5 Langkah Kemenangan

//5 Langkah Kemenangan

5 Langkah Kemenangan

Wow, tidak terasa 2016 akan berakhir, sudah pasti kita sudah berada pertengahan tahun yang penuh gejolak. Ya, tahun yang penuh kenangan dan terobosan. Coba bayangkan berapa banyak terobosan yang terjadi sepanjang tahun ini mulai dari bisnis, politik, pemilihan umum hingga persaingan ketat calon presiden RI yang berasalh dari sipil dan akhirnya sukses juga melakukan terobosan besar.

Bukan hanya disaksikan tapi partisipasi mereka yang sangat luar biasa mendukung calon pemimpin bangsa yang kita cintai ini. Bahkan gonjang-ganjing reshuffle kabinet hingga dibukanya Terminal 3 Ultimate yang mengundang begitu banyak decak kagum.

Nah, sebelum kita lanjut dengan tulisan ini, saya ingin mengajak anda merenungkan beberapa hal penting. Saya tahu agak sulit membaca dan berpikir sekaligus, jadi saya sarankan anda foto artikel ini dan catat baik-baik daftar pertanyaan dibawah ini.

OK, mari kita mulai evaluasi apa yang telah Anda raih:

  • Apa pencapaian dan terobosan yang anda paling banggakan ditahun 2016 ini
  • Mengapa hal ini penting bagi anda?
  • Apa pelajaran terbesar yang anda ambil dari tahun 2016?
  • Siapa orang yang paling berjasa dalam hidup anda di tahun 2016 ini?
  • Apa goal yang belum tercapai ditahun ini?
  • Apa konsekwensi jika anda tidak mencapai goal ini?
  • Siapa yang akan menderita jika tidak tercapai?
  • Apa yang akan anda lakukan untuk memastikan goal anda terwujud?

Nah, ini adalah pertanyaan yang sangat penting. Anda harus memiliki landasan untuk mencapai tujuan anda. Untuk itu mari kita lihat 5 Tips yang diberikan oleh World Leaders tentang cara mencapai goal yang gemilang.

1. Kebiasaan bergaul dengan orang yang salah

Tahukah anda pencapaian anda tidak terlepas dari pengaruh orang sekitar anda? Ya, benar, dengan kata lain target anda bisa jadi terhambat karena salah pergaulan.

Warren Buffet, orang terkaya kedua didunia mengatakan, goal yang anda tetapkan tidak terlepas dari dengan siapa anda bergaul. Jika anda ingin mencapai goal yang lebih tinggi, anda harus bergaul dengan orang yang lebih hebat dari anda. Terutama orang yang sikap, pemikiran, kebiasaan dan reputasinya positif.
Jika anda ingin sukses, bergaul dengan orang sukses. Jika anda ingin sehat, bergaul dengan orang yang peduli kesehatan. Jika anda tidak memilih dengan siapa anda bergaul, anda membuang kesempatan untuk menjadi lebih maju.

2. Fokus pada apa yang mendatangkan hasil

Persepsi yang salah pernah saya miliki beberapa tahun lalu. Saya pikir jika memiliki goal yang agresif, saya bisa melakukan semua hal, untuk semua orang dan memastikan semua tercapai.

Misalnya ada pengusaha yang sudah punya bisnis kemudian membuka bisnis lain yang tidak ada hubungan dengan bisnis sebelumnya, bermain dipasar modal, jadi pembicara, ikut investasi di property dan seterusnya. Alhasil, kita harus mengorbankan salah satu.

Adam Khoo, seorang motivator sukses dari Singapore mengatakan “Focus can help us gain confidence, power and happiness. Focus can also help us remain grounded and stay on track. Focus can change confusion into absolute knowledge and self-criticism into love for oneself.” Benar, tanpa fokus yang jelas, target anda hanya angan-angan.

Nah, jadi harus fokus kemana? Fokuskan sisa waktu untuk aktifitas yang memberi nilai tambah, jelas memberi hasil, berani menunda hal-hal yang tidak pasti.

3. Duduk dekat team penjualan anda

Tony Hsieh, CEO Zappos memilih bekerja satu meja dengan call center, team yang fokus mendatangkan penjualan untuk perusahaan. Ketika ditanya mengapa demikian, seorang juru bicara Zappos mengatakan, pencapaian target membutuhkan komitmen kedua belah pihak, pimpinan dan karyawan. Jika tidak ada budaya keterbukaan, kejujuran, komunikasi yang transparan maka karyawan tidak mudah memahami keinginan pimpinan.

Jangan menjauhi team anda, bahkan dekatkan diri anda dengan team, pahami kendala mereka, dalami solusi yang mereka butuhkan dan berbagi ilmu, visi, pengalaman agar mereka mendukung anda mencapai target tahun ini.

4. Memandang dari kacamata lain

Eric Schmidt, CEO Google, seorang business man, orang terkaya ke 138 didunia menurut Forbes mengatakan, “Saran terbaik yang saya dapat adalah dengan memiliki Coach.” Seorang coach akan memberi perspektif, feedback, masukan dan mengklarifikasi keinginan kita secara tajam. Kegagalan terbesar kita adalah ketika apa yang kita lakukan tidak berhasil dan tidak ada yang memberi arahan. Coach akan memberi arahan dengan mengajukan pertanyaan yang kreatif, menggali, bahkan merangsang pikiran kita untuk lebih tajam mengambil keputusan.

5. Jangan sia-siakan waktu

Saya suka dengan pernyataan Dalai Lama, “ Old friends pass away, new friends appear. It is just like the days. An old day passes, a new day arrives. The important thing is to make it meaningful: a meaningful friend – or a meaningful day.”

Jangan biarkan satu detikpun lewat tanpa anda mengambil manfaat. Jangan sia-siakan waktu untuk aktifitas yang merugikan, mengganggu pikiran, melemahkan keyakinan atau merenggut kebahagiaan anda.

Menang kalah bukan bergantung pada pemerintah atau ekonomi. Pikiran, keputusan dan kebiasaan kitalah yang sebenarnya memberikan peranan terbesar pada kesuksesan dan kegagalan kita. Waktu, energi, uang hanyalah bahan baku. Batu permata akan menjadi benda berharga saat jatuh ketangan orang yang trampil. Keputusan Anda untuk sukses membutuhkan follow up, konsistensi dan pastinya impian besar untuk membuat semangat terus membara. Semoga Anda menutup tahun 2016 dengan gemilang, saya turut mendoakan. Sukses untuk Anda.

 

Salam pencerahan,

Tom MC Ifle

By |2018-08-13T16:21:21+00:00August 6th, 2018|Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Translate »