalipun dan easy going. Ini akan mempermudah anda dalam membangun orang hebat.

Jelas, Branson mengatakan bahwa sebagai leader atau owner salah satu prioritas yang paling penting adalah orang-orang Anda. Idenya adalah untuk merekrut dan kemudian mempertahankan staf yang baik dan banyak hal akan mengurus diri mereka sendiri termasuk semua kepuasan pelanggan penting dan kata rekomendasi mulut. Branson melanjutkan dengan menyatakan bahwa tidak peduli apa bisnis Anda berada dalam, prioritas yang paling penting adalah orang-orang Anda.

Ingat Happy Employee Will Attract Happy Customer ! If your Customer is Happy, Your Shareholder will be Very Happy!

Semoga mitos ini akan menjadi panduan anda, hanya agar anda memberikan kesempatan kepada otak anda untuk mempelajari hal-hal baru, kreatifitas baru, filosofi baru dan tentunya membawa anda kepada tindakan baru.

 

Salam pencerahan,

Tom MC Ifle

By |2018-12-29T12:06:22+07:00July 17th, 2018|Recruitment|0 Comments