10 CARA MELUNASI HUTANG BISNIS DALAM 30 HARI

//10 CARA MELUNASI HUTANG BISNIS DALAM 30 HARI

10 CARA MELUNASI HUTANG BISNIS DALAM 30 HARI

Mungkin kalau kita berbicara tentang hutang, banyak sekali orang yang anti dengan hutang. Secara definisi Hutang adalah kewajiban keuangan yang harus dibayarkan baik individu maupun perusahaan kepada pihak lain.

Dari definisi diatas sudah dijelaskan bahwa hutang itu sifatnya wajib dibayar, sehingga banyak orang yang tidak mau berhutang. Tapi masalah adalah kalau sudah terjebak atau terlibat bagaimana? Walaupun hutangnya ini dikarenakan untuk bisnis. Mari kita analisa dulu yah, mengapa sebuah bisnis membutuhkan hutang? 

Alasan bisnis membutuhkan hutang atau menggunakan uang pihak ke-3 untuk menjalankan bisnis karena sebagai modal awal untuk menjalankan bisnis itu sendiri. Selain itu juga untuk memperlancar operasional, biasanya anda membutuhkan dukungan modal. Bahkan hutang bisnis dilakukan untuk memperluas atau mengembangkan bisnis. Seperti contohnya mau buka cabang atau mau buat bisnis baru.

BACA JUGA :10 CARA MENABUNG DENGAN BENAR

Seperti yang dikemukakan oleh FASB dalam Statement of Financial Accounting Concept no. 6 pada buku Chariri dan Ghozali (2005 : 157) yaitu “hutang adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa mendatang yang mungkin timbul dari kewajiban sekarang dari suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan ke entitas lain dimasa mendatang sebagai akibat transaksi di masa lalu”

Nah dari ungkapan tersebut maka bisa dipastikan bahwa hutang yang timbul karena adanya berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh perusahaan. Ada beberapa jenis hutang dalam bisnis yang biasanya dikategorikan berdasarkan manfaatnya atau kegunaannya, yaitu: Berhutang dengan supplier sesuai kesepakatan, Hutang Bank dan Hutang pajak.

Jadi langkah apa yang bisa anda lakukan untuk membangun atau menggunakan uang anda dengan maksimal, sehingga bisa melunasi hutang bisnis anda dengan cepat dan tepat. Langkahnya sebagai berikut :

1. Inventarisir Hutang Anda

Inventarisir semua hutang anda dan dikonsolidasi. konsolidasi artinya penggabungan, dalam hal hutang yaitu penggabungan atau pengumpulan kedalam 1 pool / 1 tempat. Kalau anda punya hutang dibanyak tempat dengan bunga yang berbeda-beda, maka sebaiknya di kumpulkan ke dalam 1 tempat yang bunganya lebih kecil. 

Kenapa? Karena bunga tersebut tidak bisa anda kendalikan. Sehingga kalau anda kumpulkan di 1 tempat, maka memberikan anda dukungan agar bisa dinegosiasi bunganya setelah anda menginventarisir. Fokuslah pada hutang yang bunganya paling tinggi semua lalu anda konsolidasi ke tempat yang bunganya rendah dan itu dinamakan take over.

2. Tingkatkan Penjualan

Tingkatkan penjualan anda, ada pepatah mengatakan “sales cures all” yang artinya “penjualan mengobati banyak penyakit dalam bisnis. Dan penyakit hutang itu terjadi karena penjualannya kurang bagus, sehingga omsetnya menurun akhir anda harus mencari bantuan untuk menutupi operasional harian anda.

Contohnya anda memberikan piutang kepada customer lalu customer belum bayar sehingga akhirnya anda harus menutupinya dari hutang lagi keluar. Jadi jangan berhenti jualan yah, jika ingin melakukan apapun tetap fokus orientasi jualannya. Dengan begitu maka bisa membantu anda untuk meningkatkan cashflow dalam bisnis.

3. Fokus pada Customer yang Loyal

Dalam meningkatkan loyalitas pelanggan, maka harus dipahami dahulu bahwa ada 20% customer anda yang bisa memberikan kontribusi dan 80% omset. Permasalahannya adalah 80% omset itu hanya memberikan kontribusi profit cuma 20% dan biasanya perusahaan akan lebih fokus dengan yang ini. Sementara yang 20%  tidak di perhatikan, padahal itu yang memberikan kontribusi besar.

Anda harus menciptakan program rewards poin untuk customer-customer yang memberikan anda kontribusi sales besar. Buatlah poin system, lalu kunjungi customer anda lagi, atau berikan cash back. Apapun itu gunakan strategi untuk  membuat customer anda tambah loyal. Ada 1 riset di tahun 2014 oleh Technology Advice kepada konsumen-konsumen yang berbelanja. 

Dalam riset itu ada pertanyaan ke customer “apa alasan anda berbelanja ditoko ini ?” dan lebih dari 50% mengatakan “karena disini ada point reward”. Jadi point reward sangat penting, karena itu bagian dari mengambil keputusan customer.

TONTON VIDEO INI : 7 CARA MOTIVASI CUSTOMER AGAR MUDAH CLOSING‼️

4. Aktif Social Media

Anda harus aktif di media social, karena ada banyak sekali platform di social media yang bisa anda gunakan untuk menunjukkan expertise anda atau kehebatan anda. 84% customer mencari informasi lewat Yelp atau Quora, lalu kemudian memberikan sebuah confident atau keyakinan kepada customer kalau mau membeli produk tertentu.

Dengan aktif di social media maka banyak komentar, juga memberikan feed back dan banyak memberikan ulasan tentang produk dan jasa anda. Sehingga pada saat customer yang mencari produk anda akhirnya bisa menemukannya dalam review-review positif.

5. Jual Partai

Jual produk anda dalam bulk atau grosir, walaupun marginnya akan turun tetapi ketika anda menjual partai atau dalam bentuk grosir anda bisa dapat income lebih cepat dan lebih besar.

Ada klien saya menjual baju kaos dan celana, jenisnya ada jeans dan celana bahan kemudian mereka mengalami masalah yang cukup serius. Mereka memiliki toko, dimana tokonya itu memiliki fashion yang cukup tetapi banyak yang deadstock/habis stock. Yang namanya fashion, kalau sudah lewat masanya orang tidak mau beli lagi. Misalnya tokoh avanger, saat masanya sudah lewat orang tidak mau lagi koleksi atau membeli baju tersebut. 

Lalu kemudian dia minta di coaching, supaya bisa mengosongkan gudangnya dan memastikan bahwa dia mempunyai cukup cashflow untuk beli yang baru. Ia diminta buat list target market, setelah itu memetakan semua penjual baju di kota itu. Ternyata ada banyak macam penjual baju seperti grosir, retail, ada juga dijual keliling rumah-rumah atau ketoko-toko kecil.

Pastikan mana yang upayanya kecil tetapi bisa menghasilkan besar. Contohnya di Ambon, Manado, dan Ujung pandang ada pasar dimana customer akan membeli baju-baju dengan harga yang masih terjangkau. Tetapi disana juga ada pedagang-pedagang yang membeli secara partai, nah pada saat itu kita masuk kepasar tersebut. Ketika kita menemukannya buatlah kerjasama, karena memiliki begitu banyak barang.

Grosir-grosir yang ingin memonopoli akan berkata “berapa banyak kamu punya barang, saya ambil semua”, sehingga bisa memiliki barang atau produk eksklusif. Jualan fashion yang disukai oleh anak-anak muda ke daerah sehingga benar-benar laku dan cepat habis.

6. Pangkas Biaya

Ketika anda punya banyak hutang, anda harus melihat biaya-biaya apa yang tidak perlu. Biaya mana yang harus anda pilih sehingga mempunyai uang ekstra untuk mengembalikan ke vendor atau ke bank. Setelah itu, anda pastikan biaya yang sudah terpangkas tadi dialokasikan untuk bayar hutang.

7. Jual Alat-Alat yang sudah Tidak Terpakai

Kalau anda punya mesin, alat-alat, motor, atau mobil yang sudah tidak dipakai silahkan anda jual. Gunakan uangnya untuk melunasi hutang-hutang anda. Misalnya anda beli mesin printer, ternyata tidak bisa dipakai artinya sudah beli tapi tidak bisa digunakan. Anda punya 2 pilihan yaitu dijual atau dikembalikan. Anda kembalikan karena itu adalah assetnya principal atau anda bisa jual untuk bisa mendapatkan cash.

8. Pindah ke Kantor yang Lebih Kecil

Tahun 2017 ada 73 perusahaan dari indonesia yang pindah ke Vietnam, alasannya kenapa ? karena lebih murah biayanya. Selain itu lebih efisien karena pegawainya pun lebih murah.  Jadi kalau anda memiliki bisnis lalu kemudian kantornya terlalu besar sebaiknya diperkecil saja, sehingga anda tidak perlu membayar sewa yang mahal.

DENGARKAN AUDIO BOOK INI : Cara Meningkatkan Kualitas Keuangan

9. Cost Sharing

Cost sharing artinya apa? Berbagi biaya dengan business partner. Contohnya ada 1 retail store disalah satu kota yang profitnya minus terus. Pada saat dicoaching maka ditanyakan kenapa tidak disewakan ke tukang jual bola ubi, atau ke frenchise okonomiyaki. Karena spacenya parkirannya luas jadi pasti banyak yang mau sewa tempat itu. Ternyata benar saja total penjualan meningkat dan profit yang minus bisa tertutup lewat penyewaan space tadi, itu namanya cost sharing.

10. Refinance (Reschedule Hutang)

Refinance itu adalah konsolisasikan hutang-hutang anda, lalu anda tawarkan ke bank yang menawarkan bunga yang lebih murah atau anda reschedule. Setelah konsolidasi, anda panjangkan tenor hutangnya agar bulanannya lebih kecil. Kenapa? Karena pada dasarnya bunga itu pasti tetapi anda tidak ditekan oleh deadline. Menjadi berat kalau harus membayar sekaligus besar, nah gimana caranya anda bisa di spread dipanjangkan schedulenya.

Hutang merupakan ikatan, tuntutan, kewajiban yang harus diselesaikan dengan segera. Itulah 10 hal yang anda bisa dilakukan untuk melunasi hutang-hutang bisnis dengan cepat dan tepat.

Tom MC Ifle

Salam Pencerahan!!!

By |2019-12-09T11:00:17+07:00December 9th, 2019|Cashflow|0 Comments