BELAJAR SISTEM PRODUKSI DARI PENGUSAHA UKM “NAK TARASO”

//BELAJAR SISTEM PRODUKSI DARI PENGUSAHA UKM “NAK TARASO”

BELAJAR SISTEM PRODUKSI DARI PENGUSAHA UKM “NAK TARASO”

Pengusaha UKM yang sukses dapat dijadikan inspirasi bagi anda. Sebuah bisnis bisa dikatakan sukses dari proses atau perjalanan bisnisnya. Dalam arti sukses membesarkan bisnis yang tadinya kecil menjadi besar. Ada beberapa pengusaha UKM sukses di Indonesia yang dulunya membangun bisnis dari nol sampai menjadi pengusaha top. Sebut saja Bob Sadino, Ahmad Zaky (founder Bukalapak) dan masih banyak lagi.

Kisah sukses tersebut akhirnya diikuti oleh pengusaha UKM dari daerah, banyak yang memulai bisnisnya dari hasil kekayaan bumi atau makanan khas daerah itu. Seperti kisah pengusaha UKM yang satu ini yang menjalankan bisnis makanan khas Sumatera Barat yaitu Rendang. Rasanya tidak asing lagi dengan makanan rendang, masakan khas Indonesia ini tepatnya berasal dari Sumatera Barat. Makanan yang berbahan utamanya daging ini sudah banyak divariasikan, salah satunya berbahan dasar ikan lele. 

Umumnya rendang ini memiliki rasa yang pedas sehingga tidak disukai oleh anak-anak. Tapi saat ini telah diinovasi oleh Andrean Alberto (owner Nak Taraso), seorang pengusaha UKM dari Solok, Sumatera Barat dan salah satu anggota UKM binaan Bank Indonesia. Beliau akan menjelaskan bagaimana sistem produksi “Nak Taraso” dan apa saja jenis produksinya itu. Kita kenalkan dulu produknya yah, “Nak Taraso” ini adalah produsen makanan olahan yang saat ini fokus terhadap rendang, yang rasanya tidak pedas dan cocok untuk anak-anak. Seperti diketahui bahwa rendang itu umumnya adalah makanan orang dewasa tetapi beliau menciptakan rendang untuk anak-anak. Saat ini ia masih fokus untuk memperluas jaringan pemasarannya.

BACA JUGA :5 KONSEP INOVASI PROSES PRODUKSI

Standarisasi BPOM Untuk Ruang dan Lokasi Produksi “ Nak Taraso”

Sebelumnya tempat produksi “Nak Taraso” masih sangat sederhana, namun saat ini sudah ada lokasi baru. Beliau membangun rumah produksi di kisaran luas tanah 300 M2, dan sudah berstandar oleh badan POM. Semua layout dan kegiatan aktifitasnya pun dilakukan berdasarkan arahan atau koordinasi dengan badan POM. Hal tersebut bertujuan agar kedepannya bisa mendapatkan sertifikat MD, dan mendapatkan izin edar didalam maupun diluar negeri.

Beliau juga menerangkan sebelum karyawan masuk keruangan maka diwajibkan untuk cuci tangan dan cuci kaki terlebih dahulu kemudian ganti pakaian, ganti sendal baru lalu kita masuk ke ruang bersih. Ruang bersih ini terdapat loker.

Ada 3 ruangan yang akan dilalui dalam proses produksinya, namun sebelumnya harus disiapkan dahulu proses produksi itu seperti penyiapan santan, pengupasan bawang dan bumbu-bumbu itu diluar atau diruang kotor.

Ruang pertama yaitu ruang untuk pencucian bahan baku dan peralatan

Setelah bahan baku disiapkan lalu diletakkan di pas box untuk masuk ke dalam ruang pencucian ini tidak hanya bahan baku yang akan diolah tetapi juga peralatannya juga di cuci terlebih dahulu. Selain dicuci bumbu-bumbu yang akan dihaluskan juga diproses diruangan ini. Setelah bersih dan bumbu siap maka di masukkan ke dalam pas box. Pada ruangan ini tidak ada pintu yang memperbolehkan karyawan keluar masuk, jadi masuk kedalam pas box dibawah ini.

Ruangan kedua yaitu ruang masak

Disini ada 2 tungku untuk memasak. Konsep ruang masak ini dibangun dengan tetap menggunakan tungku kayu namun sudah modern. Disebut modern karena tungku kayu itu identiknya berasap dan panas. Nah saat ini di design tetap menggunakan kayu, tanpa asap tanpa panas yang ada diruangan ini. Dengan adanya tungku modern ini memberi kemudahan dan hemat bahan baku 50% karena panasnya itu tidak menyebar kemana.

Kayu yang dipergunakan dari alam sekitar, kami gunakan kayu yang agak keras seperti kayu kulit manis, kayu pohon rambutan yang bisa tahan lama. Di ruang masak ini juga pakai penghisap karena kalau masak rendang dan sampai pada tahap matang tertentu itu asap dari santannya keluar. Seperti dibahas diatas tadi bahwa tidak ada pintu karyawan, hal itu dikarenakan makanan harus dalam kondisi bersih maka diupayakan untuk tidak banyak kontaminasi dengan luar. Maka dari ruangan masak lewat pas box.

Ruang yang ke tiga massue pada ruangan untuk Proses Pengemasan atau Packing

Diruang kemasan terbagi menjadi 2 tahapan yaitu kemasan primer dan kemasan sekunder. Barang yang sudah matang lalu kita masukkan lewat pas box, setelah itu langsung dikemas oleh karyawan sampai selesai. Setelah selesai dikemas maka diletakkan ke pas box lagi untuk di bawa ke ruang penjualan. Efektifitas menggunakan pas box ini bisa dirasakan pada kecepatan dan kualitas serta identitas produk tersebut.

Kami menghindari produk agar tidak terpapar oleh udara yang diluar semuanya lewat 1 arah sampai dikemas. Jadi kalau secara konsep ini menggunakan konsep One Piece Flow , jadi alurnya satu demi satu.

TONTON VIDEO INI : PENGUSAHA UKM BELAJAR SISTEM PRODUKSI DARI “NAK TARASO”

Ragam Produk “Nak Taraso”

Produk yang sekarang kami ciptakan di “Nak Taraso”, adalah yang berwarna hijau kemasannya adalah rendang lele, lalu yang kuning kemasannya adalah rendang suir dari bahan bakunya daging sapi dan yang ungu kemasannya adalah rendang belut.

Semua konsepnya for kids karena pembeda dari yang lainnya adalah selain rasa yang tidak pedas, kita juga memilih bahan baku yang bagus untuk perkembangan motorik maupun kecerdasan anak. Selain produk untuk anak-anak, kami juga menciptakan kerupuk kulit ikan untuk orang dewasa. Produk ini dihasilkan dari kulit ikan lele yang sudah diambil dagingnya tadi, jadi ini kerupuk kulit lele. Kerupuk ini kami beri nama Indonesian Fish Skin, rasanya agak pedas karena menggunakan cabai kering.

Manfaat dan Keamanan Bahan Baku

Seperti contohnya belut, bagus untuk perkembangan daya otak DHA anak. Lele juga bagus untuk motorik anak, nah masing-masing variant ini kita olah dengan tetap mengedepankan yang namanya kualitas. Untuk lele kami menggunakan bahan baku sendiri yaitu lele higienis, karena kita budidayanya higienis tanpa pakan limbah sama sekali. Kita kerjasama dengan peternak yang kami tahu prosesnya.

Sebelumnya kita proses budidaya sendiri, karena permintaan juga meningkat maka kami kerjasama dengan beberapa Instansi Dinas dengan menerapkan pola yang sama untuk kita ambil bahan bakunya. Ada ungkapan bahwa dengan mengkonsumsi ikan lele bisa menyebabkan penyakit kanker, hal itu bisa dibenarkan tapi bisa juga tidak dibenarkan. Karena harus dilihat dahulu proses pembudidayaannya. Ada budidaya pakan limbah dan budidaya pakan organik atau alami, jadi yang pakan limbah ini yang akan menyebabkan kanker tapi kalau yang alami tidak akan menyebabkan penyakit tersebut. Jadi kami memang benar-benar fokus dalam memilih bahan bakunya.

Jangan khawatir kalau makanan ini tidak bisa bertahan lama, beliau menginformasikan makanan olahannya itu tanggal kadaluarsanya 6 bulan tanpa bahan pengawet dan tanpa MSG.

Cara Menjadi Reseller

Bisnis makanan olahan ini juga bisa dirasakan keuntungannya bagi yang mau menjadi distributor, karena share margin profitnya bisa mencapai 20% sampai 25% dari penjualan. 

Bagi yang penasaran dengan rendang for kids “Nak Taraso” bisa cek di web nya www.nak-taraso.com atau instagramnya @rendangforkids. Atau juga bisa menghubungi 0852-6383-3929. Silahkan menghubungi dan mencoba makanan inovasi ini.

Tom MC Ifle

Salam Pencerahan!!!

By |2019-12-11T09:55:57+07:00December 11th, 2019|Coaching|0 Comments