5 CARA CERDAS MENGHADAPI KARYAWAN YANG MELAWAN ATASAN

//5 CARA CERDAS MENGHADAPI KARYAWAN YANG MELAWAN ATASAN

5 CARA CERDAS MENGHADAPI KARYAWAN YANG MELAWAN ATASAN

Sebagai seorang atasan, selain memiliki gaji yang lebih besar dari bawahan, Anda juga akan dihadapkan kepada beban yang lebih besar. Ibaratnya seorang raja yang memiliki banyak harta dan kekuasaan, tetapi harus bisa mengerti kondisi rakyat.

Anda tidak hanya berpikir bagaimana meningkatkan kualitas perusahaan, tetapi juga harus menghadapi karyawan yang telah menjadi bawahan Anda.

Menghadapi Karyawan bukanlah hal yang mudah. Sebuah pekerjaan merupakan miniatur dari sebuah negara, di mana Anda akan menemukan banyak karyawan yang berasal dari berbagai suku bangsa dan adat istiadat. Tidak semua orang memiliki watak yang mudah untuk dikendalikan.

Beberapa dari mereka memiliki sifat yang sulit untuk patuh terhadap atasan, baik karena umur yang lebih tua atau tidak suka dengan Anda. Namun, jangan takut terlebih dahulu terhadap orang seperti mereka. Alih-alih mengambil tindakan sendiri, berikut beberapa tips untuk dipelajari.

Baca Juga : Cari Karyawan Susah, Mitos atau Realita

1. Perlihatkan kematangan

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa alasan keryawan tidak patuh terhadap Anda adalah menanggap mereka lebih berpengalaman atau lebih berumur. Meskipun bukan sebuah alasan yang baik, tetapi hal tersebut sudah menjamur sebagai tradisi di tiap pekerjaan.

Namun, banyak atasan juga yang kemudian menanggapinya dengan kalimat yang cukup ketus. Anda mengganggap mau tidak mau, suka tidak suka sekarang Andalah atasan mereka.

Daripada berkutat kedua masalah tersebut, lebih baik mencari solusi yang terbaik. Salah satunya adalah dengan menunjukkan kematangan dalam kempemimpinan. Hanya saja Anda tidak bisa berharap cara tersebut akan cepat memberikan dampak bagi karyawan yang menentang Anda.

Tetaplah jadi teladan dan tunjukkan prestasi terhadap gaya kepemimpinan Anda, sehingga lambat laun mereka akan sadar dan mengikuti yang Anda perintahkan.

2. Tunjukkan rasa hormat

 Setiap orang berhak untuk menunjukkan ekspresinya termasuk perasaannya terhadap pemimpinnya. Anda tidak akan pernah bisa memaksa seseorang menyukai Anda. Mengapa? Karena perasaan suka dan penghormatan adalah bagian yang tidak bisa diintervensi oleh orang lain.

Satu yang sering menjadi kendala bagi keinginan karyawan untuk menghormati atasannya adalah rasa ingin dihormati. Sebaliknya, seorang atasan terkadang juga berpikir bahwa dia perlu dihormati karena telah memiliki kuasa dan otoritas terhadap sebuah pekerjaan.

Dengarkan dan Download :Bagaimana Memilih Orang Yang Tepat Dalam Membangun Bisnis Anda

Rasa ingin dihormati merupakan sikap yang wajar, tetapi letak kesalahannya adalah tidak mau mengalah antara satu dengan lainnya.

Ibarat padi yang semakin matang, maka dia makin menguning. Demikian pula seharusnya yang Anda lakukan ketika menjadi serang atasan. Hilangkan rasa gengsi dan perdalam rasa untuk menghormati bawahan.

Namun, bukan berarti Anda menuruti semua keinginan bawahan. Sebenarnya yang mereka butuhkan adalah sejauh mana Anda ingin terjun untuk mengetahui dan mendengar keluh kesah mereka.

3. Berikan penyadaran

Faktanya, sikap yang ditunjukkan oleh bawahan terhadap atasan sangat mempengaruhi kualitas pekerjaan. Tidak hanya dirinya yang terganggu, tetapi dia juga mengusik kehidupan rekan sekantornya karena bisa menjadi hambatan bagi pekerjaan mereka.

Misalnya, ketika ada deadline untuk menyelesaikan masalah klien tetapi dia tidak mengerjakan, maka hal tersebut juga akan mencoreng citra perusahaan di mata orang luar.

Dengarkan dan Download : Mencintai Pekerjaan

Untuk mengatasi hal tersebut ada baiknnya Anda sebagai atasan memberikan penyadaran. Namun, Anda juga harus melihat situasi dan kondisi yang ada pada saat itu. Jika memang memiliki urgensi, maka Anda bisa langsung mengatakan padanya di tempat.

Selain itu, mengobrol secara empat mata adalah hal yang tepat untuk melakukan pencegahan terjadinya hal di atas, sembari memberikan dampak yang terjadi bila mereka tidak mengindahkan kata-kata Anda.

Karyawan harus bisa berubah dan mengembangkan dirinya. Anda perlu memberikan kesempatan bagi karyawan Anda untuk belajar dari kesalahannya. Namun, jika karyawan melakukan kesalahan yang sama berulang kali, maka berarti karyawan tersebut tidak dapat diandalkan.

4. Tegakkan kedisiplinan

Disiplin adalah kunci keberhasilan. Bayangkan jika Anda memiliki anak nakal dan dibiarkan begitu saja. Bisa jadi ketika anak tersebut sudah dewasa dia akan melakukan banyak hal yang semena-mena.

Hal yang sama juga bisa terjadi pada karyawan yang tidak patuh terhadap Anda. Jika Anda membiarkannya, maka bisa jadi dia akan semakin berontak dan meremehkan kehadiran Anda bahkan lebih jauh menghambat perusahaan dalam berkembang.

Ada kalanya Anda harus memiliki prinsip dan menegakkan sikap disiplin. Hal tersebut berfungsi agar terciptanya etos kerja sehingga perusahaan memiliki prestasi kerja yang lebih baik. Selain itu, hal tersebut menghindarkan Anda dari asumsi karyawan lain yang menganggap kurang tegas dan berpotensi untuk melakukan hal yang sama.

Namun, tentu tidak wajar jika karyawan seringkali ngaret. Anda harus membuat peraturan yang tegas agar karyawan belajar untuk disiplin. Jika tidak, karyawan akan terbiasa telat datang ke kantor, dan bahkan terlambat menghadiri rapat dengan klien. Produktivitas dan profesionalitas kerja pun jadi menurun.

Baca Juga : BISNIS GAGAL KARENA GAGAL MEREKRUT ORANG YANG TEPAT

5. Tunjukkan keadilan

Pekerjaan juga adalah arena persaingan yang cukup besar pengaruhnya bagi kehidupan. Jika  seorang karyawan disenangi oleh atasan, maka kehidupan mereka akan terjamin lebih baik. Maka dari itu banyak karyawan yang berusaha melakukan berbagai cara untuk menyenangkan hati atasan. Bahkan mereka rela menjatuhkan teman sekantor demi reputasi yang lebih baik.

Sebagai seorang atasan Anda tidak hanya dituntut untuk hanya melihat prestasi bawahan. Namun, lebih jauh lagi, kenali hidup mereka, sehingga Anda bisa menentukan sikap yang adil. Artinya, Anda juga dituntut untuk memberikan penghargaan dan hukuman secara objektif, bukan subjektif.

Tom MC Ifle,

Salam Pencerahan!

 

By |2019-07-04T15:48:03+07:00June 28th, 2019|Recruitment|0 Comments