10 TIPE LEADER YANG TIDAK LAYAK JADI PEMIMPIN

//10 TIPE LEADER YANG TIDAK LAYAK JADI PEMIMPIN

10 TIPE LEADER YANG TIDAK LAYAK JADI PEMIMPIN

Leader atau Business owner  gagal memimpin diri sendiri tidak mampu memberi contoh kepada karyawan melihat karyawan melakukan kesalahan marah-marah, mereka tidak memimpin dan mereka tidak membimbing.

Hari ini Saya akan membahas tentang 10 tanda bahwa leader Anda tidak layak dijadikan sebagai pemimpin. Kenapa hal ini Saya bahas karena banyak leader yang tidak tau cara menghargai karyawan sehingga membuat karyawan resign dan kebanyakan yang resign bukan karyawan yang jelek tetapi karyawan yang bagus.

Jadi Saya ingin memberikan 10 indikator bahwa leader Anda tidak layak menjadi pemimpin.

Baca Juga : 7 TANDA ANDA LEADER GAGAL

1. Mata dan Hati Buta

Indikator  yang pertama adalah mata dan hatinya buta mereka buta dengan pencapaian kecil. Ada banyak sekali leader-leader yang tidak menghargai pencapaian besar dan menghakimi masalah kecil dan ini menurut Saya adalah yang pada suatu hari akan di tinggal oleh timnya. Buta akan prestasi tidak bisa melihat potensi seseorang dan membuat karyawan yang berpotensi tidak pernah di hargai, tidak pernah di anggap bagus, selalu dianggap jelek. Itulah yang membuat mereka  akhirnya resign.

2. Leader Tidak Memiliki Visi

Indikator yang kedua adalah leader yang tidak memiliki Visi kalau mereka buta akan visi mereka tidak  bisa melihat potensi bisnis ataupun pribadinya visi sangat-sangat penting untukbisnis Anda kalau Anda tidak bisa melihat bagaimana Anda bisa mengenali kalau Anda tidak pernah membayangkan bagaimana Anda bisa memikirkan kalau tidak bisa membayangkan tidak bisa memikirkan. Kalau tidak bisa memikirkan, tidak bisa melakukan jadi apa yang ada di bayangan Anda  bisa di pikirkan, apa yang bisa dipikirkan bisa diceritakan, apa yang bisa diceritakan bisa dilakukan.

3. Tidak Bisa Memimpin Diri Sendiri

Indikator yang ketiga tidak bisa memimpin diri sendiri  gagal memimpin diri sendiri tidak bisa menciptakan disiplin untuk diri sendiri dan akhirnya tidakmampu memberikan contoh yang baik kepada karyawanteman-teman banyak sekali manager,leader bisnis, owner,yang mengharapkan karyawan disiplin dan berprestasi, tetapi mereka sendiri malas , tidak suka lembur, tidak mau bekerja keras, tapi mengharapkan karyawankerja keras. Ketika melihat karyawan melakukan kesalahan marah-marah, padahal mereka tidak memimpin, mereka tidak membimbing, tidakmemberikan pelatihan tapi berharap karyawan benar-benar bisa berprestasi. Ini adalah leader-leader yang mampu mengoreksi dirinya sendiri supaya teamnya bisa lebih produktif.

4. Tidak Berprestasi

Indikator yang keempat adalah Tidak berprestasi jadi Saya punya 1 pengalaman dimana ada sebuah family  business bisnis ownernya atau foundernya ini sudah generasi kedua, masuk ke generasi ketiga founder dari generasi pertama sampai generasi kedua telah membangun bisnis ini dengan sangat- sangat luar biasa. Masuk ke generasi  ketiga mereka adalah anak-anak manja yang dari kecil sampai  enak hanya tau beres . Pada suatu hari mereka keluar dari sekolah, Lulus dari sekolah luar negeri pindah dan pulang ke Indonesia untuk memimpin sebuah usaha yang udah besar. Apa yang terjadi  akhirnya ketika   mereka memimpin mereka tidak tau cara jadi seorang pemimpin yang  baik. Mereka sendiri tidak bisa mengharapkan orang lain bisa jualan . Mereka tidak bisa menyelesaikan problem solving mengharapkan anak buah nya tau cara melakukan problem solving mereka tidak bisa mengendalikan diri . Mengharapkan karyawan mengendalikan Nah teman-teman kalau hal ini terjadi pada leader berarti leader  harus  berubah. Leader harus melakukan transformasi agar dirinya lebih di respect oleh karyawan.

Dengarkan dan Download : Bagaimana Memilih Orang Yang Tepat Dalam Membangun Bisnis Anda

5. Leader Malas Ngomong

Indikator yang kelima adalah leadernya malas ngomong. Saya menemukan ada banyak sekali leader-leader bagus, cerdas creative punya ambisi yang bagus tetapi malas ngomong, malas berkomunikasi dengan karyawan, pernah ada 1 perusahaan kebetulan perusahaannya adalah trading leadernya bagus, dalam arti Skill, cara jualannya hebat. Punya team marketing, tim marketingnya menurut Saya sangat-sangat bagus merekrut orang-orang yang memang tepat tetapi apa yang dipikirkan tidak pernah sampai kepada team apa yang dipikirkan tidak pernah di ungkapkan kepada team. Kenapa? karena merasa bahwa ngapain begitu aja di omongin, ngapain gitu aja dikasih tau kenapa hal kecil harus di sampein, kenapa hal-hal sederhana mesti di ingetin malas ngomong akhirnya menghentikan komunikasi antara atasan dan bawahan lebih dari 40% perusahaan tutup karena kurang komunikasi.

6. Tidak Fokus

Indikator yang keenam leader tidak fokus , ada 1 kejadian Saya memiliki client basically mereka 3 bersaudara kakak tertua ini ada orang yang paling diandalkan oleh orang tuanya sangat bertanggung jawab dan sangat bagus , adek nomor 2 hobbynya main game, hobbynya adalah modifikasi mobil anak yang ketiga pekerja keras habis-habisanya. Anak nomor 2  ini adalah penanggung jawab di  operasional.

Baca Juga : 5 CARA MENJADI MANAGER BERKELAS

Nah yang menarik adalah karena hobbynya adalah main game, hobbynya modifikasi mobil kalau ke kantor itu hanya duduk tidur kemudian kadang-kadang main game.Tidak pernah urusin operasional , operasional selalu di urus oleh bos atasan atau anak nomor 1 lalu kemudian perusahaannya mengalami turbulensi, turbulensi artinya harga bahan baku naik ini adalah tanggung jawab orang operasional karena Dia tidak terlibat di operasional karena tidak fokus akhirnya membuat operasional mereka makin hari makin jeblok makin hari makin turun makin turun makin turun ini akibat dari apa? leader yang tidak fokus harus hati-hati kalau Anda melihat leader  Anda terlalu banyak tidak fokus apalagi fokusnya tidak berhubungan dengan pekerjaan. Sebaiknya jika ini terjadi harus mengingatkan dan memberikan masukkan positif kepada leader Anda.

7. Tidak Mau Berinteraksi Dengan Customer

Indikator yang ketujuh ada leader yang tidak mau berinteraksi dengan customer, teman-teman kalau Anda perhatikan siapa yang membuat bisnis Anda sukses?pasti Customer. Siapa yang membuat produk Anda laku? pasti Customer . Siapa yang bisa memviralkan bisnis Anda?jawabannya customer. ada seorang leader kalau berurusan dengan seorang customer udah lu aja, udah kamu aja, udah kamu aja selalu lempar ke  Anda dan dia tidak pernah berinteraksi dengan customer . Ini adalah leader yang membahayakan  perusahaan.

8. Tidak Memaksakan Budaya

Indikator Yang kedelapan adalah leader yang tidak memaksakan budaya . budaya harus dipaksaka, kalau memang harus disiplin, displinlah paksa orang untuk disiplin kalau memang harus tepat waktu, tepat waktulah. Paksakan orang untuk tepat waktu kalau memang harus berprestasi, berprestasilah,  kejar orang untuk berprestasi, push orang untuk berprestasi paksakan budaya berprestasi cara kita sebagai leader harus memiliki prestasi. Kalau leader tidak mau memaksakan budaya lalu menganggap bahwa, saya sudah ngasih tau tapi dia nggak mau ngikutin Saya udah capek pak maksa orang,No.. Berapa lama Anda mengingatkan anak Anda untuk sikat gigi pagi dan malam? berapa lama? sampai menjadi habbit.Berapa lama Anda mengingatkan team Anda untuk produktif? Sampai menjadi habbit, sampai menjadihabbit, ini adalah hal yang penting untuk dilakukan oleh seorang leader.

9. Tidak Mau Mengeluarkan Biaya Training

Indikator yang kesembilan adalah tidak mau  mengeluarkan biaya training. Leader yang tidak mau mengeluarkan biaya training merasa bahwa rugi kalau melatih karyawan. Mereka adalah leader yang tidak memiliki visi karena karyawan yang cerdas adalah karyawan yang berguna karyawan yang tidak tau apa-apa adalah karyawan yang sulit untuk dipertahankan buat Anda sebagai leader investasikan waktu, tenaga pikiran, agar karyawan Anda cerdas training lah mereka kirimlah mereka ke seminar-seminar motivasi training-training praktis dan akhirnya membuat mereka kembali ke perusahaan untuk bisa mengaplikasikan ilmunya ke Perusahaan lalu.

Ada pertanyaan, coach Saya ini selalu kirim karyawan untuk training tapi mereka saat kembali keperusahaan mereka tidak melakukan apa yang di ajarkan. Saya mengatakan 1 hal apakah mereka diberi kesempatan?atau apakah mereka diberi assignment atau tugas kalau tidak diberi tugas, tidak diberi kesempatan tidak bisa melakukan apa-apa, tapi faktor yang kedua yang Saya mau Anda ingat kalau Anda terus menerus melakukan investasi di karyawan lalu kemudian karyawan tidak melakukan apa yang diajarkan minimal Anda investasi hal positif kepada mereka. mereka akan ingat mereka akan apresiasi, dan mereka akan tau bahwa mereka dihargai oleh perusahaan.

10. Tidak Bersyukur

Indikator yang kesepuluh adalah leader yang tidak bersyukur. Leader yang tidak bersyukur mending Anda tinggalkan cepat-cepat cari leader yang lebih bersyukur contohnya leader yang selalu menyalahkan anak buah leader yang tidak mau disalahkan, leader yang selalu blamming leader yang selalu mencari excuse dan tugas Anda.

Dengarkan dan Download : Improve Productivity & Profit With Six Sigma

Sebagai team sebagai karyawan adalah tinggalkan jangan ikuti kenapa? karena 10 hal inimenular jangan dekat-dekat dengan orang seperti ini, semoga bermanfaat, share ke semua orang, share ke group Anda, share ke group-group yang ada Leadernya agar mereka bisa mendengarkan aspirasi-aspirasi positif agar mereka bisa lebih berkembang.

Tom MC Ifle,

Salam Pencerahan

 

By |2019-08-08T10:14:55+07:00August 8th, 2019|Team Building|0 Comments