7 CARA MEMBUAT STRATEGI JADI DUIT

//7 CARA MEMBUAT STRATEGI JADI DUIT

7 CARA MEMBUAT STRATEGI JADI DUIT

Dijaman sekarang, mencari uang bukanlah hal yang terlalu sulit. Asalkan kita sungguh-sungguh dan rajin, rejeki pasti datang. Banyak cara dalam menghasilkan uang, mulai dari hitungan hari, minggu, sampai bulan semua tergantung jenis pekerjaan apa yang Anda lakukan. Ternyata tidak hanya rajin dan sungguh-sungguh dalam mencari uang tetapi juga diperlukan strategi.

Banyak orang atau perusahaan tidak memiliki strategi yang tepat untuk merealisasikan rencana yang dibuat. Menurut Craig and Grant (1996) Strategi merupakan penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang (targeting and long term goals) sebuah perusahaan dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan (achieve the goals and objectives).

Dari penjelasan tersebut, jelas bahwa strategi sangat penting untuk terciptanya suatu goal. Mari kita bahas 7 strategi yang rumit bisa menjadi duit, sebagai berikut :

BACA JUGA :5 MENTAL KEUANGAN YANG MEMBUAT BISNIS SUKSES

1. Semua Karyawan Harus Mengerti Strategi

Karyawan harus paham strategi perusahaan dengan 35 kata atau kurang. Jadi kalau semua karyawan ditanya apa sih strategi perusahaannya? Mereka harus paham dan sama jawabannya dengan business ownernya.

Seperti dikutip dalam Harvard Business Review, tentang strategi planning. Davis Collis and Michael G Rukstad menuliskan “ can you summarize your company’s strategy in 35 words or less, if so would your colleagues put it the same way?” Jika semua karyawan itu tidak bisa menjawab berarti strategi perusahaan tidak dipahami maka strategi bisnis perusahaannya tidak bisa berjalan.

2. Mengkritik Asumsi-Asumsi Pada Team

Anda harus mengkritik asumsi-asumsi yang diberikan pada team. Ada istilah venation blind, venation blind adalah sebuah teori dimana ketika team anda memberikan asumsi, asumsi itu harus dikritisi. Pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang menjanjikan 100%, 200%, 300% ternyata hanya mampu tumbuh misalnya 10% 5%, bahkan 30% jadi target-target yang diciptakan ini harus ditantang dari mana mereka mendapatkan asumsi ini. Jadi kritisi dan tantang karyawan anda agar bisa dipastikan asumsi itu tepat.

3. Membangun Kesepakatan Team

Gunakanlah bahasa yang sama, pengukuran yang sama dan pahami kelemahan dan kelebihan pada konteks yang sama. Contohnya ada orang yang mengatakan “bisnis kita kacau pak”, “kenapa?” “karena banyak customer yang minta diskon”. Apakah itu kelemahan atau kelebihan? Ditempat lain customer tidak minta diskon dan tidak membeli bahkan menawarpun tidak, ditempat kita customer mau beli walaupun menawar.

Pertanyaannya adalah apakah itu sebagai kelebihan atau kelemahan? Ada yang bilang itu adalah kelebihan ada yang bilang itu kelemahan. Sepakati dahulu dengan team anda, satu hati satu bahasa, kalau itu adalah sebuah kelemahan maka harus kita perbaiki kalau itu adalah sebuah kelebihan maka kita harus optimalkan.

Perusahaan harus memiliki pengukuran yang sama pada kelebihan dan kekurangannya. Contohnya customer yang datang ke tempat kita untuk membeli dan menawar produk sampai meminta diskon, apakah itu suatu kelebihan atau kekurangan. Kalau itu adalah sebuah kelemahan maka harus kita perbaiki kalau itu adalah sebuah kelebihan maka kita harus optimalkan. Jadi disepakati dulu yah dengan tim apakah ini kelebihan atau kelemahan.

4. Optimalkan Potensi Sumber Daya

Buatlah list atau daftar nama karyawan lalu kemudian anda beri tanda, kalau anda kehilangan orang-orang ini apakah bisnis anda akan tutup. Kalau iya anda harus mengoptimalkan potensi mereka sebagai orang-orang kunci yang harus mendukung dan menjalankan bisnis anda.

Tetapi kalau tidak, maka kehilangan dia nggak ada masalah. Sumber daya yang anda tahu, kenal, lihat, rasa dan anda bisa gunakan maka akan berkembang, bertumbuh dan sukses.

5. Prioritaskan Prioritas Anda

Prioritaskan prioritas anda. Kesalahan banyak orang adalah membuat jadwal tetapi tidak menjadwalkan prioritas. misalnya jam 6 pagi saya harus pergi,  jam 9 sore ada janji, jam 10 pagi ada olah raga dan seterusnya. Kesuksesan bisnis anda dilihat dari jadwal yang harus dipatuhi dan juga memiliki  daftar prioritas anda. Setiap prioritas harus dipastikan selesainya sehingga pada saat anda melihat hari, anda sudah mengetahui ini sukses.

DENGARKAN AUDIO BOOK INI : Cara Meningkatkan Kualitas Keuangan

6. Selalu Mengukur

Setiap pekerjaan dan aktifitas harus diukur, semakin sering semakin bagus. Kalau anda bisa mengukur penjualan, ukurlah penjualan anda. Bisa 1 kali tiap bulan, bisa 1 kali tiap minggu, atau bisa setiap hari. Contohnya sebuah perusahaan melakukan kontrol penjualan ke karyawannya setiap 2 jam sekali, maka setiap 2 jam sales akan ditelpon untuk memastikan sudah ada penjualan atau belum.

Setelah 1 minggu kontrol, terlihat kenaikan salesnya dan semakin baik. Jadi artinya semakin sering anda mengukur aktifitas karyawan atau team anda maka strategi bisnis yang direncanakan akan lebih mudah untuh diciptakan.

7. Reward and Recognition

Kebanyakan perusahaan menerapkan Reward and Punishment, bukan Reward and Recognition. Kenapa? karena menurut perusahaan dengan adanya punishment maka karyawan akan lebih patuh dengan aturan. Tetapi kalau dilihat lagi hal tersebut saat ini bukan menjadi penerapan yang baik, jangan ciptakan punishment tetapi berikan apresiasi.

Berikan reward untuk yang berprestasi dan berikan apresiasi semangat kepada yang belum maksimal kerjanya. Hal ini akan membuat orang merasa bersyukur karena memiliki seorang leader yang baik dan anda akan mendapatkan apresiasi balik dari team anda. Jadi orang yang mendapat reward atau tidak mendapat reward pun ketika pekerjaan mereka mendapatkan apresiasi yang baik dari anda dan bukan dimarahin atau dihukum.

Demikian 7 langkah strategi yang bisa diaplikasikan di perusahaan anda. Dan pastinya strategi tersebut juga bisa menambah pundi-pundi keuangan anda.

Tom MC Ifle

Salam Pencerahan!!!

By |2019-11-25T19:06:37+07:00November 19th, 2019|Cashflow|0 Comments