CARA MENAMBAH ASET

//CARA MENAMBAH ASET

CARA MENAMBAH ASET

Ada 2 jenis asset yang harus Anda pahami satu adalah tangible asset yang kedua adalah intangible asset. Kedua asset ini ada di dalam bisnis dan menurut Saya Anda harus menguasai dua-duanya.

Kalau  begitu apa itu asset? asset adalah sesuatu yang Anda miliki yang bisa Anda control dan Anda bisa mendapatkan nilai ekonomisnya.

Dan kalau bukan  dalam kuasa Anda itu namanya bukan asset. Contohnya  gedung, gedung kenapa disebut asset karena Anda bisa mendapatkan nilai ekonomis dari gedung tersebut.

Atau  mungkin Anda memiliki mobil  dan Anda bisa mendapatkan manfaat ekonomis dari mobil tersebut. Semisalnya mobil itu anda rentalkan atau anda jadikan taksi online.

Dengarkan dan Download :Rahasia meningkatkan kepuasan Pelanggan

assets
Ada asset yang kita pikir asset tapi ternyata bukan asset. contohnya adalah deadstock kalau Anda pernah melihat atau menemukan deadstock dalam bisnis Anda meskipun yang bisa diakui sebagai asset atau bisa di buku kan tetapi sebetulnya dia bukan asset.

Kenapa tidak bisa di sebut asset lagi? karena Anda sudah tidak bisa mendapatkan nilai ekonomis dari deadstock tadi. Orang-orang sudah tidak ada yang mau, orang sudah tidak suka lagi karena berkaitan dengan tren pasar.

Atau mungkin Anda punya stock yang rusak, barang yang sudah rusak itu tidak lagi bisa disebut asset.

Merunut Anda mana yang lebih berharga asset yang kelihatan atau yang tidak kelihatan? Baik,  kita definisikan dulu yang kelihatan (tangible) itu apa? asset yang kelihatan adalah mobil, motor, rumah, property lalu kemudian peralatan kantor itu semua adalah tangible asset. Asset  yang kelihatan.

Baca Juga : 7 Kisah Kegagalan Bisnis yang Membawa Kesuksesan

rumah
Nah, intangible asset adalah asset yang tidak bisa dilihat, contohnya apa? sistem, sistem adalah intangible  asset brand adalah intangible  asset. awareness market adalah intangible  asset jadi kalau bisnis Anda dikenal oleh banyak orang  itu namanya asset tetapi tidak bisa di ukur pada umumnya.

Tangible asset adalah apa yang nempel dibadan kita itu adalah diri kita. Fisik  kita tapi ada intengible nya adalah apa yang ada di kepala kita entah kalau Anda orang yang smart, otaknya cerdas. Anda punya kemampuan untuk mengambil keputusan yang cepat atau Anda memiliki emosional intelegence yang luar biasa itu adalah intengible asset.

asset
Harganya kecerdasan lebih mahal daripada fisik, kita dari leher keatas jauh lebih mahal daripada harga fisik. Contoh lain aset tidak berwujud adalah hak cipta, hak eksplorasi dan eksploratasi, paten, merek dagang, rahasia dagang, dan goodwill.

Manusia  sebagai intangible asset dan Sumber Daya Manusia yang berperan menjadi strategic partner, maka posisi manusia sebagai asset sebuah bisnis haruslah mempunyai ukuran “Opportunity Lost” (nilai kehilangan pendapatan) yang berhubungan langsung dengan kinerja bisnis secara keseluruhan.

Sebagai strategic partner, Sumber Daya Manusia mempunyai peran dan fungsi untuk menelaah keterkaitan antara strategi dan fungsi-fungsi organisasi terhadap pencapaian kinerjanya.

Dengarkan dan Download : Rahasia membangun Bisnis Franchise

Pemeliharaan intangible asset juga bisa berarti proses upgrade. Karena kebutuhan masa depan semakin meningkat, ilmu yang ada sekarang, belum tentu bisa available untuk satu tahun, lima tahun atau 10 tahun kedepan.

Oleh karenanya, jika tidak mau tertinggal atau bahkan stag dengan kondisi    bisnis seperti saat ini, pastinya aset harus di-upgrade.

box

Berapa banyak kerugian bisnis yang muncul? Dalam posisi seperti itu Sumber Daya Manusia atau pimpinan sebuah bisnis haruslah mulai berpikir bahwa kinerja bisnis anda  mempunyai satu global goal yaitu Profit Oriented. Profit “tidak” selalu tentang uang.

Profit bisa juga dianggap sebagai pencapaian nilai tambah bisnis Anda dilihat dari aset yang dimiliki. Dan hilangnya nilai aset itu yang tidak dapat diukur. Lalu apakah menjadi solusi hanya dengan mengganti aset? Bagaimana dengan pengelolaan intangible aset (karyawan yang bagus)?

Begitu pula dengan biaya yang digunakan untuk mengelola aset itu. Disinilah yang sedikit menjelaskan bagaimana arah “Opportunity Lost” itu muncul. Pernahkah terbayang jika  seorang pegawai yang sudah bekerja 1-2-3 tahun lalu kemudian resign? Sayang bukan.

positivity
Lawan dari asset adalah liabilities itu adalah kewajiban atau hutang dalam tangible punya hutang ke bank  Anda harus bayar bunga itu namanya liabilities tangible.  Ada  nggak liabilities intangible? Kalau  Anda mempunyai masalah pribadi sesuatu yang  merugikan Anda adalah attitude negatif, sikap perilaku menjadi liabilities.

Kalau  Anda punya karyawan atau pegawai. Pegawainya  rajin dia adalah asset karena apa? karena memberikan nilai tambah tapi kalau Anda memiliki karyawan, tetapi karyawannya malas tidak mau bekerja, it become a cost.

Satu hal yang perlu Anda ingat baik-baik, mengingat generasi sekarang adalah generasi millenial yang gemar hal instan, kita tidak lagi bisa menawarkan jenjang karier yang bersusun dari tahun ke tahun. Individu milenieal semakin tidak sabar menunggu untuk dinaikkan jabatannya.

Baca Juga : 5 Jebakan Rentenir Online

Menyesuaikan kompetensi dengan internal training sebagai bagian usaha pengambangan karyawan dan ekspertisnya agar kinerja optimal, mencocokkan aspirasi individu millenial dengan kebutuhan pasar saat ini, sehingga kita bisa menghasilkan chemistry dalam team dan sekaligus karyawan yang militan dan mampu bertahan bekerja di bisnis Anda

Untuk memastikan so.. pastikan Anda membangun asset (building asset) bukan building liabilities. pastikan memiliki banyak pilihan atau banyak tools banyak langkah-langkah untuk yang membuat asset Anda bertumbuh dan Anda memiliki langkah-langkah untuk mengjilangkan lebih banyak liabilities. Intengible  liabilities lebih merugikan daripada tangible liabilities. Semoga Bermanfaat.

 

Tom MC Ifle,

Salam Pencerahan

By |2019-07-04T16:03:54+00:00May 21st, 2019|Finance|0 Comments