Blog

Home /Blog / Dedie Tooy, PhD





Dedie Tooy, PhD

Name
Dedie Tooy, PhD
Phone
+6281340232115
Email
dtooy@unsrat.ac.id
dtooy@yahoo.com
Visi
Making Life more meaningful
Motto
Grateful for His Grace with Great
Achievements
Hobby
Teaching, Learning and travelling
Job
Head of Business Incubator Division
(IEC) Unsrat; Head of Agricultural
Department, Faculty of Agriculture, Sam
Ratulangi University
Trainings:
1. International Workshop 1. Design and Delivery of Applied Entrepreneurship Curriculum. October 21st-November 1st 2013. Sam Ratulangi University-Manado. (Facilitators:Sheryn Beattie and Steven Lichty)
2. International Workshop 2. Design and Delivery of Applied Entrepreneurship Curriculum. March 17-28th 2014. Sam Ratulangi University-Manado. (Facilitators: Rose Ann MacGillvra, Ianinta Sembiring and Oliver Ortis).
3. International Workshop 3. Design and Delivery of Applied Entrepreneurship Curriculum. September 23-26th 2014. Unsrat-Manado. (Facilitators: Kent Schroeder and Jeff May).
4. International Workshop 4. Entrepreneurship Centre Strategic Planning. July 8-14, 2015. Manado. (Facilitators: Jeff May and Eva Reddington)
5. International Workshop 5. Basic Business Coaching. October 5-7 2015. Grand Puri Manado. (Facilitators: Ibnu Wahid Fakhrudin Aziz and Sudjianto).
6. International Workshop 6. Business Incubator Model and Business Center Management. October 8-9 2015. Grand Puri Manado. (Lilik Setyobudi, Effendy Aritonang, Akbar Fikri).
7. Business Coaching Certification Training. October 31st –September 2nd 2016. Innovation and Entrepreneurship Center Sam Ratulangi University. (Facilitator: Tom McIfle)
8. Business Mastery. Top Coach. Tom McIfle. Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta. May 2014 (2 day).
9. Technopreneurship Course Development, RAMP IPB, Bogor, 9-11 Juni 2013.
10. Pelatihan Teknopreneurship untuk Dosen, RAMP IPB, Bogor 11-13 Maret 2014.
11. Workshop on Food Technopreneurship and Business Incubator, Sam Ratulangi University-University of Idaho, Manado 04–08 November, 2013
12. Nara sumber Pelatihan Strategi Pemasaran Wirausaha Muda, Unsrat, Manado, 26 Agustus 2016.
13. Nara Sumber Memasyarakatkan Kewirausahaan Sulawesi Utara. Kementerian Koperasi dan UMKM.
14. Bench Marking on Business Networking and Entrepreneurship Course Development. PT Gama Multi UGM, Yogyakarta; Student Entrepreneurship Community, UGM Yogyakarta, Solo Tekno Park, Universitas Ciputra Surabaya. One week, August, 2015. Supported by Humber.
15. Startech Training Camp – Start up Technology. Basic Coaching. Menumbuhkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi. Hotel Kartika Candra Jakarta 22-26 Mei 2017. Budi Isman dkk. SmartPreneur Pro Indonesia.
16. International Conference of Maritime Strategy on Silk Road Connectivity. Keynote speaker on Cooperation in Agriculture: Business Investation in Indonesia. Dalian Maritime University, China and Research Development Institute of China. 17-19 July, 2017.
17. Business Networking for Investation in North Sulawesi Indonesia: Integrated Coconut Farming, Haikou, Hainan Province, China. 19-21 July, 2017.
18. Nara sumber pada Seminar dan Pelatihan Kewirausahaan di Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsrat (2013-2017) baik di Tingkat Jurusan Teknologi Pertanian maupun di tingkat Fakultas Pertanian.
Pengenalan tentang “Coaching”, sebenarnya telah dimulai dari tahun 2013, dimana saya mengikuti kegiatan Workshop Technopreneurship Course Development yang diselenggarakan oleh RAMP IPB, kerjasama dengan Lemelson Foundation, Canada. Setelah mengikuti rangkaian workshop dan kegiatan kewirausahaan di Unsrat dengan support dari SEDS Project yang disponsori oleh Humber College and Canadian Government, maka saya sangat mengerti bahwa coaching adalah bagian yang penting dalam suatu proses pengembangan bisnis atau usaha.
Kewirausahaan yang ada selama ini oleh mahasiswa dan dosen, bahkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seringkali gagal dikarenakan kurangnya pendampingan. Pelatihan seringkali di ikuti oleh pelaku bahkan terutama pengusaha pemula, akan tetapi kapasitas mereka tidak terangkat dikarenakan pola yang mereka lakukan hanya sekedar meniru usaha lainnya. Selama ini kegiatan konsultansi, pelatihan dan pembimbingan banyak dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu untuk meningkatkan kesuksesan berwirausaha. Akan tetapi, sangat jelas sekali bahwa kreatifitas para pengusaha pemula tidak dapat berkembang bahkan dalam masa yang sangat bergerak cepat baik dalam persaingan maupun dalam ekonomi.
Saya berterima kasih pada program SEDS di Unsrat. Banyak hal yang saya bisa dapatkan. Program coaching terbukti sangat ampuh dalam menggali kemampuan diri para calon pengusaha dan pengusaha pemula.
Dalam tahap sertifikasi coaching ini, hal-hal yang saya dapati bahwa saya dapat lebih banyak menolong orang lain. Hal yang sangat nyata adalah dalam life coaching. Ada beberapa yang tidak saya masukkan dalam coaching log, namun sangat terasa bahwa dalam beberapa sesi coaching saja, ada beberapa orang yang berubah. Ada yang tadinya tidak bekerja, takut untuk memulai bahkan tidak tahu bagaimana memulai usaha, dalam beberapa sesi dapat dan berani ambil keputusan untuk memulai usaha.
Ada juga mahasiswa yang saya coach, pada awalnya tidak percaya diri, bahkan waktu latihan saja sangat gugup. Namun dengan beberapa kali latihan, dan memaksimalkan kemampuan dan memfokuskan ide bisnisnya, semakin percaya diri bahwa bisnis mereka bermanfaat bagi banyak orang. Hal itu bahkan baru mereka sadari waktu proses coaching. Bahkan akhirnya pada lomba Elevator Pitch yang di adakan di Fakultas Teknik, bulan Mei 2017, maka mereka mendapatkan juara I.
Dalam salah satu coaching, saya juga dapat membawa Co Her (Herry Pinatik) dalam memaksimalkan potensinya sehingga mendapatkan Dana Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Kemenristek RI sebesar RP. 360.000.000,-
Dengan proses coaching yang saya telah lakukan, maka saya mendapati bahwa coaching dapat membawa hidup kita semakin bermakna, dan membantu orang memaksimalkan dirinya berdasarkan hal-hal yang sebenarnya sudah ada dalam dirinya. Mereka dan bahkan kita tidak perlu menjadi orang lain, dan bisa menjadi diri sendiri dengan memaksimalkan potensi yang ada.
Untuk itu, maka visi saya menjadi sangat jelas sebagai seorang Coach, yaitu :
MENJADIKAN HIDUP LEBIH BERMAKNA,
baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain, dan semakin hari semakin luas sebagai wujud ungkapan syukur kepada Tuhan.
Ini berarti pencapaian-pencapaian besar, perlu dimulai dari usaha-usaha kecil, yang perlu dikerjakan dan di upayakan terus menerus. Tidak perlu menjadi orang lain, tetapi menjadikan diri maksimal dengan segala potensi yang ada, namun terus belajar, bersemangat, bersyukur dan berjejaring dengan semakin banyak orang.