CARA JITU MENGATASI ATASAN YANG BERMASALAH

//CARA JITU MENGATASI ATASAN YANG BERMASALAH

CARA JITU MENGATASI ATASAN YANG BERMASALAH

Dalam struktur organisasi biasanya kita akan diinformasikan siapa atasan kita, baik atasan langsung atau kepala bagian. Sebenarnya siapa sih atasan? Atasan adalah orang yang berkedudukan sebagai pimpinan langsung dari seorang anggota yang akan menerima perintah atau instruksi dan kepada siapa bawahan tersebut harus bertanggung jawab.

Sifat atau karakter atasan juga berbeda-beda seperti atasan yang baik, atasan yang kurang baik atau atasan yang bijaksana dan atasan yang tidak bijaksana. Bagus atau hebatnya seorang atasan itu bisa dilihat dari cara memimpin teamnya dan tidak mempunyai masalah dengan siapapun. Tapi banyak sekali diperusahaan-perusahaan yang masih ada atasan yang bermasalah.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara anda menghadapi atasan atau leader yang bermasalah? Leader-leader yang tidak bijaksana, atasan yang mungkin secara karakteristik tidak pas atau tidak cocok buat anda? Misalnya atasan tidak mau bantu anak buah dan sering kali menekan, atau mungkin ada leader yang tidak memberikan dukungan secara langsung kepada karyawan. Sehingga membuat karyawan itu tidak nyaman dalam bekerja dan akhirnya banyak yang resign.

Resign itu bukan solusi, karena bisa jadi diperusahaan anda yang baru nanti anda akan menemukan karyawan-karyawan atau atasan-atasan yang sama. Atau bahkan mungkin lebih parah, jadi anda harus tahu cara menghadapi atasan yang kurang baik. Ada 10 langkah untuk menghadapi atasan yang bermasalah, berikut langkahnya :

BACA JUGA :10 SIFAT ATASAN YANG PALING DISUKAI KARYAWAN

1. Jangan Berasumsi

Kita tidak boleh langsung menghakimi bahwa atasan yang diam artinya dia tidak perhatian. Atasan yang marah artinya dia tidak perduli atau atasan yang masa bodo artinya dia benar-benar masa bodo. Jangan asumsi, anda harus benar-benar mengalami, menganalisa dan melihat apakah atasan ini memang atasan yang bermasalah.

2. Mempelajari Pribadi yang Tidak Cocok

Terkadang kita tidak cocok dengan seseorang bukan karena orang itu bermasalah, tetapi tidak pas dengan kepribadian kita. Sebagai seorang karyawan atau team maka belajarlah personality type . Ada orang yang dominan, steadiness, compliance dan ada orang yang influencer atau sanguinisi.

Misalnya ada orang yang terlalu diam atau kaku semuanya serba data, semuanya serba fakta sementara anda adalah orang-orang yang senang bergaul. Hal itu membuat konflik personality, ini bisa menyebabkan anda memiliki ketidak nyamanan dalam bekerja. Tapi kalau anda tahu bahwa orang itu dominan dan memang karakter nya seperti itu, maka kita akan paham dan tidak berasumsi atau menghakimi.

3. Jangan Terpengaruh Sikap Atasan

Jangan sampai sikap atasan membuat anda tidak berprestasi. Misalnya atasan anda tidak menyenangkan sifatnya lalu anda memberikan alasan seperti : ”atasan saya ga benar, atasan saya nggak ramah sama saya berarti saya boleh tidak berprestasi”. Hal itu salah, apapun sikap dan perilaku atasan tidak boleh membuat anda tidak berprestasi. Tidak boleh menghentikan anda untuk bekerja secara maksimal.

Karena kalau atasan anda bermasalah lalu anda juga bermasalah, perusahaan akan memilih atasan bukan memilih anda. Perusahaan memilih seorang leader yang mempunyai anak buah, jika anak buah bermasalah tidak mungkin atasannya dipecat terlebih dahulu tetapi anak buahnya yang akan dipecat. Tetapi kalau atasan bermasalah dan anak buah atasan ini berprestasi, perusahaan akan menilai. Apakah atasannya benar atau tidak sehingga bisa lebih objective.

4. Jadilah orang yang Proaktif

Anda harus jadi orang yang pro aktif. Pro aktif ini maksudnya karena anda tidak mau terganggu pekerjaannya, anda jangan pernah menunggu atasan marah baru anda memperbaiki problem anda. Contoh Perusahaan mau buat iklan pada saat atasan minta tolong dibuatkan konsep iklan dengan isi promo A diskon 50%. Maka buatkanlah tidak hanya membuat 1 sample tetapi 4 sample. Agar atasan bisa memilih, ini gaya 1, gaya 2, gaya 3 dan gaya 4.

Jelaskan juga perbedaannya, ini adalah gaya menonjolkan promo, ini gaya menonjolkan head line, yang ini menunjukkan outlet dan yang ini menonjolkan benefit list. Jadi atasan bisa memutuskan suka yang mana. Dengan anda menjadi pro aktif, atasan akan lihat nggak ada alasan buat marah sama anda, nggak ada alasan untuk ganggu anda, karena anda orangnya nggak ada masalah.

5. Jaga jarak dengan Atasan yang Abusive

kalau anda memiliki atasan yang abusive boleh jaga jarak. Abusive ini atasan yang suka mukul tetapi sebetulnya bukan berniat menyakiti, abusive ini maksudnya kasar. Misalnya menanyakan kabar, “apa kabar?” Dia pukul pundak kita, maksudnya mau menanyakan kabar tetapi kencang sekali.

Sehingga terasa sakit dibadan sebenarnya dia tidak berniat untuk memukul tetapi mungkin saat itu anda sedang lemah jadi rasanya sakit. Jadi lebih baik sebelum dia memukul, saat dia menyapa “hallo apa kabar?” lalu dijawab “saya baik pak” langsung dan  jaga jarak. Jaga jarak itu penting.

6. Berani Menyampaikan Kebutuhan Anda

Anda harus berani mengkomunikasikan kebutuhan anda. Anda harus berani menyampaikan pandangan pendapat, ide, strategi analisa yang menurut anda cocok untuk situasi tertentu.

Berani menyampaikan pendapat di lingkungan kerja adalah hal yang patut diacungi jempol, karena tidak semua karyawan yang memiliki ide namun tidak berani mengemukakan pendapatnya. Jika pendapat atau ide anda diterima itu sesuatu yang bagus tetapi jika ide tersebut tidak diterima anda juga harus berlapang dada dan tetap bersikap baik.

TONTON VIDEO INI : 10 TIPE LEADER YANG TIDAK LAYAK JADI PEMIMPIN

7. Harus Menjadi Leader

Anda harus menjadi leader maksudnya bukan berarti anda harus mengambil alih peranan atasan anda tetapi anda juga harus memiliki jiwa leadership didalam diri anda. Jadi jika anda memiliki jiwa leadership ini artinya anda menjadi seseorang yang memiliki kekuatan.

Karena Leader itu bisa mengambil inisiatif, leader itu berani bertindak, leader itu melakukan sesuatu untuk kepentingan orang yang lebih banyak lagi. Sebagai seorang leader anda akan mendukung perusahaan ada ataupun tidak ada atasan.

8. Memahami Pemicu Permasalahan

Pada saat anda menghadapi masalah dikantor atau dimanapun, maka anda harus memahami terlebih dahulu pemicu masalahnya agar menghasilkan solusi terbaik. Begitu juga dengan atasan yang bermasalah, setelah kita tau karakteristiknya lalu kita pahami apa pemicu permasalahannya. Apa yang membuat dia mempunyai karakter seperti itu.

Contohnya jika anda memiliki seorang atasan yang memiliki karakter like and dislike, maksudnya kalau deket sama atasan itu apapun yang kamu minta dikasih tetapi kalau tidak deket dengan atasan itu kamu digencet abis-abisan. Sifatnya like and dislike itu membuat saya bertanya, apa yang membuat dia memiliki like and dislike? kenapa kalau dekat didukung kalau tidak dekat tidak didukung.

Ternyata orang ini memiliki pemicu dimana dia itu tidak memiliki teman dari kecil, sering di bully sehingga kalau ada orang yang tidak dekat dengannya maka dia berasumsi ini orang akan membully dia sehingga membuat dia takut. Nah disaat anda sudah tahu pemicunya, maka anda akan memiliki strategi untuk mendekatinya, misalnya kalau ada masalah anda minta bantuan dia lalu kemudian anda minta dia untuk memberikan masukan.

9. Menghadapi Atasan yang Kasar

Kalau tadi kita menghindari sikap atasan yang kasar atau abusive, yang satu ini anda justru harus menghadapi kata-kata yang kasar dari atasan anda. Kata-kata kasar disini maksudnya berkata yang tidak sopan, misalnya nama binatang atau menghardik seseorang dengan mengatakan bahwa dia tidak pandai dan lain-lain.

Kalau kamu punya atasan seperti itu, anda coba lakukan yang namanya repeat and clarify. Repeat and clarify adalah suatu teknik yang digunakan untuk melakukan yang namanya couples theraphy atau couples consuling repeat and clarify. Misalnya mohon maaf yah anda dibilang “heh anjing sini lu” lalu anda Repeat atau ulang dulu, “anjing” lalu kemudian ada Clarify “maksudnya anjing apa pak?”.

Kalau kita berani mengkonfrontasi maka kita berani mengclarify, dan karena dia atasan bukan preman dipinggir jalan maka tidak pantas untuk didengar. Oleh sebab itu anda boleh lakukan repeat and clarify.

10. Mencari Bos Baru atau Menjadi Bos Sendiri

Kalau anda sudah tidak bisa benar-benar mendapatkan perhatian atau perlakuan yang benar dari atasan anda, maka langkah terakhir adalah cari bos baru dari departement lain. Cari bos baru dari perusahaan lain atau anda jadi bos untuk diri anda sendiri itu sudah langkah yang terakhir.

Itulah 10 langkah untuk menghadapi atasan yang bermasalah, semoga bisa bermanfaat untuk anda dan bisa membantu anda menjadi team yang lebih sukses.

Tom MC Ifle

Salam Pencerahan!!!

By |2019-11-29T18:26:31+07:00November 29th, 2019|Team Building|0 Comments