5 PELAJARAN BERHARGA “CRAZY RICH” INDONESIA

//5 PELAJARAN BERHARGA “CRAZY RICH” INDONESIA

5 PELAJARAN BERHARGA “CRAZY RICH” INDONESIA

Sebelum memulai bisnis, alangkah baiknya kita banyak mencari informasi dan belajar dari pebisnis sukses tentang kiat atau cara berbisnis agar terinspirasi. Sebagai contoh kita bisa belajar dari kerajaan bisnis crazy rich surabaya, Bapak Hermanto Tanoko. Beliau adalah salah seorang  pebisnis sukses di Surabaya.

Bisnisnya sangat banyak seperti Hotel, Cat dan beberapa consumer goods. Sebut saja air mineral beroksigen “CLEO”. Satu kehormatan untuk bisa bertemu dengan pak Hermanto Tanoko owner dari Tancorp Holding. Bisa sharing dengan Beliau. Ada 5 pembelajaran menarik yang saya dapatkan dari pak Hermanto Tanoko tentang memulai sebuah bisnis, yaitu :

1. Memulai Bisnis Tanpa Hutang

Banyak orang diluar sana saat memulai bisnis berharap cepat besar usahanya. Untuk itu membutuhkan yang namanya capital atau modal. Dalam hal ini Pak Hermanto Tanoko memberikan pandangan yang menurut saya sangat-sangat penting yang bisa dibelajari tentang bagaimana memulai bisnis tanpa hutang.

Ketika ditanya tentang hutang bank beliau menjelaskan, “kalau memulai sebuah usaha baru itu seyogyanya pakai uang sendiri”. Beliau juga menyarankan, nanti kalau mau usahanya bertumbuh dan berkembang sehingga memerlukan dana dari pihak bank sebaiknya dihitung dahulu apakah bisa membayar bunga Banknya.

Jika usahanya menjadi nomor 1 atau nomor 2 dibidangnya biasanya sudah mendapatkan keuntungan yang besar sehingga bisa berinvestasi. Dan dari keuntungannya bisa untuk membayar hutang bank sampai hutang bank nya itu habis. Saat mulai awal bisnis nggak ada hutang nanti kalau sudah besar dan mandiri juga tidak ada hutang lagi.

Jadi jangan berspekulasi meminjam dana yang luar biasa besarnya lalu tidak mampu membayar, karena reputasi integritas itu nomor 1. Jangan berhutang dulu yah kalau ingin memulai bisnis.

BACA JUGA :10 POLA PIKIR ORANG SUKSES YANG WAJIB KAMU TIRU

2. Kita Harus Memiliki Visi

Pak Hermanto Tanoko bercerita bagaimana “cleo” dikelola menggunakan mesin-mesin yang profesional. Mesinnya dari jerman menggunakan reverse osmosis dengan proses yang luar biasa. 5 tahun merugi, omsetnya waktu itu masih 75 juta dan Beliau ingin mengalahkan market leader yang salesnya sudah trilyunan.

Menurut saya itu adalah sebuah visi yang teguh. Memiliki visi yang teguh untuk membuat bisnis ini sukses. Waktu 5 tahun rugi itu bukan waktu yang pendek, tetapi beliau adalah orang yang sangat-sangat visioner. Sehingga bisa melihat bahwa bisnis ini belum selesai dan masih jauh perjalanannya. Dan perjalanan bisnisnya dijalani dengan penuh ketekunan hingga akhirnya sukses.

Sekarang kalau kita ke hotel manapun di Jakarta, di Surabaya, di Semarang semua pakai cleo. Bahkan dipesawat pun ada cleo. Jadi pelajarannya adalah kita harus memiliki Visi yang kuat dalam memulai bisnis.

3. Be Humble

Apa sih artinya humble? Humble adalah kesederhanaan. Pebisnis tidak boleh memiliki gaya hidup yang tinggi sehingga mengalahkan pendapatan. Banyak orang MLM diluar sana yang jatuh karena pada saat memulai kerja kerasnya luar biasa, saat sukses gaya hidupnya ikut naik.

Namanya inflasi gaya hidup, contohnya yang biasanya makan di warteg tiba-tiba maunya di resto, sudah diresto maunya dihotel, setelah dihotel maunya hotel bintang 5 lalu kemudian maunya nanti kuliner yang lebih mahal lagi.

Tapi berbeda dengan pak Hermanto Tanoko, Beliau sangat sederhana. Beliau mengatakan, “saya ini kalau di Jakarta naik gojek”. Bisa dibayangkan yah seorang pengusaha yang memiliki perusahaan trilyunan dan punya 34 perusahaan, tapi kalau di jakarta naik gojek. Jadi being humble dan tetap memiliki gaya hidup yang sederhana itu nggak pernah salah. Kita tetap menjaga gaya hidup.

4. Memiliki Integritas

Seorang pengusaha yang hebat pasti memiliki integritas. Apa sih integritas itu? Menurut Andreas Harefa, Integritas merupakan 3 kunci yang bisa diamati yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten.

Jadi integritas ini sangat-sangat penting yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha karena harus menciptakan sebuah reputasi. Sebagai contoh pengusaha mempunyai reputasi yang baik atau tidak bisa dilihat dari apakah dia orang yang suka berhutang tapi tidak bisa membayar pinjemannya itu, lalu untuk membayar pinjaman tersebut dia meminjam lagi ditempat lain.

Atau misalnya janji tidak di tepati, tidak tepat waktu kemudian mudah sekali untuk menyerah dan akhirnya membuat anda sulit untuk dipercaya. Jadi kalau anda ingin sukses, integritas nomor no 1.

5. Gemar Berbagi Ilmu

Pembelajaran yang terakhir adalah Beliau sangat-sangat senang untuk berbagi. Berbagi disini adalah Beliau memberikan pelajaran terbesarnya yaitu berbagi ilmu. Sebagai contoh jika orang ingin berbagi ilmu, janganlah memberi ikan tapi memberikan kail. Kalau berbagi itu jangan memberi ikan tapi ajarkan cara memancing.

Dari contoh tersebut maka beliau akan membuat sekolah entrepreneur SMA, yang akan mendatangkan semua anak yatim piatu dari seluruh indonesia. Kenapa sekolah entrepreneur SMA? Karena begitu mereka lulus mereka bukan hanya diajarkan bagaimana caranya menjadi seorang siswa yang baik tetapi juga diajarkan mentalitas untuk menjadi pengusaha yang matang.

Bisnis bukan soal berapa uang yang anda miliki tetapi seberapa kuat mental kita dalam menjalankan bisnis tersebut. Karena untuk menciptakan bisnis yang sukses bukan berapa besar modal yang anda miliki untuk bisa membesarkan bisnis tapi seberapa kecil modal yang bisa anda gunakan untuk membuat bisnis anda besar.

BACA JUGA :10 KARAKTER YANG DIMILIKI ENTERPRENEUR SUKSES

Nah dari pembelajaran yang sangat luar biasa ini anda bisa menerapkannya. Pelajaran ini ditujukan untuk pengusaha yang baru memulai atau yang sudah memulai bisnis. Anda bisa mendapatkan kesempatan untuk sharing dan bertemu langsung dengan Bapak Hermanto Tanoko pada tanggal 15 januari 2020 di Jakarta, Top Coach Indonesia (TCI) akan mengundang beliau untuk sharing tentang how to scaling up your business.

Tom MC Ifle

Salam Pencerahan!!!

By |2019-11-25T19:04:39+07:00November 20th, 2019|Coaching|0 Comments