10 CARA MEMBUAT KARYAWAN BARU BETAH DI PERUSAHAAN ANDA

//10 CARA MEMBUAT KARYAWAN BARU BETAH DI PERUSAHAAN ANDA

10 CARA MEMBUAT KARYAWAN BARU BETAH DI PERUSAHAAN ANDA

Bergabungnya seseorang ke sebuah perusahaan cenderung membuat nervous. Banyak yang belum diketahui mulai dari nama karyawan lain, lokasi ruangan, sampai password wifi. Sebagai business owner atau atasan mempunyai kewajiban memperkenalkan lingkungan kerja kepada karyawan baru. Agar karyawan baru dapat beradaptasi dengan mudah dan lancar.

Namun tidak semudah itu adaptasi karyawan baru dilingkungan kerjanya. Kenapa? Karena antara business owner dengan karyawan baru memiliki harapan yang berbeda atau masing-masing. Biasanya business owner mengharapkan karyawan baru yang memiliki inisiatif, mau belajar, pro aktif dan bisa bertanggung jawab serta melakukan yang namanya komitmen terhadap perusahaan. Sementara karyawan baru berharap mendapatkan job desc yang jelas dan aturan main yang jelas. Mereka juga mengharapkan, atasan mereka bisa memberikan kenyamanan dan mendapatkan feedback atau evaluasi setelah sudah bekerja sekian lama.

Harapan yang mereka inginkan itu ternyata masih belum bisa terwujud, sehingga banyak karyawan yang baru masuk kerja belum lama mereka langsung resign. Misalnya mereka baru bekerja 1 hari lusanya sudah kabur atau bahkan kerja 3 bulan lalu resign. Jika hal tersebut terus menerus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan bisa mengakibatkan kerugian diperusahaan. Untuk itu mari kita gali bagaimana cara membuat karyawan baru bisa betah bekerja di perusahaan.

Ada 10 cara membuat karyawan baru betah diperusahaan, sebagai berikut :

1. Mendapatkan Tugas yang Spesifik

Pengertian job desc itu sendiri menjadi sangat penting  karena itu menjadi acuan bagi karyawan agar pekerjaannya bisa lebih terarah. Pada saat karyawan tidak mendapatkan job desc atau tugas yang spesifik maka mereka akan sulit untuk mengerjakan tugasnya. Mereka lebih suka melaksanakan yang spesifik dibanding dengan pekerjaan yang umum. Karena semakin tidak spesifik semakin bermasalah.

2. Memiliki Struktur dan Atasan yang Jelas

Struktur organisasi dalam perusahaan juga harus jelas, agar seluruh karyawan dapat saling ketergantungan untuk mencapai tujuan perusahaan. Begitu juga untuk atasan, karyawan baru harus mengenal siapa yang bertanggung jawab atau PICnya. Contohnya kalau karyawan baru ada masalah dengan pekerjaannya itu mau tanya dengan siapa? Kalau mereka bingung atau ada pertanyaan seputar pekerjaannya, mau tanya dengan siapa?. Ini menjadi hal yang sangat-sangat penting untuk karyawan baru.

BACA JUGA :8 PERNYATAAN INI ADALAH CARA MENEMUKAN KARYAWAN TERBAIK

3. Adanya Mentor

Ada beberapa perusahaan yang menyediakan mentor untuk karyawan baru. Mentor itu tidak selalu atasan, bisa jadi rekan kerja yang sudah senior dan bisa menularkan budaya positif. Dengan adanya mentor karyawan baru bisa bertanya apa saja, bisa juga ngobrol, atau bercerita budaya kerja diperusahaan tersebut bagaimana. Terkadang para manager pun sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga dengan adanya mentor itu sangat membantu karyawan baru.

4. Memberikan Sambutan Untuk Karyawan Baru

Saat karyawan baru masuk, sambutlah dengan keramahan. Berikan kesan bahwa karyawan lama siap membantu, sehingga timbul rasa nyaman pada karyawan baru tersebut. Sebagai contoh untuk menyambut karyawan baru, biasanya business owner akan mengajak makan atau pesan makanan untuk dimakan bersama. Ini adalah salah satu cara agar mereka merasa saya adalah bagian dari keluarga.

5. Bisa Bertemu Dengan Owner Langsung

Karyawan baru biasanya akan senang dan antusias jika diajak untuk berdiskusi. Business owner juga akan memberikan kesempatan kepada karyawan itu untuk bertanya segala macam. Misalnya disini kalau kenaikan gaji gimana pak? atau supaya saya bisa berkembang diperusahaan ini bagaimana pak? Apakah diperusahaan ini ada fasilitas training yang bisa bermanfaat untuk saya? Atau juga apakah perusahaan ada budget training, sehingga perusahaan mau nggak mengsubsidi? Banyak sekali benefit luar biasa bagi karyawan baru dengan bertemu langsung dengan owner.

6. Training Berkala

Karyawan baru yang mendapatkan fasilitas training berkala akan lebih betah bekerja di sebuah perusahaan. Karena merasa ada pengembangan diri dari training itu. Training tidak selalu harus berkaitan dengan pekerjaan, kadang-kadang training itu yang sifatnya memotivasi. Training diperlukan agar dapat memenuhi kebutuhan dimana karyawan itu bekerja.

Menurut ahli MSDM Gary Dessler, Training atau Pelatihan adalah proses mengajar ketrampilan yang dibutuhkan karyawan baru dan lama untuk melakukan pekerjaannya. Jadi untuk business owner yang memiliki karyawan baru atau lama maka mereka harus diberi training secara regular agar mereka tambah pintar.

7. Tidak Bekerja Sesuai Kompetensi

Banyak sekali karyawan yang bekerja tidak sesuai kompetensinya. Sehingga hal tersebut membuat karyawan tidak merasa senang dalam menjalani pekerjaannya. Sebagai owner yang ingin karyawannya berkembang, maka perusahaan diminta untuk menggali kemampuan kompetensinya. Tawarkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya. Contohnya ada karyawan yang bekerja sebagai video editor, tetapi waktu kuliahnya di bidang Public Relation. Maka pada saat dia memutuskan keluar dari perusahaan karena menerima tawaran pekerjaan yang sehubungan dengan Public Relation maka dukung dan support lah.

8. Memberikan Kesempatan Untuk Salah

Namanya juga karyawan baru, pasti ada salahnya pada saat bekerja. Berikan mereka kesempatan untuk bisa belajar dari kesalahan-kesalahan mereka. Biarkan mereka mencoba hal-hal yang belum pernah dicoba sebelumnya. Dan ini akan memberikan efek dari kesalahan tersebut. Efeknya akan membuat orang tambah pintar, selain itu bisa membuat tambah takut untuk berbuat kesalahan lagi karena sudah terlalu banyak bikin salah. Karyawan baru yang diberi kesempatan untuk berbuat kesalahan maka akan memiliki experience atau pengalaman, makin banyak pengalamannya makin bernilai untuk perusahaan.

DENGARKAN AUDIO BOOK INI : Cara Membuat Karyawan Lebih Produktif

9. Memberi Masukan Untuk Perusahaan

Ketika karyawan baru atau lama memiliki unek-unek atau problem, biasanya mereka enggan menyampaikannya ke owner. Nah disini tugasnya owner atau atasan untuk bisa menampung segala cerita dan curhat mereka. Dengan mendengarkan semua cerita dari mereka, perusahaan jadi lebih tahu kendala yang mereka hadapi. Tidak hanya itu terkadang karyawan juga punya kesempatan memberikan masukan, untuk meningkatkan kesuksesan perusahaan. Dan ketika masukannya diterima dan perusahaan melakukan transformasi atau perubahan maka mereka tambah betah kerjanya.

10. Memberikan Feedback

Apa sih pengertian feedback? Feed back adalah istilah yang sering kita dapatkan dalam proses komunikasi. Feedback terdiri dari 2 kata “feed” dan “back” yang artinya masukan atau tanggapan yang kita berikan atas suatu hal saat berkomunikasi atau saat menilai tentang pelayanan yang telah diberikan. Nah feedback ini artinya perusahan memberikan masukan, strategi, kemudian penilaian evaluasi agar karyawan mengerti tentang hal yang sudah mereka lakukan. Contohnya pada saat mereka kelihatannya masih butuh bantuan dan saya memberikan masukan dan mereka mengkonfirmasi, mereka bilang iya saya betul kurang disini maka mereka bisa dapat solusi atas kelemahan-kelemahan yang mereka miliki.

Tom MC Ifle

Salam Pencerahan!!!

By |2019-11-25T19:08:51+07:00November 15th, 2019|Team Building|0 Comments