BANJIR CASHFLOW

/, Cashflow/BANJIR CASHFLOW

BANJIR CASHFLOW

Siapa yang mau bisnisnya kebanjiran cashflow? Setiap pebisnis baik pemula dan yang sudah lama punya tujuan cashflow positif. Saya akan membahas tentang 3 penyebab cashflow bermasalah didalam bisnis.

Dalam bisnis kita selalu melihat bahwa cashflow itu selalu menjadi ukuran. Ukuran  bisnis sehat dan ukuran bisnis sakit. 42-43% pebisnis mengatakan cashflow itu selalu menjadi penyebab matinya bisnis.

Kalau Anda tidak bisa membuat cashflow bisnis Anda sehat dan kalau Anda mengalami masalah dengan cashflow pilihannya tutup atau berhutang.

Kita perlu memperhatikan ada 3 kondisi yang bisa membuat cashflow Anda bermasalah tapi sekaligus juga tiga hal ini harus Anda atasi untuk membuat bisnis Anda sehat secara cashflow.

1. Piutang

Bisnis yang mengandalkan piutang untuk berkembang akan selalu mengalami cashflow bermasalah. Bisnis-bisnis yang untuk naikin omset Anda harus naikin piutang, misalkan ada seorang salesman anda mengatakan: “begini pak Saya nggak bisa jualan pak karena kalau Saya jualan customernya bilang, tambah dong piutangnya kalau 1 bulan Saya nggak mau beli, kalau 2 bulan saya mau beli kalau 3 bulan Saya beli lebih banyak!” Jadi  customer mendikte piutang mereka. Akibatnya Anda harus memodali customer untuk berjualan. Dan kalau itu terjadi dan Anda mengikuti pola tersebut berikut akhirnya terjebak ini menjadi lingkaran setan. Begitu Anda stop memberi piutang, omset Anda.

INVOICE

Penjualan secara kredit seperti ini juga akan semakin mengakibatkan terjadinya resiko kerugian akibat terlalu banyaknya tunggakan-tunggakan piutang dari para customer dan bahkan yang lebih paranya lagi adalah bahwa piutang tersebut tidak bisa tertagih atau lupa tertagih.

Semakin lama tumpukan-tumpukan sejumlah piutang menunggak belum terbayarkan, maka akan menjadi semakin besar pula jumlah nilai dari investasi yang dibutuhkan dalam upaya untuk menutup seluruh kerugian akibat dari resiko piutang yang tidak tertagih tersebut.

2. Deadstock

Deadstock adalah inventory yang sudah Anda beli tetapi tidak bisa dijual. ada 3 jenis inventory pertama fast moving stocks, kedua Slow moving stocks dan yang ketiga adalah deadstocks. Slow moving stocks adalah barang yang bisa dijual tapi dalam waktu yang lama dalam kurun waktu 1 tahun. Tetapi ada yang namanya deadstocks adalah stock yang Anda jual lebih dari kurun waktu 1 tahun. efek dari deadstocks adalah uang mati atau kita sebutnya cash gap. Uang mati kalau banyak berarti kita harus menambah modal dalam bisnis.

DEADSTOCK
Jadi ada orang yang mengatakan, wah aset inventori Saya banyak, tetapi mati semua(tidak terjual lebih dari 1 tahun). kalau inventory mati berarti deadstock Anda tidak jadi uang. Kalau tidak jadi uang berarti Anda harus terus menerus suntikan modal dengan cara menggadaikan ruko, menjual mobil, menggadaikan mobil, mengadaikan tanah, pinjam uang ke family, bahkan semua harus disuntik pendanaan oleh Bank.

Menyingkirkan atau menghapus deadstock pada ruang gudang adalah hal yang harus dilakukan demi kesehatan bisnis Anda. Karena jika tidak, lambat laun deadstock tersebut akan merugikan bisnis Anda dari dalam. Jadi menghapus deadstock yang ada dalam gudang adalah langkah terbaik yang harus Anda lakukan. Bisa jadi deadstock karena barangnya rusak. Buat laporan terpisah antara good stock dengan bad stock.

Dengan menurunkan harga jual pada produk yang deadstock mungkin cukup untuk menarik minat para pembeli. Meski Anda mungkin tidak mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut namun membersihkan deadstock dari penyimpanan (inventory) Anda adalah hal terbaik demi menunjang kesehatan bisnis Anda dalam jangka panjang.

Menggunakan teknik diskon juga merupakan cara terbaik dalam melakukan penjualan. Cobalah memberikan diskon kepada produk deadstock Anda. Berikan konten pemasaran yang dapat menarik minat para pembeli untuk membeli produk tersebut.

DEADSTOCK1

3. Sales Management

Sales management kalau dalam bisnis anda sales management-nya tidak rapi, Anda akan selalu mengalami dengan 2 hal ini (piutang dan deathstock). Jadi penyebab dari dua hal ini karena lemahnya sales management.  Sales management adalah kemampuan kita membuat rencana (plan) yang baik, menemukan target market, memotivasi karyawan, dan mendapatkan optimum cashflow dari sales.

Menetapkan tujuan sales (penjualan) dengan mempertimbangkan strategi, kriteria kendali sales (penjualan), kebijakan, maupun tujuan pemasaran secara umum yang sebelumnya telah ditetapkan oleh perusahaan atau bisnis owner.

SALES-MANAGEMENT-1
Setelah target sales diputuskan dan ditetapkan, manajer sales yang bertugas mengelola kegiatan sales mesti memikirkan lima hal berikut: dengan cara apa produk akan dijual?

Pada harga berapa sebuah produk mesti dijual? Kepada siapa produk akan dijual? Produk apa yang hendak dijual? Bagaimana perihal rasio efektivitas biaya antara harga jual dan daya beli konsumen?

Setelah segmentasi pasar ditentukan, yang harus dilakukan selanjutnya adalah menentukan posisi pasar yang ingin dimasuki segmen tertentu yang telah digariskan sebelumnya. Artinya, produk disusun dengan konsep yang jelas, sekaligus ditempatkan di lokasi yang ditentukan.

Maksud dari penetapan posisi ini adalah supaya hasrat membeli produk tertentu muncul di pikiran konsumen, sehingga konsumen akan memilih produk tersebut dibandingkan produk lain yang sejenis.

Sales Management bukanlah sebuah perkara remeh, juga bukan kasta terendah di dalam sebuah perusahaan. Dalam banyak hal, Sales Management juga sangat berperan penting dalam memajukan sebuah perusahaan.

 

Ingat  3 hal ini yang membuat cashflow Bisnis Anda sehat yaitu Piutang Rendah, Zero Deadstock, Sales Management yang powerful!! Semoga Bermanfaat.

Saya Tom MC Ifle,

 

Salam Pencerahan

By |2019-05-23T12:31:26+00:00April 8th, 2019|Cash Flow, Cashflow|0 Comments
Translate »