10 Rahasia Membuat Pelanggan Fanatik

//10 Rahasia Membuat Pelanggan Fanatik

10 Rahasia Membuat Pelanggan Fanatik

Istilah pembeli adalah raja patut menjadi slogan bagi para pengusaha, baik mereka yang baru merintis ataupun sudah memiliki omset yang besar. Tidak dipungkiri bahwa jumlah keuntungan terbesar berasal dari tingkat pembelian konsumen.

Anda harus berusaha mempertahankan loyalitas pelanggan agar mereka tetap setia menggunakan produk dan layanan Anda. Sehingga mereka tidak akan berpaling ke kompetitor, karena mereka sudah percaya dengan kualitas bisnis Anda.

Kepuasan pelanggan harus jadi perhatian utama saat mereka membeli produk atau menggunakan jasa Anda. Jangan sampai membuat mereka benar-benar kecewa, karena akan berdampak buruk bagi perkembangan bisnis Anda.

Sebuah bisnis  yang tidak memiliki konsumen maka hanya menjadi pekerjaan amal belaka. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku usaha untuk melayani calon konsumennya sebaik mungkin.

Agar tidak kebingungan berikut akan diulas beberapa cara terbaik yang bisa Anda terapkan untuk menjaga loyalitas para pelanggan Anda:

Baca Juga : Trend Perilaku Konsumen di 2019

1. Menghubungi Konsumen secara Berkala

Inti dari sebuah bisnis adalah komunikasi. Meskipun barang Anda sebaik apapun, tetapi jika tidak diimbangi oleh sikap yang komunikatif, maka konsumen merasa kurang diperhatikan. Akibatnya, mereka akan cenderung meninggalkan bisnis Anda dan beralih para pengusaha lainnya.

Bahkan setelah pembelian, Anda perlu juga melakukan follow up terkait kepuasan konsumen. Tanyakan kepada mereka apakah Anda hal-hal yang bisa dibantu lagi atau minta masukan terkait produk dan layanan Anda. Cara ini efektif untuk menjaga hubungan dengan pelanggan, daripada Anda mencari konsumen baru yang belum pernah berinteraksi dengan Anda.

calling
Komunikasi tidak perlu dilakukan setiap hari, tetapi secara berkala yang berfungsi juga untuk memastikan ada perkembangan penting yang bisa dibagikan untuk para konsumen.

2. Membuat Konten Berharga

Maksudnya tentang isi dan review produk yang Anda miliki. Pada smartphone misalnya, meskipun mereka mengetahui keadaan smartphone tersebut baik, tetapi review juga memberikan pertimbangan sendiri bagi para calon pembeli.

review
Meski pada akhirnya konsumen tidak membeli produk Anda, tetapi setidaknya, dia akan terus mengunjungi situs tersebut karena memiliki konten yang berkualitas untuk dibaca dan sebagai referensi.

3. Menjadi Otoritas di dalam bidang Anda

Sebuah usaha memerlukan rasa percaya diri yang tinggi. Hal tersebut akan membawa Anda tampil berbeda dibandingkan kompetitor lainnya. Selain itu, calon konsumen akan melihat bahwa produk yang Anda tawarkan memiliki kualitas yang terbaik.

best
Untuk merealisasikannya, Anda bisa menggunakan banyak referensi terlebih dahulu dan memulai dengan mengubah beberapa hal secara bertahap.

4. Membalas Email Secepat Mungkin

Jika Anda pernah mengirimkan sebuah pesan, artinya Anda mengharapkan sebuah balasan, dan secepat mungkin bisa dibalas. Hal tersebut berlaku sama dengan keadaan yang dialami oleh para calon konsumen.

oke
Oleh karena itu, sebaiknya Anda memiliki sistem notifikasi atau karyawan yang siap sedia bila ada pelanggan yang mengirimkan email untuk meminta kejelasan atau hal lain yang bersangkutan.

5. Membuat Keputusan

Keputusan yang Anda berikan kepada para konsumen ketika mereka membeli atau menyewa produk yang dimiliki. Agar tidak dinilai plin plan dalam mengambil keputusan, sebaiknya bisa dirundingkan dengan beberapa teman atau karyawan lainnya terlebih dahulu.

diskusi
Yang jelas, Anda tidak boleh terlihat ragu dalam mengambil sebuah keputusan tersebut. Semakin tepat keputusan yang dibuat, maka semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen.

Dengarkan dan download : Cara Mengelola Salesman

6. Menghargai Sudut Pandang Konsumen

Konsumen memang tidak selalu mengerti kondisi yang sedang Anda alami terhadap barang yang mereka gunakan. Biasanya mereka langsung mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran kepada Anda maupun karyawan bisnis yang Anda miliki. Tampilah sebagai pengusaha yang profesional dengan menerima setiap sudut pandang yang disampaikan oleh para konsumen.

mendengar
7. Berikan Sentuhan Personal

Manusia pada dasarnya ingin diperhatikan, termsuk juga jika posisinya sebagai seorang konsumen. Jangan pernah melupakan tahap ini karena biasanya lewat sentuhan personal Anda akan mendapati seberapa besar daya tarik terhadap produk yang ditawarkan, seberapa ingin mereka melanjutkan untuk membeli produk, dan agar mereka lebih nyaman.

thankyou

8. Realistik Namun Tidak Terlalu Muluk

Pastikan Anda memenuhi segala janji yang telah dibuat dan menjaga kualitas agar pelanggan tetap puas. Jika konsumen mendapatkan kesan baik dari layanan yang diberikan, maka dapat dipastikan mereka akan datang kembali dengan senang hati tanpa paksaan.

Baca Juga : Cara Tepat Hadapi Konsumen yang Berkomentar Pedas di Bisnis Online

promise
Tidak perlu memberikan janji yang berlebihan terhadap konsumen. Alih-alih mendapatkan banyak pelanggan, Anda akan dianggap wanprestasi terhadap janji yang telah diucapkan, akibatnya satu-per satu pelanggan Anda mundur. Ingat bahwa perbuatan buruk yang Anda lakukan lebih cepat menyebar daripada semua perbuatan baik sebelumnya.

9. Identifikasi Kesempatan-kesempatan secara Proaktif

Ingat bahwa posisi Anda adalah pengusaha atau pelaku bisnis. Oleh karena itu, sangat penting jika memiliki prinsip menjemput bola jika konsumen yang ingin menggunakan produk Anda ternyata kesulitan untuk mengunjungi toko Anda.

dunia

Banyak konsumen berpindah bukan karena produk dan layanan tak memuaskan, namun karena mereka merasa tidak diapresiasi. Cara paling tepat untuk mempertahankan pembelian selanjutnya adalah dengan mengikuti perkembangan konsumen dan menawarinya berbagai layanan yang Anda miliki.

Ada baiknya Anda menyediakan fasilitas delivery supaya baik Anda juga para pelanggan sama-sama dalam kondisi yang nyaman.

Dengarkan dan download : Menjadi Pemenang disaat Sulit

 10. Jelas dan Transparan

Setiap konsumen membutuhkan kejelasan terhadap ketentuan yang Anda buat. Oleh karena itu, ada baiknya untuk selalu memberikan info yang jelas bagi para pelanggan.

bola
Selain itu, penting bagi Anda untuk selalu menciptakan transparansi bila memang produk yang ada tidak ada atau tidak dijual. Jangan mengalihkan perhatian konsumen dengan “sedang kosong” mau diganti yang lain?

Tom MC Ifle,

Salam Pencerahan!

By |2019-06-19T14:37:42+00:00May 27th, 2019|Marketing|0 Comments
Translate »