5 Sabotase Yang Membuat Smart People Gagal

//5 Sabotase Yang Membuat Smart People Gagal

5 Sabotase Yang Membuat Smart People Gagal

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang 5 hal mengapa smart people banyak mengalami kegagalan, karena mensabotase diri mereka sendiri adalah:

1. Sabotase yang pertama yang membuat Smart People Gagal

Smart  people banyak sekali merendahkan skill yang bukan skill mereka. Kalau Anda adalah jago marketing, Anda akan meremehkan skill keuangan, kalau Anda orang keuangan Anda lebih tidak peduli dengan skill-skill orang operation, kalau Anda orang operation Anda tidak peduli dengan selling. Jadi, smart people sering sekali merendahkan skill orang lain, karena mereka sangat-sangat menghormati skill utama mereka. Komputer merupakan sarana yang digunakan paling dominan dalam dunia kerja zaman ini. Dengan kemampuan mengoperasikan komputer, printer, scanner, atau LCD, maka bukan tidak mungkin atasan lebih memperhatikan kinerja seorang karyawan. Justru sebaiknya gunakan knowledge kita untuk mengembangkan skill dan jadilah seorang yang punya spesialisasi di bidang-bidang yang Anda sukai dan tentunya terus tingkatkan knowledge Anda dalam berbagai hal. Semoga dari artikel ini Anda mendapatkan insight baru.

Sabotase 1

2. Sabotase yang kedua yang membuat Smart People Gagal

Sabotase yang kedua, smart people sering sekali kesulitan bekerja sama, karena mereka kerja sama adalah sesuatu yang sulit dan membosankan mereka pinter mereka cerdas merka mengalami namanya perfectionist syndrome dimana orang lain tidak lebih baik dari Dia dan Dia bisa melakukan yang lebih baik daripada orang lain dengan cara yang lebih cepat itu adalah sabotase yang membuat smart people mengalami kegagalan. Sangat jarang pekerjaan yang tidak membutuhkan kolaborasi atau kerjasama dengan orang lain. Pencapaian pribadi memang penting, namun kemampuan kolaborasi yang baik untuk saling mendukung rekan kerja juga akan mempermudah pekerjaan anda. Mampu menempatkan diri dalam tim serta mau mendengarkan kritik dan saran dari orang lain untuk mencapai target bersama adalah modal penting dalam dunia bisnis. Tentukan sikap dan solusi yang tepat. Jika Anda rasa ada solusi yang tak bisa diselesaikan sendiri, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain. Kehidupan bersosial menjadi penting saat seseorang sedang dalam masalah, termasuk Anda yang butuh tolong menolong. Ingat, tentukan solusimu sendiri dan kerjakan bersama orang lain jika dirasa berat jika diselesaikan sendirian.

Sabotase 2

3. Sabotase yang ketiga yang membuat Smart People Gagal

Sabotase yang ketiga smart people tidak suka di kritik, well i’am smart, siapa yang bisa mengkritik kita, orang bisa mengkritik dalam kondisi apapun, siapa pun bisa mengkritik orang yang pinter bisa mengkritik orang yang kurang pinter, bahkan orang yang kurang pinter bisa mengkritik orang yang lebih pinter, karena buat Saya setiap orang bisa menjadi guru, dan setiap tempat bisa menjadi sekolah kita. Ketika  smart people tidak suka di kritik, ketika tidak suka diberi feedback, ketika tidak suka mendapatkan masukkan, kadang-kadang hal-hal yang tidak nyaman di dengar, tidak nyaman untuk dilihat, tidak nyaman untuk kita ketahui, kadang-kadang itu yang memang harus kita dengar, kadang itu yang membuat kita berubah, kadang-kadang itu yang bisa membuat kita sukses.  Smart  people be careful ketika Anda atau Saya tidak suka di kritik. Orang  yang tidak mau mendapat kritikan adalah selalu berusaha mengalihkan pembicaraan saat kamu sedang berniat untuk memberikan sebuah saran atau kritikan kepadanya. Baik beberapa di awal pembicaraan atau setelah beberapa menit kamu berbincang. Tujuan mengalihkan pembicaraan ini tidak lain untuk menghindari kritikan yang disampaikan kepadanya. Mungkin orang yang paling pantas dicela ketika menghadapi kritik ialah orang yang memberikannya. Seperti dijelaskan dengan cermat oleh akademisi Douglas Stone dan Sheila Heen dalam buku mereka Thanks for the Feedback, “Ketika kami memberi masukan, kita menyadari si penerima tidak pandai menerimanya. Ketika kami menerima masukan, kami menyadari si pemberi masukan tidak pandai memberikannya.”

Sabotase 3

4. Sabotase yang keempat yang membuat Smart People Gagal

Sabotase yang keempat smart people sering kali bosan ketika melakukan hal-hal yang basic, dalam basic, dalam atlet, dalam memenangkan hal-hal yang basic, harus sangat-sangat luar biasa dikuasai kalau tidak kita akan kehilangan momentum, untuk melakukan improvement yang lebih baik. Smart  people nggak suka dengan hal-hal basic, hal-hal yang sifatnya simpel nggak suka dengan hal-hal yang sifatnya sangat-sangat practical, tidak suka straight to the point. Mereka  juga suka hal-hal yang rumit. Mereka  suka hal-hal yang canggih mereka suka hal-hal yang out of box, hal-hal yang insight the box juga banyak, yang penting yang harus kita kuasai. Sehari-hari Anda mengejar tenggat waktu, menulis berlembar-lembar laporan, menghadiri meeting, dan aktivitas lainnya. Jika Anda selalu dikelilingi kesibukan, kapan tubuh dan pikiran Anda punya untuk recharge? Saat kebosanan menyelipkan diri di tengah hari, coba tahan naluri Anda untuk mencari kegiatan. Anda tidak akan merasa bosan selamanya. Sedikit  relaksasi dan istirahat toh terbukti memiliki efek positif terhadap produktivitas.

Sabotase 4

5. Sabotase yang kelima yang membuat Smart People Gagal

Sabotase yang kelima (terakhir) adalah smart people kadang-kadang membuat hal-hal yang sederhana menjadi rumit. Sekarang just saying i’m sorry sudah menyelesaikan masalah nggak perlu memberikan penjelasan yang rumit, tidak perlu membuat tesis, tidak perlu membuat sebuah argument, just say i’m sorry and finish.

Sabotase 5

Yang  rumit tidak di selesaikan kecil, dirumit-rumitkan hal-hal yang harusnya bisa diatasi dengan sederhana, tapi tidak diselesaikan atau bahkan di perbesar hal-hal yang besar, hal-hal yang harusnya  di pikirkan lebih serius, itu menjadi terlewatkan. Para pembaca itu tadi 5 hal yang bisa membuat smart people seperti kita semua seperti Anda, seperti Saya mengalami kegagalan karena 5 sabotase serius. Thank  You So Much.

 

Saya Tom MC Ifle,

 

Salam Pencerahan

By |2019-03-04T15:00:17+00:00February 28th, 2019|Coaching|0 Comments